PENGARUH PENGALAMAN DAN PELATIHAN TERHADAP STRUKTUR PENGETAHUAN AUDITOR TENTANG KEKELIRUAN PUTRI NOVIYANI1 Program Studi S1 AkuntansiFakultas Ekonomi UNS BANDI2 Fakultas Ekonomi UNS Abstract: This study examines the effect of experience and training to auditor’s knowledge structure about errors that consist of different types of errors ,the attention to the control objective violated when an error occurs, and the attention to the department in which an error occurs. The study is a survey research to Public Accounttants in Java. This study supports the results of Tubbs (1992), Hartoko et al. (1997) and Wibowo (2001) that auditor’s experience has positive effect to auditor’s knowledge structure about different types of errors that he/she knows. In line with the attention to the control objective violated when an error occurs, this result supports the study of Tubbs (1992) that stated that auditor’s experience significantly effect to the attention to the control objective violated when an error occurs. In line with the attention to the department in which an error occurs, the result of this study supports the study of Tubbs (1992) and Wibowo (2001) that stated that the effect of experience to the attention to the department in which an error occurs is not significant. Independent variable of training has positive effect of knowledge structure about errors that consits of different types of errors, the attention to the control objective violated when an error occurs, and the the attention to the department in which an error occurs. This result supports Eynon et al. (1994) that stated that training needed for building accounttants’s success. It also supports the statement of Boner and Walker (1994) that stated that experience he/she gots from special program, in this case by training program has more effect in increasing expertise than traditional program, in this case with curiculum without training only. Keywords: pengalaman, pelatihan, struktur pengetahuan auditor, kekeliruan. Availability data: data ada pada penulis, bila berminat hubungi email
[email protected] 1 Putri Noviyani, SE. Ak. Email:
[email protected]; Dr Bandi, M.Si., Ak. Fakultas Ekonomi UNS, Jl Ir Sutami 36a, Surakarta 57126, Telp (fax): 62271-668603; Email:
[email protected];
[email protected]; 2 1 http://bandi.staff.fe.uns.ac.id 2 1. PENDAHULUAN Seorang auditor sebagai penyedia laporan keuangan auditan dalam melaksanakan audit tidak semata-mata hanya untuk kepentingan kliennya, melainkan juga untuk pihak lain yang berkepentingan terhadap laporan keuangan auditan. Profesi auditor mendapat kepercayaan dari klien untuk membuktikan kewajaran laporan keuangan yang disajikan kliennya (Murtanto dan Gudono, 1999). Untuk dapat mempertahankan kepercayaan dari klien dan dari para pemakai laporan keuangan auditan lainnya maka auditor dituntut menjadi seorang ahli. Buku-buku psikologi tentang keahlian menarik dua kesimpulan umum, Ashton (1991) bahwa: (1) pemilikan pengetahuan khusus adalah penentu keahlian, (2) pengetahuan seorang ahli diperoleh melalui pengalaman kerja selama bertahun-tahun. Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa dalam rangka pencapaian keahlian, seorang auditor harus mempunyai pengetahuan yang tinggi dalam bidang audit. Pengetahuan ini bisa didapat dari pendidikan formalnya yang diperluas dan ditambah antara lain melalui pelatihan auditor dan pengalamanpengalaman dalam praktik audit. Pengalaman yang lebih akan menghasilkan pengetahuan yang lebih (Christ, 1993). Seseorang yang melakukan pekerjaan sesuai pengetahuan yang dimilikinya akan memberikan hasil yang lebih baik daripada mereka yang tidak mempunyai pengetahuan cukup akan tugasnya. Noviyani dan Bandi (2002) lokakarya.id 3 Seperti dikatakan Boner dan Walker (1994). simposium. Pelatihan di sini dapat berupa kegiatan-kegiatan. sekaligus dapat pula dijadikan kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun prosedur pemeriksaan.ac.uns. yang meliputi: jenis-jenis kekeliruan yang berbeda yang diketahui. seperti: seminar. Dalam rangka memenuhi persyaratan sebagai seorang profesional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang kemungkinan temuan-temuan yang dapat terjadi selama melakukan proses pemeriksaan. Melalui program pelatihan para auditor juga mengalami proses sosialisasi agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan situasi yang akan ia temui. perhatian pada pelanggaran atas tujuan pengendalian jika suatu kekeliruan terjadi. pengarahan yang diberikan oleh auditor senior kepada auditor pemula (yunior) juga bisa dianggap sebagai salah satu bentuk pelatihan karena kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan kerja auditor. dan kegiatan penunjang ketrampilan lainnya. Selain kegiatan-kegiatan tersebut. Struktur pengetahuan auditor yang berkenaan dengan kekeliruan mungkin akan berkembang dengan adanya program pelatihan auditor ataupun dengan bertambahnya pengalaman auditor. pelatihan itu sendiri.fe. peningkatan pengetahuan yang muncul dari penambahan pelatihan formal sama bagusnya dengan yang didapat dari pengalaman khusus. auditor harus menjalani pelatihan yang cukup. dan perhatian pada departemen tempat kekeliruan terjadi.staff.http://bandi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertambahan pengalaman dan pelatihan terhadap struktur pengetahuan auditor tentang kekeliruan. Penelitian ini diharapkan dapat pula Noviyani dan Bandi (2002) . id 4 menambah kajian teoritis.staff.uns.1 Konsep kekeliruan dan ketidakberesan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) memberikan definisi tentang kekeliruan dan ketidakberesan sebagai berikut ini (IAI. perhatian pada pelanggaran atas tujuan pengendalian jika suatu kekeliruan terjadi dan perhatian pada departemen tempat kekeliruan terjadi. 2. Penjelasan lebih lanjut tentang hubungan tersebut diuraikan secara rinci pada bagian berikut ini. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS Penelitian ini menganalisis pengaruh pengalaman dan pelatihan terhadap struktur pengetahuan auditor tentang kekeliruan. hasil penelitian dan pembahasan.http://bandi.2&3). Kekeliruan dapat berupa hal-hal berikut ini. dan diakhiri dengan kesimpulan. khususnya di bidang pengauditan terutama yang berkaitan dengan pengaruh pengalaman dan pelatihan terhadap struktur pengetahuan auditor tentang kekeliruan.ac. Bagian selanjutnya dalam penelitian ini adalah: tinjauan pustaka dan hipotesis. Noviyani dan Bandi (2002) . metode penelitian. Kekeliruan (error) berarti salah saji (misstatement) atau hilangnya jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan yang tidak disengaja. 2. 1994: 316. a.fe. yang meliputi: jenis-jenis kekeliruan yang berbeda yang diketahuinya. Kekeliruan dalam pengumpulan atau pengolahan data akuntansi yang dipakai sebagai dasar pembuatan laporan keuangan. 2.staff. dan seringkali disebut dengan kecurangan manajemen. cara penyajian atau pengungkapan. Estimasi akuntansi salah yang timbul sebagai akibat dari kekhilafan atau penafsiran salah terhadap prinsip akuntansi yang menyangkut jumlah.fe. Perbuatan yang mengandung unsur manipulasi. transaksi atau signifikan yang lain. klasifikasi. b. Ketidakberesan dapat terdiri dari perbuatan berikut ini. Ketidakberesan mencakup kecurangan dalam pelaporan keuangan yang dilakukan untuk menyajikan laporan keuangan yang menyesatkan. Selanjutnya dalam penelitian ini hanya akan digunakan istilah kekeliruan untuk mewakili kekeliruan dan ketidakberesan. Penerapan salah prinsip yang dilakukan dengan sengaja.id 5 b. pemalsuan atau pengubahan catatan akuntansi atau dokumen pendukungnya yang merupakan sumber untuk pembuatan laporan keuangan.http://bandi. c. Penyajian salah atau penghilangan dengan sengaja peristiwa.uns. Faktor utama yang membedakan antara kekeliruan dan ketidakberesan terletak pada penyebab salah saji laporan keuangan yang melandasinya bersifat sengaja atau tidak sengaja.2 Pentingnya Pengetahuan tentang Kekeliruan bagi Auditor. Kebanyakan kesalahan dan penyelewengan (termasuk di dalamnya kekeliruan) hanya dapat dideteksi dengan memeriksa catatan-catatan penting Noviyani dan Bandi (2002) . a.ac. Ketidakberesan (irregularities) adalah salah saji atau hilangnya jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan yang disengaja. serta penyalahgunaan aktiva yang seringkali disebut dengan unsur penggelapan. pelanggaran atas tujuan pengendalian.id 6 secara detail.http://bandi.fe. Perbedaan pengalaman yang dihubungkan dengan pengetahuan dapat digunakan untuk mempengaruhi kinerja (Bonner. Ada kecenderungan pihak penyaji laporan keuangan akan menyembunyikan kekeliruan dan ketidakberesan yang terjadi. Hayes-Roth. Ia akan lebih memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis kekeliruan yang berbeda. terutama yang berhubungan dengan pengungkapan kekeliruan. Pengetahuan auditor dalam memori sering digunakan sebagai salah satu kunci keefektifan kerja. Banyak kekeliruan ditemukan secara tidak sengaja atau melalui pengaduan (complain) dari pengguna laporan yang lain. Dalam pengauditan. Pengetahuan terdahulu tentang kekeliruan berguna untuk merencanakan probabilitas kondisi kekeliruan (Nelson dkk. 1990). 1995). 1990)..uns. seperti: faktur. (1997) menyatakan bahwa seseorang dengan pengalaman lebih pada suatu bidang tertentu mempunyai Noviyani dan Bandi (2002) .ac. 1995).staff. dan Hutchinson. Banyak kasus tentang kekeliruan kompleks yang tidak terdeteksi oleh auditor (Wells. dan dokumen lainnya (Grovmann. dokumen pengangkutan.3 Pengaruh pengalaman terhadap struktur pengetahuan auditor tentang kekeliruan. dan departemen-departemen tempat kekeliruan terjadi. pengetahuan tentang bagaimana bermacam-macam pola yang berhubungan dengan kemungkinan kekeliruan dalam laporan keuangan adalah penting untuk perencanaan secara efektif (Christ. dan Murphy dan Wright dalam Hartoko dkk. 1993). 2. Seorang auditor yang memiliki banyak pengetahuan tentang kekeliruan akan lebih ahli dalam melakukan tugas-tugas pemeriksaan. Lain halnya dengan Ashton (1991). Untuk itu penelitian ini mengajukan hipotesis sebagai berikut ini. Auditor dengan tingkat pengalaman yang sama dapat saja menunjukkan perbedaan yang besar dalam tingkat pengetahuan yang dimiliki Dihubungkan dengan pengalaman. (1997) menyatakan bahwa kemungkinan dihubungkan dengan alasan sebab musabab ketika suatu kekeliruan ditemukan adalah sumber dari kekeliruan tersebut.staff. hasil penelitian Tubbs (1992) yang didukung oleh penelitian Hartoko dkk. Hal ini didukung pula dengan penelitian Choo dan Tromant (1991) yang menyatakan bahwa auditor berpengalaman akan mengingat lebih banyak jenis item daripada item yang sejenis. AICPA dalam Hartoko dkk.ac. (1997) dan Wibowo (2001) menyatakan bahwa pengalaman seorang auditor berpengaruh pada struktur pengetahuan auditor tentang jenis-jenis kekeliruan yang berbeda yang diketahuinya. dalam penelitiannya tentang hubungan pengalaman dan tingkat pengetahuan sebagai penentu keahlian audit menyimpulkan bahwa perbedaan pengalaman auditor tidak bisa menjelaskan perbedaan tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh auditor tersebut. Sularso dan Na’im (1999) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa perbedaan pengalaman tidak berpengaruh terhadap jumlah pengetahuan tentang jenis-jenis kekeliruan yang berbeda yang diketahuinya. H1: Pertambahan pengalaman auditor diduga berpengaruh pada struktur pengetahuannya tentang jenis kekeliruan.http://bandi. Sumber dari kekeliruan tersebut bisa jadi Noviyani dan Bandi (2002) .uns.id 7 lebih banyak item disimpan dalam ingatannya. sedangkan auditor yang tidak berpengalaman lebih mengingat item sejenis.fe. Sebaliknya. Untuk itu penelitian ini mengemukakan hipotesis sebagai berikut ini. Dikaitkan dengan departemen tempat kekeliruan terjadi. dihubungkan dengan alasan sebab musabab saat kekeliruan terjadi adalah prosedur pengendalian yang diperlukan untuk mendeteksi kekeliruan tersebut. (1997) yang didukung oleh penelitian Wibowo (2001) menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dan positif antara pengalaman dengan perhatian auditor pada pelanggaran atas tujuan pengendalian jika suatu kekeliruan terjadi.ac. Noviyani dan Bandi (2002) . penelitian Tubbs (1992) yang didukung oleh penelitian Wibowo (2001) menyatakan bahwa antara pengalaman dan perhatian auditor pada departemen tempat kekeliruan terjadi tidak terdapat hubungan yang signifikan dan positif. penelitian Hartoko dkk. Sebaliknya. Penelitian Tubbs (1992) menyimpulkan bahwa pertambahan pengalaman akan meningkatkan perhatian auditor pada pelanggaran atas tujuan pengendalian jika suatu kekeliruan terjadi. penelitian Hartoko dkk.id 8 adalah individu atau departemen tempat kekeliruan terjadi.fe.uns.http://bandi. Sebaliknya.staff. (1997) menyatakan bahwa pengalaman auditor mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap perhatiannya pada departemen tempat kekeliruan terjadi. H2 : Pertambahan pengalaman auditor diduga berpengaruh pada perhatian auditor pada pelanggaran atas tujuan pengendalian jika suatu kekeliruan terjadi. H3 : Pertambahan pengalaman auditor diduga berpengaruh pada perhatian auditor atas departemen tempat kekeliruan terjadi. Karakteristik lainnya. untuk itu diperlukan pelatihan melalui kursus-kursus pendidikan profesional lanjutan (Eynon dkk.staff. Akuntan memerlukan berbagai ketrampilan dalam rangka meraih sukses.uns. kurikulum yang ada tidak cukup untuk membangun kesuksesan akuntan. 1994). penelitian ini mengemukakan hipotesis berikut ini. masih diperlukan pelatihan-pelatihan melalui kursus-kursus pendidikan profesional lanjutan (Eynon dkk. Berdasarkan ulasan tersebut. Pelatihan bagi akuntan sangat diperlukan untuk meningkatkan keahliannya. tidak hanya dalam bidang etika profesi saja namun juga dalam bidang-bidang lain yang mendukung keahlian dan kinerja seorang akuntan. Kurikulum yang ada tidak cukup untuk membangun kesuksesan akuntan. Pelatihan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja peserta yang akhirnya akan menimbulkan perubahan perilaku aspek-aspek kognitif.id 9 2.4 Pengaruh pelatihan terhadap struktur penfgetahuan auditor tentang kekeliruan. Penelitian tentang pelatihan etika profesi menyimpulkan bahwa pelatihan etika sangat diperlukan terutama bagi akuntan bebas yang menyediakan jasa tidak semata-mata untuk kepentingan perusahaan tempat mereka bekerja. dikaitkan dengan struktur pengetahuan yang dimiliki auditor. Boner dan Walker (1994) menyatakan bahwa peningkatan pengetahuan yang muncul dari penambahan pelatihan formal sama bagusnya dengan yang didapat dari pengalaman khusus.fe. 2000).. 1994). ketrampilan dan sikap (Hamalik. Pengalaman yang didapat dari program khusus tertentu mempunyai pengaruh yang lebih besar dalam peningkatan keahlian daripada yang didapat dari program tradisional..ac.http://bandi. Noviyani dan Bandi (2002) . lokakarya. 3.staff.http://bandi. Pelatihan di sini dapat berupa kegiatan-kegiatan.id 10 H4 : Pelatihan auditor diduga berpengaruh pada struktur pengetahuan auditor tentang jenis kekeliruan yang berbeda. H5 : Pelatihan auditor diduga berpengaruh pada perhatian auditor terhadap pelanggaran atas tujuan pengendalian jika suatu kekeliruan terjadi.ac. pengarahan yang diberikan Noviyani dan Bandi (2002) . supervisor.1 Kriteria Responden Penelitian ini adalah penelitian survei.2 Pengukuran variabel Variabel pengalaman sebagai variabel independen pertama diukur dengan lamanya responden menjadi seorang auditor dalam satuan bulan.uns. H6 : Pelatihan auditor diduga berpengaruh pada perhatian auditor atas departemen tempat kekeliruan terjadi. Pelatihan sebagai variabel independen ke dua diukur dengan banyaknya auditor mengikuti program pelatihan. Dari kuesioner tersebut. 3. Dari kuesioner yang disebarkan baik melalui pos maupun dengan cara langsung didapat 42 kuesioner yang terseleksi dan layak untuk pengolahan data. METODE PENELITIAN 3. Responden dalam penelitian ini adalah para auditor di Kantor Akuntan Publik di wilayah Jawa yang memiliki posisi sebagai partner. pelatihan itu sendiri. simposium. penulis hanya meneliti sampel dari suatu populasi. sedangkan tiga sisanya hanya dapat digunakan untuk pengujian hipotesis pertama dan ke empat. dan asisten auditor. Selain kegiatan-kegiatan tersebut. dan kegiatan penunjang ketrampilan lainnya. seperti: seminar. hanya 39 kuesioner yang memenuhi kriteria semua pengujian hipotesis.fe. khususnya pada siklus penjualan Dikaitkan dengan pengalaman dan pelatihan mereka. Adapun closed ended questionaire akan digunakan untuk menanyakan tentang jenis kekeliruan yang ditemukan. untuk perusahaan tertentu. 2. Variabel independen untuk pengujian ini adalah perbedaan antara rata-rata (mean) dari delapan sel dalam prediction matrix responden yang target error dan judged error-nya bersatu dalam tujuan pengendalian intern yang sama dengan nilai rata-rata (mean) dari 40 sel lainnya dalam matrik tersebut yang target error Noviyani dan Bandi (2002) . Responden kemudian diminta untuk menaksir kembali probabilitas terjadinya tujuh kesalahan yang lain (judged errors). Untuk mengukur variabel terikat yang berupa perhatian pada pelanggaran atas tujuan pengendalian intern (ICO) dan departemen tempat kekeliruan terjadi responden diminta untuk menaksir probabilitas terjadinya setiap kesalahan P(Ei). tempat i # j. Adapun skor yang akan diberikan untuk ketiga alternatif jawaban tersebut adalah 3. akan diajukan kuesioner tersebut di atas kepada para auditor dan diminta menyatakan pendapatnya dalam format Likert melalui tiga pilihan bergandam yang dimulai dengan pilihan mungkin terjadi.id 11 oleh auditor senior kepada auditor pemula (yunior) juga bisa dianggap sebagai salah satu bentuk pelatihan.http://bandi. tidak mungkin terjadi. berarti tidak sama dengan).fe. Kemudian setiap responden diberi tahu bahwa selama pemeriksaan tertentu satu kesalahan ditemukan (target error) (Ej). dan tidak tahu/tidak mengerti. tidak mungkin terjadi. (tanda #.uns. i = 1 s/d 8. j = 1 s/d 8. dan 1. masing-masing untuk pilihan yang mungkin terjadi. P(Ei/Ej).ac.staff. dan tidak tahu/tidak mengerti. 7384 21. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi data yang diuji adalah normal.699 0. dengan menggunakan estimasi reliabilitas belah dua (split half) didapatkan koefisien reliabilitas total sebesar 0.640 1. Dengan validitas konstruk.825 Regresi II (Y3) 0.1523 0.652 0.7096 0.0024 0.686 1.staff.678 0.ac.580 1.568 0.47530 0.214 1.http://bandi.7135 18.6643 3.9764. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai z di atas alpha 5%.0327 0.605 0.5453 0.5091 0.1 Ringkasan hasil analisis regresi Regresi I (Y1) 115. Tabel 4. Hal ini menunjukkan bahwa alat ukur penelitian ini adalah reliabel karena nilai r tersebut lebih besar daripada nilai r tabel sebesar 0.68942 17.5849 3.921 0.fe.304. 4.0399 0.6706 0. Variabel ini diharapakan akan naik dengan bertambahnya pengalaman atau peningkatan pelatihan auditor.0055 0.0688 3.973 Regresi II (Y2) 0.0931 0.6126 0. Dari hasil uji reliabilitas.5340 0.278 2. diperoleh hasil bahwa 47 pertanyaan yang diberikan kepada responden adalah valid.id 12 dan judged error-nya tidak bersama-sama menempati tujuan pengendalian intern dan departemen yang sama atau departemen yang sama.uns.932 a b1 b2 R square Multiple R F Ratio T (X1) T (X2) R1 R2 Durbin watson Sumber: Data primer yang diolah Nilai konstanta bertanda positif artinya responden tetap memiliki struktur pengetahuan tentang kekeliruan yang meliputi jenis-jenis kekeliruan yang berbeda Noviyani dan Bandi (2002) . staff.023. dan perhatian pada departemen tempat kekeliruan terjadi. Tabel 4.028 Variabel terikat Y1 Y2 Noviyani dan Bandi Kesimpulan homoskedastis homoskesdastis (2002) .729 1.028.uns. Pengalaman tidak memberikan pengaruh yang signifkan terhadap perhatian auditor pada departemen tempat kekeliruan terjadi.1.0.ac.346 0. perhatian pada pelanggaran atas tujuan pengendalian jika suatu kekeliruan terjadi.id 13 yang diketahuinya. Hasil uji pengaruh secara parsial (t) memperlihatkan bahwa dengan alpha 5% dan sampel 42 responden diperoleh t tabel 2.818 . dari hasil analisis regresi di atas diketahui bahwa pengalaman dan pelatihan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perhatian auditor pada pelanggaran atas tujuan pengendalian jika suatu kekeliruan terjadi. meskipun tidak ada variabel pengaruh berupa pengalaman dan pelatihan auditor.fe.941 2. sebaliknya pelatihan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jenis-jenis kekeliruan yang berbeda yang diketahui. Hasil uji pengaruh secara bersama-sama (F) menunjukkan bahwa pengalaman dan pelatihan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif terhadap ketiga variabel terikat dalam penelitian ini. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengalaman mempunyai pengaruh yang signifikan.023 2. Masih berkaitan dengan hasil uji t untuk regresi II dan III dengan alpha 5% dan sampel 39 responden diperoleh t tabel sebesar 2.2 Uji Heteroskedastisitas t(X1) t(X2) t tabel .http://bandi. sebaliknya pelatihan mempunyai pengaruh yang signifikan hasil uji korelasi memperlihatkan bahwa baik secara bersamasama maupun secara sendiri-sendiri pengalaman dan pelatihan mempunyai hubungan yang substansial dengan semua variabel terikat dalam penelitian ini. 2 2 5.028 homoskedastis Dari hasil uji heteroskedatisitas di atas dapat disimpulkan bahwa t hitung seluruhnya lebih kecil dari nilai t tabel. Hal ini menandakan tidak terjadi multikolinearitas. berarti tidak terdapat korelasi sempurna antara variabel bebas dalam model regresi.358 0. (1997) dan Wibowo (2001). Tabel 4. Dengan menolak H0 penelitian ini mendukung pendapat yang menyatakan bahwa pengalaman akan berpengaruh positif terhadap pengetahuan auditor tentang jenisjenis kekeliruan yang berbeda yang diketahuinya. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI Penelitian ini mengungkapkan tambahan bukti hasil penelitian Tubbs (1992) yang didukung oleh penelitian Hartoko dkk. tidak multiko. tidak multiko.598 0.47530 0.ac.id 14 Y3 0.http://bandi.464 0.uns.3 Hasil Uji Normalitas Variabel terikat Y1 Y2 Y3 r 0.621 0.645 0.358 0.702 Sumber: data primer yang diolah. Dari hasil uji normalitas di atas didapat r .fe. yaitu varian gangguan seluruhnya sama dari satu observasi ke observasi lainnya. yang berarti tidak menerima hipotesis ke empat yang diajukan penulis.50914 Sumber: data primer yang diolah. Hal ini berarti tidak ada pengaruh yang signifikan Noviyani dan Bandi (2002) .staff.598 r 2 2 R Kesimpulan tidak multiko. Sehingga terjadi homoskedastisitas.54528 0. 0. R untuk ketiga analisis regresi yang dilakukan. 2. Penelitian ini tidak menolak H0. dalam hal ini melalui program pelatihan mempunyai pengaruh yang lebih besar dalam peningkatan keahlian daripada yang didapat dari program tradisional. (1994) tentang perlunya pelatihan untuk membangun kesuksesan akuntan dan pendapat Boner dan Walker (1994) yang menyatakan bahwa pengalaman yang didapat dari program khusus. Mereka akan lebih paham cara menganalisis kekeliruan yang berkaitan dengan departemen tertentu. Secara tersirat penelitian ini mendukung pendapat Boner dan Walker (1994) bahwa pengalaman yang didapat dari program khusus. Temuan ini mendukung hasil penelitian Tubbs (1992) yang menyatakan bahwa pengalaman mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perhatian auditor pada pelanggaran atas tujuan pengendalian jika suatu kekeliruan terjadi.http://bandi.fe.uns. Penelitian ini juga mendukung pendapat Eynon dkk.ac.id 15 antara pelatihan dengan jenis-jenis kekeliruan yang berbeda yang diketahui auditor.staff. dalam hal ini hanya dengan kurikulum yang ada tanpa pelatihan. dalam hal ini melalui program pelatihan mempunyai pengaruh yang lebih besar dalam peningkatan keahlian Noviyani dan Bandi (2002) . Dengan tidak menolak H0 untuk hipotesis ke tiga berarti temuan dalam penelitian ini mendukung penelitian Tubbs (1992) dan Wibowo (2001) yang menyatakan bahwa pengalaman tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perhatian auditor pada departemen tempat kekeliruan terjadi. Sebaliknya dengan menolak H0 dan menerima hipotesis ke enam yang diajukan penulis memberikan arti bahwa pelatihan lebih yang didapatkan oleh auditor akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perhatian auditor pada departemen tempat kekeliruan terjadi. tidak mengidentifikasikan hubungan pelatihan dengan pengalaman yang dimiliki oleh auditor. 2. Bertambahnya pengalaman yang didapat oleh auditor dan peningkatan program pelatihan yang memberikan materi tentang kekeliruan yang mungkin timbul saat pemeriksaan akan membuat mereka menjadi lebih tahu tentang jenisjenis kekeliruan yang mungkin terjadi di lapangan dan hal-hal lain yng berhubungan dengan kekeliruan tersebut.uns. peneliti menyarankan hal-hal berikut: penelitian tentang pelatihan auditor dihubungkan dengan tingkat pengalaman yang dimiliki dan Noviyani dan Bandi (2002) . dalam hal ini hanya dengan kurikulum yang ada tanpa pelatihan. dan Untuk penelitian selanjutnya dengan tema masih berkaitan dengan penelitian ini. yaitu: departemen tempat kekeliruan terjadi dan perhatian pada pelanggaran atas tujuan pengendalian jika suatu kekeliruan terjadi.id 16 daripada yang didapat dari program tradisional. Implikasi praktisnya adalah perlunya peningkatan pengalaman dan pelatihan dalam profesi akuntan publik untuk meningkatkan keahlian auditor.http://bandi.staff.ac. Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut: 1. Implikasi metodologis penelitian ini adalah bahwa pengukuran pelatihan seorang auditor perlu mempertimbangkan jenis dan kualitas pelatihan.fe. pelatihan hanya diukur berdasarkan jumlah seorang auditor pernah mengikuti pelatihan tanpa memperhatikan kualitas pelatihan tersebut. kemungkinan jenis pelatihan yang berbeda akan memberikan tambahan pengetahuan yang berbeda pula. 178.. F. (1995). The Accounting Review. Perceptions of Sole Practitioners on Ethics Training in The Proffesion. 25. A. Eynon. National Public Accountant. The Effect of Instruction and Experience on The Acquisition of Auditing Knowledge. & K. The Accounting Review. N. Y. untuk meyakinkan pendapat tersebut perlu perluasan wilayah penelitian. Daftar Pustaka Ashton. H.485. The Accounting Review. Mengingat pengalaman dan pelatihan auditor mempunyai pengaruh yang positif pada struktur pengetahuan auditor tentang kekeliruan di wilayah Jawa. 304 .322. The Relation Between Knowledge Structure and Judgments for Experienced and Inexperienced Auditors. A Evidence on The Nature of Audit Planning Problem Representation: An Examination of Auditor Free Recalls.88. melainkan juga dari segi kualitas. 84 . (1996). 219 . The Accounting Review. . L. T.fe.ac. Christ. S. E.90. M. (1994).. Journal of Accountancy. 69 (Januari). 66 (Juli). Stevens.239. Hill. How Auditors Can Detect Financial Statement Misstatement. (1993).staff. & K. Bonner. 65 (Januari). 66 (April). 72 . 464 . Noviyani dan Bandi (2002) . H. Walker. Grovmann. (1990). Experience Effects in Auditing: The Rule of Task Specific Knowledge. Experience and Error Frequency Knowledge as Potential Determinants of Audit Expertise. (1991). & P. 41 (April). The Accounting Review. 156 . G. Choo.. (Oktober).uns.http://bandi. 69 (April). T.id 17 pengukuran variabel pelatihan yang tidak hanya dari segi kuantitas saja. (1991). T. Tromant. Perspektif.fe.88. Knowledge Structure and The Estimation of Conditional Probabilities in Audit Planning. Eko Arief. 82 . Noviyani dan Bandi (2002) . Nelson. (1997). 783 801. 1 & ed. Pengembangan Sumber Daya Manusia: Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu.http://bandi. S.. 67 (Oktober). 37 . (1994). Pengaruh Pengalaman pada Struktur Pengetahuan Auditor Tentang kekeliruan. Bambang Sutopo. Hartoko Sri. Tubbs. (1992). W. Libby.id 18 Hamalik. (Februari). Six Common Myths About Fraud. Identifikasi Karakteristik-Karakteristik Keahlian Audit: Profesi Akuntan Publik di Indonesia.58. Journal of Accountancy. Jakarta: Salemba Empat. Arief. IAI. 27 . Bonner. 46 . Wibowo. J. (ed.172. Standar Akuntansi Keuangan. & Ainun Na’im. Surakarta: FE UNS. M.T. Murtanto & Gudono. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. 2 (Juli). The Accounting Review.ac. (1990). (2000). E. (2000). Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. 70 (Januari). Pengaruh Pengalaman Pada Struktur Pengetahuan Auditor Tentang Kekeliruan.47. R..staff. Palikhatun. 2). Wells. Sularso. R. Payamta. M. (1999). (1995). 2 (Januari).52. The Effect of Experience on Auditor’s Organization and Amount of Knowledge. 6 (April).uns. Analisis Pengaruh Pengalaman Akuntan pada Pengetahuan dan Penggunaan Intuisi dalam Mendeteksi Kekeliruan. Jakarta: Bumi Aksara. The Accounting Review. Oemar. Skripsi Tidak Dipublikasikan. & S. (1990). 154 . staff.06.211.http://bandi.0001 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2009 Noviyani dan Bandi (2002) .id 19 Lampiran: KUESIONER PENGARUH PENGALAMAN DAN PELATIHAN TERHADAP STRUKTUR PENGETAHUAN AUDITOR TENTANG KEKELIRUAN Disusun Oleh: MOCHAMMAD FIKRIE FAHMI D B.uns.fe.ac. dan perhatian pada departemen tempat kekeliruan terjadi).ac. Penelitian ini berusaha mengidentifikasi pengaruh pengalaman dan pelatihan terhadap struktur pengetahuan auditor tentang kekeliruan (jenisjenis kekeliruan yang berbeda yang diketahuinya. yang sedang melaksanakan penelitian dalam rangka penyelesaian skripsi di bawah bimbingan Drs Bandi. Informasi dalam kuesioner ini bersifat rahasia dan hanya akan digunakan untuk penelitian ilmiah.http://bandi.Si.uns. 0020 Adalah Mahasiswa Program Studi Sarjana (S1) Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.Si. November 2009 Kepada Bapak/Ibu Responden yang terhormat Saya yang bertandatangan dibawah ini : Nama : Putri Novianti NIM : F.id 20 Surakarta. (Drs Bandi.fe. saya sampaikan terimakasih..staff. Keberhasilan penelitian ini sangat tergantung pada perhatian dan partisipasi Bapak/Ibu dalam mengisi kuesioner ini secara sungguhsungguh. Peneliti. Hormat saya. Akt) (Putri Novianti) Noviyani dan Bandi (2002) . M. Atas perhatian dan kesediaannya.. perhatian pada pelanggaran atas tujuan pengendalian jika suatu kekeliruan terjadi. Mengetahui Dosen pembimbing. Akt. Saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner penelitian saya yang berjudul “PENGARUH STRUKTUR PENGALAMAN DAN PELATIHAN TENTANG TERHADAP PENGETAHUAN AUDITOR KEKELIRUAN”. M. ..................... Noviyani dan Bandi (2002) .... bagian I berisi pertanyaan pilihan ganda berganda........http://bandi..... Standar Akuntansi.......... Nama Kantor Akuntan Publik : .. apakah tindakan-tindakan berikut ini merupakan suatu bentuk kekeliruan...... bagian II berisi pertanyaan isian....fe......... BAGIAN I Untuk bagian ini Bapak/Ibu/Saudara diminta untuk memberi tanda centang (√) pada satu jawaban yang paling sesuai atau mendekati dengan pendapat Bapak/Ibu/Saudara dengan ketentuan sebagai berikut: Angka satu Angka dua Angka tiga (1) berarti (2) berarti (3) berarti : Sangat Tidak Setuju (STS) : Tidak Setuju (TS) : Tidak Tahu (TT) : Setuju (S) : Sangat Setuju Angka empat (4) berarti Angka lima (5) berarti Menurut pengalaman dan dari pelatihan yang diperoleh Bapak/Ibu/Saudara selama ini............id 21 DATA RESPONDEN Nama Jenis Kelamin Umur : ...... : ... Tahun berdiri : ......................... pelatihan) Pendidikan terakhir : ..........................sejak bulan……............. : .............................ac.....................tahun…….. lokakarya...............……........ Berapa kali melakukan tugas pengauditan: ............................................ DAFTAR PERTANYAAN Daftar pertanyaan ini terdiri dari dua bagian.. tahun Lama bekerja sebagai auditor : ……........ kekeliruan meliputi seminar............……...................……..uns....staff........ simposium.. Jumlah pelatihan yang telah diikuti : ………kali (pelatihan yang berhubungan dengan pengauditan seperti Standar Auditing...…….....…….................. Retur penjualan tidak di otorisasi 1 2 3 4 oleh fungsi penjualan. 2002) 1. C. Kekeliruan dalam suatu organisasi badan usaha (Noviyani. Kemungkinan terjadinya praktik yang tidak sehat 8. Surat order pengiriman barang 1 2 3 tidak bernomor urut tercetak dan pemakaiannya tidak dipertanggung jawabkan oleh fungsi penjualan 9. Kekeliruan dalam system otorisasi dan prosedur pencatatan 4.staff.fe. Fungsi penjualan tidak terpisah 1 2 3 4 5 dari fungsi pemberi otorisasi kredit 2. Fungsi penjualan tidak terpisah 1 2 3 4 5 dari fungsi penerimaan kas B.uns. Pencatatan berkurangnya piutang 1 2 3 4 karena retur penjualan tidak didasarkan pada memo kredit yang didukung dengan laporan penerimaan barang. 6. sehingga tidak ada tanda tangan yang dibubuhkan pada memo kredit.id 22 STS TS TT S SS A.ac. Penerimaan kas tidak di otorisasi 1 2 3 4 oleh fungsi penerima yang seharusnya ditandai dengan pembubuhan cap lunas pada faktur penjualan tunai dan penempelan pita register kas pada faktur penjualan tunai tersebut.http://bandi. Bukti memorial tidak bernomor 1 2 3 urut tercetak dan pemakaiannya tidak dipertanggung jawabkan oleh fungsi pemberi otorisasi kredit Noviyani dan Bandi 5 5 5 5 4 5 4 5 (2002) . Fungsi pencatat piutang tidak 1 2 3 4 5 terpisah dari fungsi penjualan 3. Pencatatan penjualan tunai/kredit 1 2 3 4 tidak didasarkan pada faktur penjualan yang didukung dengan laporan penerimaan barang/surat order pengiriman dan surat angkut (bill of lading) 7. 5. Terjadi transaksi penjualan pada 1 2 3 4 5 tanggal 31 Januari 2006 sebesar Rp 500. Penjualan kredit pada tanggal 1 1 2 3 4 5 Maret 2007 sebesar Rp 200.. Terjadi transaksi penjualan kredit pada tanggal 29 Desember 2006 dibukukan oleh perusahaan pada tanggal 2 Januari 2007 dengan syarat FOB Shipping Point (Tutup Buku dilakukan setiap tanggal 31 Desember ) 16..fe.15.. Piutang PT Rona Eka sejumlah Rp 424.13.000.dicatat oleh bagian akuntansi Rp 285. Kekeliruan dalam mencatat penerimaan kas dalam jurnal penerimaan kas 17.000. karena terjadi pergantian karyawan bagian akuntansi transaksi tersebut dicatat kembali pada tanggal 1 Februari 2006 12. Penjualan Kredit dicatat oleh perusahaan sebagai utang dagang rekening piutang dagang ke 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 F.staff. Kekeliruan dalam pencatatan penjualan dalam jurnal penjualan 11.http://bandi. Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai tidak segera disetorkan seluruhnya ke Bank 1 2 3 4 5 D. Transaksi penjualan tanggal 2 1 2 3 4 5 Februari 2006 sebesar Rp 258. Bagian akuntansi telah 1 2 3 4 5 Noviyani dan Bandi (2002) .uns.telah dicatat perusahaan .id 23 (bukti memorial untuk penghapusan piutang) 10. Kekeliruan dalam memposting subdiary ledger 14.000. Perusahaan menerima pembayaran 1 2 3 4 5 atas penjualan tunai pada tanggal 8 Januari 2007 dan bagian akuntansi tidak membukukannya 18.diposting ke dalam buku besar sebagai penjualan tunai E.000.000.000.di catat dalam buku pembantu piutang sebesar Rp 442.ac. berapakah probabilitas Noviyani dan Bandi (2002) .id 24 membukukan penerimaan kas pada tanggal 10 Januari 2007. Penerimaan kas pada bulan 1 2 3 4 5 Februari 2006 di posting ke dalam buku besar sebagai penerimaan kas bulan Maret 2006 BAGIAN II Pada saat Bapak/Ibu/Saudara adalah bagian dari tim audit yang sedang menguji siklus penjualan. kekeliruan dan ketidakberesan yang material berikut ditemukan 1. dan penerimaan kas dari klien seperti dijelaskan sebelumnya.staff. Perusahaan menerima kas pada tanggal 2 Januari 2006 dan dicatat oleh bagian akuntansi sebagai transaksi pada tanggal 2 Februari 2006 1 2 3 4 5 G. Asumsikan bahwa selama pemeriksaan siklus penjualan. sistem pengendalian perusahaan tersebut dapat dipercaya (reliable). Perusahaan menerima kas dari 1 2 3 4 5 hasil penjualan tunai kemudian di posting sebagai piutang dagang 22. Namun diskon disetujui dan jumlah diskon tersebut disalahgunakan Dengan mempertimbangkan penemuan ini. Perusahaan menerima kas dari 1 2 3 4 5 hasil penjualan kredit dan belum dibukukan ke dalam pembantu piutang 21. Pelanggan gagal membayar dalam periode 1…………… …… diskon dan membayar penuh. selama pemeriksaan suatu kekeliruan tertentu (yang merupakan salah satu dari delapan kekeliruan) yang material ditemukan.http://bandi. Estimasikan kembali kemungkinan terjadinya kekeliruan dari tujuh kekeliruan yang lainnya. berapakah probabilitas bahwa suatu kekeliruan atau ketidakberesan yang material berikut ini dapat terjadi selama tahun yang sedang diuji? Untuk memudahkan pengisian kolom jawaban umpamakan Bapak/ibu/Saudara sedang memeriksa 25 orang Klien. pada saat akhir bulan transaksi tersebut dibukukan kembali 19. piutang dan penerimaan kas dari suatu klien tertentu. Kekeliruan dalam melakukan posting penerimaan kas ke rekeningrekening pembantu piutang dagang 20. Demikian seterusnya berlaku dengan cara yang sama tetapi mengganti kekeliruan material lainnya yang ditemukan. maka menurut pengalaman dan pelatihan Bapak/Ibu/Saudara. piutang dagang .ac.fe.uns. piutang tak 2…………… …… tertagih tidak diakui 3. berapakah probabilitas bahwa suatu kekeliruan dan ketidakberesan yang material dari jenis berikut ini dapat terjadi pada periode yang diperiksa. Manajemen. kekeliruan dan ketidakberesan yang material berikut ditemukan 2. 8…………… seharusnya pendapatan …… tersebut dicatat pada periode berikutnya Asumsikan bahwa selama pemeriksaan siklus penjualan. Terjadi lapping 5…………… …… 6. dan penerimaan kas dari klien seprti dijelaskan sebelumnya. piutang tak 2…………… …… tertagih tidak diakui Dengan mempertimbangkan penemuan ini. Umur piutang dagang tidak benar. Pendapatan dicatat dalam periode sekarang. Umur piutang dagang tidak benar. karyawan atau pihak ketiga menerima 6…………… barang dari …… perusahaan tanpa ada tagihan 7. 8…………… seharusnya pendapatan …… Noviyani dan Bandi (2002) .fe. Pelanggan gagal membayar dalam periode diskon 1…………… dan membayar penuh. Pendapatan dicatat dalam periode sekarang.ac.uns.staff. Spesifikasi pesanan pelanggan tidak cocok 4…………… berkenaan dengan jenis dan / kuantitasnya …… 5. Namun diskon disetujui dan …… jumlah diskon tersebut disalahgunakan 3. Terjadi lapping 5…………… …… 6. Spesifikasi pesanan pelanggan tidak cocok 4…………… berkenaan dengan jenis dan / kuantitasnya …… 5. 2. Pesanan diterima tapi menyalahi kebijakan kredit 7…………… perusahaan …… 8. Pesanan diterima tapi menyalahi kebijakan kredit 7…………… …… perusahaan 8. tetapi barang dagangan 3…………… …… tidak dicatat 4.http://bandi. Billing (tagihan) dicatat. piutang dagang .id 25 bahwa suatu kekeliruan dan ketidakberesan yang material dari jenis berikut ini dapat terjadi pada periode yang diperiksa. tetapi barang dagangan 3…………… tidak dicatat …… 4. Manajemen. karyawan atau pihak ketiga menerima 6…………… barang dari …… perusahaan tanpa ada tagihan 7. 1. Billing (tagihan) dicatat. berapakah probabilitas bahwa suatu kekeliruan dan ketidakberesan yang material dari jenis berikut ini dapat terjadi pada periode yang diperiksa. tetapi barang 3………………… dagangan tidak dicatat 5. Namun diskon disetujui dan …… jumlah diskon tersebut disalahgunakan 2. Manajemen. 1. kekeliruan dan ketidakberesan yang material berikut ditemukan 3. Manajemen. Namun diskon disetujui dan jumlah diskon tersebut disalahgunakan 2.fe.http://bandi. Billing (tagihan) dicatat. piutang dagang . karyawan atau pihak ketiga 6………………… menerima barang dari perusahaan tanpa ada Noviyani dan Bandi (2002) . Pesanan diterima tapi menyalahi kebijakan kredit 7…………… perusahaan …… 8. Spesifikasi pesanan pelanggan tidak cocok 4…………… berkenaan dengan jenis dan / kuantitasnya …… 5. Pelanggan gagal membayar dalam periode 1………………… diskon dan membayar penuh. Pelanggan gagal membayar dalam periode diskon 1…………… dan membayar penuh. kekeliruan dan ketidakberesan yang material berikut ditemukan 4. karyawan atau pihak ketiga menerima 6…………… barang dari perusahaan tanpa ada tagihan …… 7. berapakah probabilitas bahwa suatu kekeliruan dan ketidakberesan yang material dari jenis berikut ini dapat terjadi pada periode yang diperiksa. 8…………… seharusnya pendapatan tersebut dicatat pada …… periode berikutnya Asumsikan bahwa selama pemeriksaan siklus penjualan. Billing (tagihan) dicatat. 1. dan penerimaan kas dari klien seperti dijelaskan sebelumnya. piutang tak 2………………… tertagih tidak diakui 3. Umur piutang dagang tidak benar. dan penerimaan kas dari klien seperti dijelaskan sebelumnya.staff. Spesifikasi pesanan pelanggan tidak cocok 4………………… berkenaan dengan jenis dan / kuantitasnya Dengan mempertimbangkan penemuan ini. Pendapatan dicatat dalam periode sekarang. piutang dagang . tetapi barang 3…………… ………… dagangan tidak dicatat Dengan mempertimbangkan penemuan ini. Terjadi lapping 5………………… 6.id 26 tersebut dicatat pada periode berikutnya Asumsikan bahwa selama pemeriksaan siklus penjualan. Terjadi lapping 5…………… …… 6. Umur piutang dagang tidak benar. piutang tak 2…………… tertagih tidak diakui …… 4.ac.uns. Umur piutang dagang tidak benar. berapakah probabilitas bahwa suatu kekeliruan dan ketidakberesan yang material dari jenis berikut ini dapat terjadi pada periode yang diperiksa. Pendapatan dicatat dalam periode sekarang. karyawan atau pihak ketiga 6………………… menerima barang dari perusahaan tanpa ada tagihan 7. Pelanggan gagal membayar dalam periode 1………………… diskon dan membayar penuh. berapakah probabilitas bahwa suatu kekeliruan dan ketidakberesan yang material dari jenis berikut ini dapat terjadi pada periode yang diperiksa. 1. Pendapatan dicatat dalam periode sekarang. Spesifikasi pesanan pelanggan tidak cocok 4………………… berkenaan dengan jenis dan / kuantitasnya 6.id 27 tagihan 7. Manajemen. Namun diskon disetujui dan jumlah diskon tersebut disalahgunakan 2. piutang dagang . dan penerimaan kas dari klien seperti dijelaskan sebelumnya. dan penerimaan kas dari klien seperti dijelaskan sebelumnya. 8………………… seharusnya pendapatan tersebut dicatat pada periode berikutnya Asumsikan bahwa selama pemeriksaan siklus penjualan.http://bandi. tetapi barang 3………………… dagangan tidak dicatat 4.fe. Pesanan diterima tapi menyalahi kebijakan 7………………… kredit perusahaan 8. piutang tak 2………………… tertagih tidak diakui 3.ac. Pelanggan gagal membayar dalam 1………………… periode diskon dan membayar penuh. Namun diskon disetujui dan jumlah diskon tersebut Noviyani dan Bandi (2002) . Manajemen. Billing (tagihan) dicatat.uns. 1. Pesanan diterima tapi menyalahi kebijakan 7………………… kredit perusahaan 8. piutang dagang .staff. Terjadi lapping 5………………… Dengan mempertimbangkan penemuan ini. karyawan atau pihak ketiga 6………………… menerima barang dari perusahaan tanpa ada tagihan Dengan mempertimbangkan penemuan ini. 8………………… seharusnya pendapatan tersebut dicatat pada periode berikutnya Asumsikan bahwa selama pemeriksaan siklus penjualan. kekeliruan dan ketidakberesan yang material berikut ditemukan 6. kekeliruan dan ketidakberesan yang material berikut ditemukan 5. piutang tak 2………………… tertagih tidak diakui 3. Billing (tagihan) dicatat. kekeliruan dan ketidakberesan yang material berikut ditemukan 7.ac. piutang tak tertagih tidak diakui 3. seharusnya pendapatan tersebut dicatat pada periode berikutnya 2………………… 3………………… 4………………… 5………………… 7………………… 8………………… Asumsikan bahwa selama pemeriksaan siklus penjualan. piutang dagang .staff. Spesifikasi pesanan pelanggan tidak cocok berkenaan dengan jenis dan / kuantitasnya 5. Terjadi lapping 5………………… 6. Pelanggan gagal membayar dalam periode 1………………… diskon dan membayar penuh. Pesanan diterima tapi menyalahi kebijakan 7………………… …… kredit perusahaan Dengan mempertimbangkan penemuan ini. Billing (tagihan) dicatat. Pesanan diterima tapi menyalahi kebijakan kredit perusahaan 8. Pendapatan dicatat dalam periode sekarang. karyawan atau pihak ketiga 6………………… menerima barang dari perusahaan tanpa ada tagihan 8.fe. Namun diskon disetujui dan jumlah diskon tersebut disalahgunakan 2.uns. Umur piutang dagang tidak benar. tetapi barang dagangan 3………………… tidak dicatat 4. 1. Manajemen. tetapi barang dagangan tidak dicatat 4. 8………………… seharusnya pendapatan tersebut dicatat pada periode berikutnya Noviyani dan Bandi (2002) .http://bandi. berapakah probabilitas bahwa suatu kekeliruan dan ketidakberesan yang material dari jenis berikut ini dapat terjadi pada periode yang diperiksa. Umur piutang dagang tidak benar. Spesifikasi pesanan pelanggan tidak cocok 4………………… berkenaan dengan jenis dan / kuantitasnya 5. dan penerimaan kas dari klien seperti dijelaskan sebelumnya.id 28 disalahgunakan 2. Pendapatan dicatat dalam periode sekarang. Terjadi lapping 7. Pelanggan gagal membayar dalam periode 1……………… diskon dan membayar penuh. 1. Namun diskon … disetujui dan jumlah diskon tersebut disalahgunakan 2. Spesifikasi pesanan pelanggan tidak cocok 4……………… berkenaan dengan jenis dan / kuantitasnya … 5. Pendapatan dicatat dalam periode 8……………… sekarang. karyawan atau pihak ketiga 6……………… menerima barang dari perusahaan tanpa ada … tagihan 7. piutang http://bandi.Asumsikan bahwa selama pemeriksaan siklus penjualan.uns. piutang tak 2……………… tertagih tidak diakui … 3. Terjadi lapping 5……………… … 6. Umur piutang dagang tidak benar. tetapi barang 3……………… dagangan tidak dicatat … 4. Pesanan diterima tapi menyalahi kebijakan 7……………… kredit perusahaan … 29 Noviyani dan Bandi (2002) .id dagang .fe.ac. kekeliruan dan ketidakberesan yang material berikut ditemukan 8. seharusnya pendapatan tersebut … dicatat pada periode berikutnya Dengan mempertimbangkan penemuan ini.staff. Billing (tagihan) dicatat. Manajemen. dan penerimaan kas dari klien seperti dijelaskan sebelumnya. berapakah probabilitas bahwa suatu kekeliruan dan ketidakberesan yang material dari jenis berikut ini dapat terjadi pada periode yang diperiksa.