Mioma Uteri

June 13, 2018 | Author: sasa | Category: N/A


Comments



Description

Mioma UteriPengertian Mioma uteri adalah neoplasma jinak otot polos rahim. Mioma terdapat pada 20-25 % perempuan usia produksi. Kriteria Diagnosis Pembesaran Uterus. Diagnosis Banding 1. Kehamilan. 2. Neoplasma ovarium. 3. Endometriosis. 4. Kanker Uterus. Permeriksaan Penunjang 1. Ultrasonografi 2. Dilatasi/kuretase (D/K) bertingkat : pada penderita yang disertai dengan pendarahan, untuk menyingkirkan patologi lain pada endometrium (hyperplasia endometrium atau adenokarsinoma endometrium). 3. Patologi Anatomi. Konsultasi Terapi 1. Observasi. Bila uterus sama/ kurang dari ukuran uterus pada kehamilan 12 minggu tanpa disertai penyulit lain. 2. Miomektomi. Bila fungsi reproduksi diperlukan dan secara teknis dimungkinkan. 3. Histerektomi. a. Fungsi reproduksi tidak diperlukan. b. Pertumbuhan tumor sangat cepat. c. Bila terdapat perdarahan yang membahayakan penderita (tindakan hemostatis) atau keluhan subyektif lainnya. Perawatan RS Rawat inap, bila disertai perdarahan hebat/ anemia gravis atau bila direncanakan pembedahan. Standar Tenaga Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan. Penyulit 1. Perdarahan. 2. Anemia. 3. Infeksi. 4. Perlekatan pascamiomektomi. 5. Cidera organ lainnya. Informed Consent 1. Tertulis, perlusebelum pembedahan. 2. khusus pada tindakan miomektomi perlu dijelaskan kemungkinan berulangnya penyakit atau pengangkutan uterus pada saat pembedahan. Luaran 1. Sembuh total tanpa komplikasi. 2. Penyakit berulang kembali pascamiomektomi. dan hasil konsepsi seluruhnya masih tertahan dalam kandungan. Rasa sakit (kram perut) di daerah atas simfisis. Abortus Komplit Seluruh hasil konsepsi telah ke luar dari kavum uteri Abortus Inkomplit Sebagian hasil konsepsi telah ke luar dari kavum uteri dari masih ada yang tertinggal. Abortus Habitualis Abortus yang terjadi sebanyak tiga kali berturut-turut atau lebih. Abortus Inkomplit . 3. Perdarahan pervaginam. Terlambat haid kurang dari 20 minggu. Abortus Iminens Abortus tingkat pemulaan. Kriteria Diagnosis 1. Abortus Insipiens Abortus yang sedang mengancam yang ditandai dengan serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka. Missed Abortion Abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus telah meninggal dalam kandungan. diagnosis di permudah apabila hasil konsepsi dapat diperiksa dan dapat dinyatakan bahwa semuanyadapat keluar dengan lengkap. Abortus Septic Abortus yang disertai demam >38◦C. ditandai perdarahan pervaginam ostium uteri masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam kandungan. dan flour berbau. Biasanya menyertai abortus provokatus (unsafe abortion). Abortus Pengertian Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. lekositosis. takikardia. akan tetapi hasil konsepsi masih dalam kavum uteri. 2. mungkin disertai jaringan hasil konsepsi. Abortus Komplit keluarnya semua hasil konsepsi. Kriteria diagnosis: Biasanya didiagnosis tidak hanya dengan satu pemeriksaan. Ergometrin 3. memerlukan waktu pengamatan untuk menilai tanda-tanda tidak tumbuhnya atau bahkan mengecilnya uterus. hasil konsepsi masih dalam uterus. disertai mules sedikit atau tidak sama sekali. Missed Abortion . tapi umumnya harus dilakukan dilatasi serviks terlebih dahulu. Perdarahan implantasi biasanya sedikit. pada saat implantasi ovum. dan tes kehamilan positif. Analgetik Missed Abortion penanganan sama dengan abortus inkomplit. warnanya merah dan cepat berhenti. Kanalis servikalis terbuka. dilakukan kerokan. tidak ditransfusi dengan darah.1. Pengertian : Tindakan kuretase pada missed abortion tidak jarang disertai mules. Abortus Imininens Perdarahan melalui ostium uteri ekternum. Perdarahan tidak akan berhenti sebelum sisa hasil konsepsi dikeluarkan. Biasaya didahului oleh tanda abortus iminens yang kemudian menghilang secara spontan atau setelah pengobatan. jaringan dapat diraba dalam kavum uteri (kadang-kadang sudah menonjol dari ostium uteri eksternum) 2. mules biasanya lebih sering dan kuat. serviks belum membuka. Antibiotic 4. Abortus Insipiens Dilatasi serviks uteri yang meningkat. Perdarahan dapat banyak sekali sehingga menyebabkan syok. Hal ini disebabkan oleh penembusan villi korialis ke dalam desidua. Setelah syok dilatasi atau berbarengan dengan penanganan syok. Hematinik 2. Disuntikkan intramuskuler ergometrin untuk mempertahankan kontraksi otot uterus (setelah kuretase) Obat pulang : 1. Pada beberapa wanita hamil dapat terjadi perdarahan sedikit pada saat haid yng semestinya dating jika terjadi pembuahan. Diagnosis Banding 1. uterus mebesar sebesar usia kehamilan. Pemeriksaan CBC. 2. Mola hidatidosa Pemeriksaan Penunjang 1.2. bila akan dilakukan kuretase. CT/BT 3. 3. Abortus Komplit tidak memerlukan pengobatan khusus.pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup menetukan prognosis. Trombosit. Abortus Inkomplit disertai syok karena perdarahan. vitamin dan mineral. Bila diperlukan diperiksa kadar fibrinogen pada missed abortion Konsultasi Terapi 1. Untuk itu perlu hati-hati. Abortus Septik Informed consent Tertulis. Luaran Ibu sembuh. 2. Kehamilan Etopik Terganggu 3. segera infus intravena cairan NaCl fisiologis atau cairan ringer yang selekas mungkin menghadapi kesulitan karena plasenta melekat erat pada dinding uterus. . hanya apabila menderita anemia ringan perlu diberikan sulfas ferosus dan dianjurkan supaya makan makanan yang mengandung banyak protein. Obat pulang: sama dengan abortus inkomplit. Kriteria Diagnosis 1. Terjadinya perdarahan pervaginam yang tidak normal (lamanya. Kelainan Organik 2. GD 4. yang merupakan kelainan poros hipotalamus hipofisis ovarium. jumlah) yang terjadi didalam dan diluar siklus haid. Perdarahan Uterus Disfungsional (PUB) Pengertian perdarahan uterus disfungsional adalah perdarahan abnormal dari uterus (lamanya. Usia terjadinya : perimenars (usia 8-16 tahun) Masa Reproduksi (usia 16-45 tahun) Perimenopause (usia 45-65 tahun) Diagnosis Banding 1. fibrinogen. Tidak ditemukan kelainan organic maupun kelainan hematologi (factor pembekuan) 3. Kuretase terapetik dan diagnostic bila tidak ada kontraindikasi 2. Hematologi : CBC. USG 3. Hanya ditemukan kelainan fungsi poros hipotalamus-hipofisis ovarium dan organ (endometrium) 4. CT/BT. Dilatasi dan kuretase : sudah menikah . tanpa kelainan organis dan hematologi. 2. frekuensi. frekuensi dan jumlah) yang terjadi di dalam maupun diluar siklus haid. Kelainan Hematologi Pemeriksaan Penunjang 1. Patologi Anatomi Konsultasi Dokter Spesialis penyakit Dalam Terapi Operatif 1. Hormone 5. trombosit. Setelah darah berhenti atur siklus Dengan Esterogen + Progesteron selama 3 siklus atau Progesteron 1 X 5- 10mg selama 5-7 hari selama 3 bula Pengobatan sesuai kelainan : Anovulasi : metformin Hiperprolaktin : bromokriptin Polikistik ovarii : metformin. Live saving untuk yang belum menikah 3. PUD Ovulasi 2. . C intravena c. Hormonal 1. 2. bromokriptin. b. pengobatan disesuaikan dengan kelainan hormonal. PUD Anovulasi Menghentikan perdarahan segera a. 3. Asam Traneksamat d. selama 3 bulan. Vit. transfuse bila perlu b. Perdarahan Banyak/ Anemia (PUB Berat) a. klomifen sitrat. Esterogen 0. Perlu untuk tindakan dilatasi kuretase 2. Kuretmedisinalis Esterogen selama 20 hari diikuti Progesteron 5 hari Pil KB kombinasi: 2 x1 tablet 2-3 hari diteruskan 1 X 1 tablet 21 hari Progesteron 10-20mg selam 7-10 hari. Setelah darah berhenti.Pada PUB berat yang disertai anemia/ perdarahan banyak. Histerektomi bila fungsi reproduksi tidak diperlukan. Perawatan RS 1. atur haid : dengan kombinasi esterogen 20 hari diikuti progesterone 5 hari.625 2 X1 tablet atau Pil KB 2 X 1 tablet e. Perbaikan keadaan umum. Perforasi akibat tindakan 2.Standar Tenaga Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Penyulit 1. . Luaran Baik.Anemia Berat Informed Consent Perlu tertulis untuk tindakan Dilatasi dan Kuretase. Neoplasma ovarium. Pemeriksaan Fisik Pembesaran Uterus. Endometriosis. Diagnosis Banding 3. Pemeriksaan Penunjang atau adenokarsinoma endometrium). Kriteria Diagnosis 5. 1. Anamnesis 3. untuk menyingkirkan patologi lain pada endometrium (hyperplasia endometrium 7. 2. Kanker Uterus. PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) Mioma Uteri Mioma uteri adalah neoplasma jinak otot polos rahim. 1. 4. Kehamilan. 6. 2. Diagnosis Kerja Toxoplasmosis 1. 4. Ultrasonografi 2. Pengertian ( Definisi) Mioma terdapat pada 20-25 % perempuan usia produksi. 3. Dilatasi/kuretase (D/K) bertingkat : pada penderita yang disertai dengan pendarahan. . Patologi Anatomi. Tertulis. Miomektomi. Bila uterus sama/ kurang dari ukuran uterus pada kehamilan 12 minggu tanpa disertai penyulit lain. 2. 2. Tingkat Rekomendasi A 13. 1. 8. Pertumbuhan tumor sangat cepat. Prognosis Ad sanationam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam 11. Edukasi kemungkinan berulangnya penyakit atau pengangkutan uterus pada saat pembedahan. c. Observasi. Tata Laksana : a. Bila terdapat perdarahan yang membahayakan penderita (tindakan hemostatis) atau keluhan subyektif lainnya. Kepustakaan . Fungsi reproduksi tidak diperlukan. Penelaah Kritis 14. Histerektomi. 3. Ad vitam : dubia ad bonam 10. khusus pada tindakan miomektomi perlu dijelaskan 9. Indikator 15. Tingkat Evidens 1B 12. b. - 1. Bila fungsi reproduksi diperlukan dan secara teknis dimungkinkan. perlu sebelum pembedahan. Endometriosis. 2. Kehamilan. 4. Pemeriksaan Penunjang atau adenokarsinoma endometrium). untuk menyingkirkan patologi lain pada endometrium (hyperplasia endometrium 22. Diagnosis Kerja Toxoplasmosis 1. 3. Kriteria Diagnosis 20. 1. . Pemeriksaan Fisik Pembesaran Uterus. 19. Kanker Uterus. 21. 16. Dilatasi/kuretase (D/K) bertingkat : pada penderita yang disertai dengan pendarahan. Ultrasonografi 2. Diagnosis Banding 3. Pengertian ( Definisi) Mioma terdapat pada 20-25 % perempuan usia produksi. Mioma uteri adalah neoplasma jinak otot polos rahim. Anamnesis 18. Neoplasma ovarium. 17. Patologi Anatomi. 1. Bila fungsi reproduksi diperlukan dan secara teknis dimungkinkan. Tertulis. Pertumbuhan tumor sangat cepat. Prognosis Ad sanationam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam 26. Kepus . Bila uterus sama/ kurang dari ukuran uterus pada kehamilan 12 minggu tanpa disertai penyulit lain. perlu sebelum pembedahan. b. 2. Edukasi kemungkinan berulangnya penyakit atau pengangkutan uterus pada saat pembedahan. Penelaah Kritis 29. 2. Miomektomi. c. Observasi. 3. 23. Bila terdapat perdarahan yang membahayakan penderita (tindakan hemostatis) atau keluhan subyektif lainnya. Histerektomi. - 1. Fungsi reproduksi tidak diperlukan. Indikator 30. Ad vitam : dubia ad bonam 25. khusus pada tindakan miomektomi perlu dijelaskan 24. Tingkat Evidens 1B 27. Tingkat Rekomendasi A 28. Tata Laksana : a. Kriteria Diagnosis diagnosis di permudah apabila hasil konsepsi dapat diperiksa dan dapat dinyatakan bahwa semuanyadapat keluar dengan lengkap. Rasa sakit (kram perut) di daerah atas simfisis. Perdarahan pervaginam. 6. 34. 5. PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) Abortus Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau 31. Pengertian ( Definisi) berat janin kurang dari 500 gram. Abortus Komplit keluarnya semua hasil konsepsi. Abortus Inkomplit . mungkin disertai jaringan hasil konsepsi. 32. Terlambat haid kurang dari 20 minggu. Pemeriksaan Fisik 4. Anamnesis 33. Perdarahan implantasi biasanya sedikit. Pada beberapa wanita hamil dapat terjadi perdarahan sedikit pada saat haid yng semestinya dating jika terjadi pembuahan. Disuntikkan intramuskuler ergometrin untuk mempertahankan kontraksi otot uterus (setelah kuretase) Obat pulang : 5. mules biasanya lebih sering dan kuat. Antibiotic 8. Abortus Insipiens Dilatasi serviks uteri yang meningkat. Perdarahan dapat banyak sekali sehingga menyebabkan syok. uterus mebesar sebesar usia kehamilan. Analgetik . dan tes kehamilan positif. tidak ditransfusi dengan darah. Hematinik 6. hasil konsepsi masih dalam uterus. jaringan dapat diraba dalam kavum uteri (kadang-kadang sudah menonjol dari ostium uteri eksternum) 4.3. Ergometrin 7. pada saat implantasi ovum. serviks belum membuka. warnanya merah dan cepat berhenti. Abortus Imininens Perdarahan melalui ostium uteri ekternum. dilakukan kerokan. Hal ini disebabkan oleh penembusan villi korialis ke dalam desidua. disertai mules sedikit atau tidak sama sekali. Kanalis servikalis terbuka. Setelah syok dilatasi atau berbarengan dengan penanganan syok. Perdarahan tidak akan berhenti sebelum sisa hasil konsepsi dikeluarkan. tapi umumnya harus dilakukan dilatasi serviks terlebih dahulu. 2. Diagnosis Kerja Missed Abortion Kehamilan Etopik Terganggu 36. Missed Abortion penanganan sama dengan abortus inkomplit. memerlukan waktu pengamatan untuk menilai tanda-tanda tidak tumbuhnya atau bahkan mengecilnya uterus. Pemeriksaan Penunjang 3. Trombosit. Pemeriksaan CBC. Pengertian : Tindakan kuretase pada missed abortion tidak jarang disertai mules. Bila diperlukan diperiksa kadar fibrinogen pada missed abortion . Diagnosis Banding Mola hidatidosa 1. Kriteria diagnosis: Biasanya didiagnosis tidak hanya dengan satu pemeriksaan.pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup menetukan prognosis. CT/BT 37. Abortus 35. Biasaya didahului oleh tanda abortus iminens yang kemudian menghilang secara spontan atau setelah pengobatan. 1. 3. Untuk itu perlu hati-hati. Abortus Komplit tidak memerlukan pengobatan khusus. Tingkat Rekomendasi A 43. Abortus Inkomplit disertai syok karena perdarahan. Kepustakaan . Obat pulang: sama dengan abortus inkomplit. Prognosis Ad sanationam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam 41. 38. Abortus Septik 39. vitamin dan mineral. Indikator 45. 2. Tingkat Evidens 1B 42. Penelaah Kritis 44. Tata Laksana : segera infus intravena cairan NaCl fisiologis atau cairan ringer yang selekas mungkin menghadapi kesulitan karena plasenta melekat erat pada dinding uterus. hanya apabila menderita anemia ringan perlu diberikan sulfas ferosus dan dianjurkan supaya makan makanan yang mengandung banyak protein. Edukasi Ad vitam : dubia ad bonam 40. yang merupakan kelainan poros hipotalamus hipofisis ovarium. tanpa 46. PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) Perdarahan Uterus Disfungsional (PUB) perdarahan uterus disfungsional adalah perdarahan abnormal dari uterus (lamanya. 51. Pengertian ( Definisi) kelainan organis dan hematologi. Hanya ditemukan kelainan fungsi poros hipotalamus-hipofisis ovarium dan organ (endometrium) 53. frekuensi. Anamnesis 48. Usia terjadinya : perimenars (usia 8-16 tahun) Masa Reproduksi (usia 16-45 tahun) . Pemeriksaan Fisik 50. frekuensi dan jumlah) yang terjadi di dalam maupun diluar siklus haid. Tidak ditemukan kelainan organic maupun kelainan hematologi (factor pembekuan) 49. Kriteria Diagnosis 52. Terjadinya perdarahan pervaginam yang tidak normal (lamanya. 47. jumlah) yang terjadi didalam dan diluar siklus haid. Pemeriksaan Penunjang Hematologi : CBC. Tata Laksana : Hormonal 4. trombosit. PUD Anovulasi Menghentikan perdarahan segera c. Live saving untuk yang belum menikah 6. PUD Ovulasi 5. CT/BT. Diagnosis Banding Kelainan Hematologi Kuretase terapetik dan diagnostic bila tidak ada kontraindikasi USG 56. Kuretmedisinalis . Perimenopause (usia 45-65 tahun) Perdarahan Uterus Disfungsional (PUB) 54. Diagnosis Kerja Kelainan Organik 55. Histerektomi bila fungsi reproduksi tidak diperlukan. fibrinogen. 57. GD Hormone Patologi Anatomi Operatif 4. Dilatasi dan kuretase : sudah menikah 5. Perdarahan Banyak/ Anemia (PUB Berat) f. d. Asam Traneksamat i. Esterogen 0. . Perbaikan keadaan umum. klomifen sitrat. Vit. C intravena h. transfuse bila perlu g. Esterogen selama 20 hari diikuti Progesteron 5 hari Pil KB kombinasi: 2 x1 tablet 2-3 hari diteruskan 1 X 1 tablet 21 hari Progesteron 10-20mg selam 7-10 hari. Setelah darah berhenti. selama 3 bulan. atur haid : dengan kombinasi esterogen 20 hari diikuti progesterone 5 hari.625 2 X1 tablet atau Pil KB 2 X 1 tablet j. pengobatan disesuaikan dengan kelainan hormonal. 6. Setelah darah berhenti atur siklus Dengan Esterogen + Progesteron selama 3 siklus atau Progesteron 1 X 5-10mg selama 5-7 hari selama 3 bula Pengobatan sesuai kelainan : Anovulasi : metformin Hiperprolaktin : bromokriptin Polikistik ovarii : metformin. bromokriptin. 58. Tingkat Evidens 1B 61. Indikator 64. Tingkat Rekomendasi A 62. Penelaah Kritis 63. Kepustakaan . Prognosis Ad sanationam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam 60. Edukasi Ad vitam : dubia ad bonam 59.
Copyright © 2025 DOKUMEN.SITE Inc.