Makalah Motivasi dan Komunikasi

June 9, 2018 | Author: Susi Mariani | Category: Documents


Comments



Description

TUGAS MANDIRI

PENGANTAR MANAJEMEN

MOTIVASI DAN KOMUNIKASI



















Nama Mahasiswa : Susi Mariani

NIM : 170910121

Kode Kelas : 171-MN048-N10

Dosen : Dr. Realize, S.Kom., M.SI.











UNIVERSITAS PUTERA BATAM

2018







Kata Pengantar



Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena karuniaNya tugas mandiri ini
dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Topik yang dibahas
dalam tugas mandiri ini adalah "Kinerja Organisasi". Sukses atau tidaknya
sebuah perusahaan sangat ditentukan dari baik buruknya kinerja organisasi.

Oleh karena itu, dalam tugas mandiri ini akan dibahas tentang kinerja
organisasi yang dirangkum dari berbagai-bagai sumber. Terlepas dari itu,
penulis menyadari bahwa masih ada kekurangan-kekurangan dalam makalah ini.

Kiranya makalah ini dapat memberikan pengetahuan dan membantu dalam
menyelesaikan masalah yang terdapat dalam organisasi. Terima kasih.



















Batam, Desember 2017
















DAFTAR ISI



Kata Pengantar ii

Daftar Isi iii

Isi

Pengertian komunikasi 1

Unsur-unsur komunikasi 1

Proses komunikasi 3

Bentuk-bentuk komunikasi 4

Peranan dan fungsi komunikasi 6

Membangun komunikasi yang efektif 6

Bahasa dan komunikasi 7

Teknik berbicara dan mendengar aktif 9

Beberapa pendekatan dalam komunikasi organisasi 11

Motivasi 14

Pengertian motivasi 14

Kategori motivasi 14

Pendorong motivasi 15

Faktor pendorong motivasi 17

Pendekatan dalam motivasi 18

Tantangan dalam motivasi 20

Daftar pustaka 22

Biodata 23

PENGERTIAN KOMUNIKASI

Komunikasi berasal dari bahasa latin ,yaitu cum di sebut kata depan yang
artinya dengan atau bersama dengan , dan kata units sebutan kata bilangan
yang berarti satu , dua kata tersubut membentuk kata cummunion yang dalam
bahasa inggris nya di sebut communion, yang berarti
kebersamaan,persatuan,persekutuan gabungan,pergaulan atau hubungan. Menurut
harwood " communication is more technically asa process for cunduction the
Memories (komunikasi di definisikan secara lebih teknis sebagai suatu
proses untuk membangkaitkan kembali ingatan-ingatan)"




UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI

Dalam proses komunikasi terdapat tiga unsur komunikasi itu merupakan
kesatuan yang utuh dan bulat. Ketiga unsur komunikasi itu adalah sebagai
berikut :

1. Komunikasi (sender/pengirim)

Komunikasi (sender) adalah orang yang menyampaikan isi pertanyaan kepada
komunikasi bisa perseorang, kelompok, atau organisasi pengirim berita.
Tanggung jawab utama dari seorang komunikasi (sender/ pengirim) adalah:

a. Mengirim pesan dengan jelas

b. Memiliki saluran/media (channel) yang cocok untuk mngirim pesan

c. Meminta kejelasan bahwa pesan telah di terima dengan baik


Untuk itu, komunikasi dalam menyampaikan pesan/ informasi/ berita,
harus memperhatikan orang yang diajak berkomunikasi, hal yang akan di
sampaikan dan cara menyampaikan dalam menyampaikan pesan komunikator
harus menyesuaikan dangan tingkat pengetahuan pihak penerima.






2. Komunikan (receiver/ penerima)


Komunikan/ penerima adalah partner/ rekan dari komunikator dalam
komunikasi. Sesuai dngan namanya, ia berperan sebagai penerima berita.
Dalam komunikasi, peran pengirim dan penerima selalu bergantian sepanjang
pembicaraan. Penerima mungkin mendengarkan pembicara atau menuliskan teks
atau menginterpretasikan pesan dengan berbagai cara. Tanggung jawab
penerima pesan adalah:

a. Berkonsentrasi pada pesan untuk mengerti dengan baik dan benar
akan pesan yang di terima.

b. Memberikan umpan balik pada pengim untuk memastikan
pembicara/pengirim bahwa pesan telah di terima dan di
mengerti.hal ini sangat penting,terutama pada pesan yang
dikirimkan secara lisan.

Dengan di terima umpan balik dari pihak komunikasikan, terjadi
komunikasi dua arah (two-way traffic atau two-way flow of
communication). Apabila antara pengirim berita dan penerima berita
mempunyai pemahaman yang sama, komunikasi dapat berjalan dengan
lancar.










3. Channel (saluran/media)

Channel adalah saluran atau jalan yang di lalui oleh pernyataan komunikator
kepada komunikan atau jalan yang di lalui feedback kominukasikan kepada
komunikator yang di gunakan oleh pengirim pesan. Pesan tersebut dapat
berupa kata-kata atau tulisan, tiruan, gambaran atau perantara lain yang
dapat digunakan untuk mengirim melalui berbagai channel yang berbeda,
seperti telepon, televisi, fiksimili, fotokopi, hand signal, e-mail, sandi
morse, semaphone, SMS, dan sebagainya. Pemilihan channel dalam proses
komunikasi bergantungan pada sifat berita yang akan di sampaikan (Wursanto
1994). Ada tiga macam bentuk berita, yaitu :

a) Berita yang bersifat audible, yaitu berita yang dapat didengar,
baik secara langsung maupun tidak langsung (telepon, radio,
lonceng, sirene)

b) Berita yang bersifat visual, yaitu berita yang dapat dilihat,
yang berbentuk tulisan, gambar, poster serta tanda, seperti
sinar lampu, bendera.

c) Berita yang bersifat audio-visual, yaitu berita yang dapat
didengar dan dilihat baik melalui televisi, film, pameran maupun
kesenian.

Dalam praktik komunikasi , channel/media tidak selalu diperlukan oleh
komunikator . Artinya komunikasi dapat dilakukan secara langsung tanpa
medium , sehingga isi pesan komunikator sampai kepada komunikan tanpa
melalui media . Proses komunikasi seperti ini disebut sebagai komunikasi
langsung atau face to face / direct communication.




Ada beberapa ciri komunikasi face to face atau komunikasi yang menggunakan
saluran antarpribadi (Liliweri, 1991), yaitu :

1. Arus pesan yang cenderung dua arah

2. Konteks komunikasinya tatap muka

3. Tingkat umpan balik yang terjadi tinggi

4. Kemampuan mengatasi tingkat selektivitas tinggi (selective
exposure)

5. Kecepatan jangkauan terhadap audience yang besar relatif lambat

6. Efek yang mungkin terjadi adalah perubahan sikap.

Pada era informasi saat ini, media komunikasi sebagai unsur yang sangat
penting dalam menunjang kecepatan dan keakuratan penyampaian informasi,
hendaknya dimanfaatkan secara optimal. Saat ini pesan melalui SMS merupakan
media komunikasi yang paling disenangi masyarakat di indonesia.


PROSES KOMUNIKASI

Sebelum masuk dalam proses komunikasi dengan komunikan, di dalam pikiran
komunikator terjadi semacam rangsangan atau stimulus. Rangsangan itu
terjadi karna faktor di luar dirinya (menyampaikan pesan karna ada
peristiwa di luar dirinya), atau karena adanya faktor dari dalam dirinya
(menyampaikan pesan dari diri sendiri), yaitu hasil olahan pikiran yang ada
di benaknya.

Komunikator , sebelum mengirimkan pesannya , terlebih dahulu mengemasnya
dalam bentuk yang dianggap sesuai dan dapat diterima serta dapat dimengerti
oleh komunikan . Pengemasan ini disebut sebagai encoding , komunikator
memasukkan atau menggunakan perasaannya ke dalam kode atau lambang dalam
bentuk kata-kata atau nonkata , misalnya raut wajah atau gerak-gerik tubuh.

Setelah pesan sampai pada komunikan , apa bila ada feedback , komunika akan
bertindak sebagai komunikator , yaitu memasukkan kode yang disebut sebagai
decoding untuk disampaikan kembali kepada komunikator .

Proses komunikasi mempunyai dua model , yaitu model linier dan model
sirkuler.

1. Model linier

Model ini mempunyai ciri sebuah proses yang hanya terdiri atas dua garis
lurus, bahwa proses komunikasi berawal dari komunikator dan berakhir pada
komunikan. Contohnya formula Lasswell. Formula ini dikenal dengan rumusan
cara untk menggambarkan denga tepat sebuah tindak komunikasi, yaitu dengan
menjawab pertanyaan berikut:

Who (siapa);

Says what (mengatakan apa );

In whitch channel (dengan saluran yang mana);

To whom (kepada siapa);

With what effect (dengan efek seperti apa);




2. Model sirkuler

Model sirkuler ditanda dengan adanya unsur unsur feedback . Dengan demikian
proses komunikasi tidak berawal dari satu titik dan berakhir pada titik
yang lain . Jadi proses komunikasi sirkuler itu berbalik satu lingkaran
penuh .

Model ini menunjukkan adanya arus dari satu orang atau kelompok lainnya
melalui umpan balik / feedback kembai ke orang semula , membuat loop /
balikan atau putaran penutup . Balikan bermula pada seseorang atau pengirim
(sender) mempunyai pesan yang akan di komunikasikan . pertama-tama pengirim
atau sender menulis pesan , dan memberi arti dengan harapan pesan dapat
dimengerti . pengirim selanjutnya mengirim pesan atau menyampaikannya
melalui saluran (channel) baik melalui saluran formal maupun informal di
antara dua pihak dengan menggunakan media atau perantara, misalnya face to
face/ berbicara tatap muka, telepon, menulis memo, faksimili dan internet .

Kemudian menerima pesan itu mencoba memahaminnya dengan cara menguraikan
isi pesan yang telah diterimannya. Dalam banyak hal komunikasi sering
mengalami gangguan atau noise yang merupakan penghambat komunikasi sehingga
dapat megurangi keakuratan/ kecepatan pesan yang disampaikan. Misalnya
pesan tertulis yang disampaikan tidak jelas, pesan yang diuraikan tidak
menyeluruh, media yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengalami
gangguan atau unsur waktu yang menekankan atau membatasi dalam penyampaian
pesan



BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI

Komunikasi mempunyai berbagai bentuk yang semuanya bergantung pada cara
kita memandangnnya

1. Dari segi penyampaian pesannya, komunikasi dapat dilakukan secara
lisan dan secara tertulis , atau secara elektronik melalui radio,
televisi, telepon, internet, dan sebagainnya.

2. Dari segi kemasan pesan, komunikasi dapat dilakukan secara verbal
(dengan berbicara) atau secara nonverbal (dengan bahasa isyarat).
Komunikasi verbal diwakili dalam penyebutan kata-kata, yang dapat
diungkap dengan lisan atau tertulis. Adapun komunikasi nonverbal
terlihat dalam ekspresi atau mimik wajah, gerakan tangan, mata, dan
bagian tubuh lainnya.

3. Dari segi kemasan keresmian pelaku komunikasi, saluran komunikasi yang
digunakan dan bentuk kemasan pesan, komunikasi dapat di kategorikan
sebagai bentuk komunikasi formal dan nonformal.

4. Dari segi pasangan komunikasi, komunikasi dapat dilihat sebagai:

a. Komunikasi intrapersonal (intrapersonal communication) adalah proses
komunikasi dalam diri komunikator. Pengirim dan pesannya adalah
dirinya sendiri (manusia sebagai makhluk rohani)

b. Komunikasi intrapersonal (intrapersonal communication) adalah
interaksi tatap muka antara dua orang atau lebih. Pengirim dapat
menerima dan menanggapinya secara langsung pula (manusia sebagai
makhluk sosial)

Selanjutnya bentuk komunikasi yang akan dibahas adalah komunikasi verbal
dan komunikasi nonverbal.

1. Komunikasi Verbal (Verbal Communication)
Dalam komunikasi verbal informasi yang di sampaikan secara verbal atau
lisan . Proses penyampaian informasi secara lisan inilah yang dinamakan
berbicara . Kualitas proses komunikasi verbal ini sering ditentukan oleh
intonasi suara dan ekspresi raut muka serta gerakan tubuh atau body
language. Maksudnya, kata-kata yang diucapkan akan lebih jelas apabila
disampaikan dengan intonasi suara , mimik , dan gerakan yang tepat.
Dalam kehidupan sehari-hari , penyampaian dan penerimaan pesan yang
menggunakan kata-kata sering juga menggunakan tulisan . Meskipun daam
bentuk tulisan , bahasa yang dipakai adalah bahasa lisan . Dalam organisasi
, media verbal , seperti bulletin , pamflet , leaflet mempunyai hubungan
personal yang tinggi dan mempunyai peluang yang dapat langsung memberikan
umpan balik , seperti diskusi dan tatap muka Demikian juga , dengan
dokumen organisasi lainnya yang diterbitkan secara berkala yang isinya
mengenai keiginan para pegawai berkenaan dengan cara menyusun rencana kerja
organisasi , baik bisnis maupun nonbisnis dengan segala permasalahannya .
Dokumen ini berperan penting dalam mengomunikasikan berita-berita yang
mempunyai nilai tersendiri bagi karyawan . Buku pegangan pegawai yang
berisi informasi , latar belakang organisasi , dan bisnis perusahaan serta
peraturan-peraturan yang menyertainya dapat digunakan untuk mendapatkan
informasi tentang perusahaan .



2. Komunikasi Nonverbal (Nonverbal Communication)

Dalam komunikasi nonverbal , informasi disampaikan dengan menggunakan
isyarat (gestures) , gerak-gerik (movement) , suatu barang , waktu , cara
berpakaian , atau sesuatu yang dapat menunjukkan suasana hati atau perasaan
pada saat tertentu , misalnya pada saat seseorang sedang sakit , atau stres
.

Beberapa komunikasi nonverbal adalah sebagai berikut .

Cara berpakaian : komunikasi dengan penampilan . kita sering
mendengar pernyataan , " pakaian menunjukkan apakah ia laki-laki
atau perempuan " , dan mungkin akana memerhatikan bahwa model
pakaian mengomunikasikan sesuatu .

Waktu : mekanisme lainnya dalam komunikasi nonverbal dalam
organisasi adalah penggunaan waktu misalnya pada saat dokter
atau dokter gigi biasannya kita akan memperhatikan waktu dan di
sana biasanya disediakan ruang tunggu .

Tidak hanya dokter yang menyediakan waktu seperti ini , tetapi
orang-orang yang memiliki keahlian lainnya juga menyediakan
waktu-waktu tertentu . Misalnya penasehat hukum , notaris ,
konsultan intellectual properti ( merek atau paten ) , konsultan
pajak dan lain lain . Akan tetapi pada kenyataan ada juga
individu-individu dangan posisi yang tinggi dalam menyampaikan
atau mengomunikasikan ide-idenya menggunakan waktu yang baginya
mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan lainnya , dengan
menjadikan orang lain menunggunya .

Menggunakan tempat : seperti waktu , tempat menyebabkan
komunikasi menjadi penting . Misalnya : kepala biro tentu
menduduki meja kerja yang besar dalam satu ruangan besar dengan
ukuran dan bentuk-bentuk tertentu yang biasa disebut sebagai
meja biro . para staf atau pegawai biasa menduduki meja dengan
ukuran yang lebih kecil diruangan bersama dengan rekan lainnya .



Komunikasi nonvebal juga di katakan sebagai komunikasi behasa tubuh
(kinesik) sebagaimana dikatakan Cassagrande O.Diane dalam buku oral
communication in technical professions and businesses (1986) yang di
kutupi oleh Alo Liliweri dalam buku komunikasi antara pribadi (1991)
contoh lain , misalnya menunjukkan tanda dua jari sebagai " victory"
dan mengacuhkan jempol sebagai "memuji"

Selain itu , komunikasi nonverbal bisa juga sebagai ilustrator .
Misalnya , menunjukkan tingginya tubuh seseorang atau gendutnya perut
pelawak , rendahnya suatu pohon (bonsai) . Gerakan tubuh yang disebut
sebagai adaptor menunjukkan gerakan spesifik dari seseorang yang sudah
kita kenal betul . Misalnya , menompang dagu tanda sedang bingung dan
mengusap rambut tanda kecewa .



PERANAN DAN FUNGSI KOMUNIKASI

Kata "komunikasi" adalah kata benda yang statis .akan tetapi,komunikasi
merupakan suatu siklus atau putaran (loop) yan melipat kan paling sedikit
dua orang . ilustrasi berikut di harapkan dapat lebih menjalankan peranan
dan fungsi komunikasi. Seseorang yang berkomunikasi dengan orang lain ,
tentunya berusaha memahami (percei) respon yang di berikan oleh orang
tersebut . kemudian , dia akan memberikan reaksi dengan pikiran dan
perasaannya.

Seseorang yang berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata kualitas suara ,
badannya (perceive) , isyarat (getture) dan raut muka (expression) .
komunikasi menyangkut suatu pesan yag mengalir dari suatu orang ke orang
yang lain. Kualitas hubugan dalam komunikasi sangan di tentukan oleh tiga
aspek , yaitu proses manusia(humas) dan bukan manusia (non humas) serta
informasi.




MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Kata efektif sering sering di artikan sebagai mencapai sasaran yang di
inginkan berdampak menyengkan , serta bersifat aktual dan nyata . dengan
demikian, komunikasi efektif dapat di artikan sebagai penerima pesan oleh
komunikasi (reciever) sesuai dengan pesan yang di kirim oleh sender atau
komunikator , kemudian receiver atau komunikan memberikan respons sesuai
dengan yang di harapkan. Jadi, komunikasi efektif terjadi apabila terdapat
aliran informasi dua arah, yaitu antara komunikator dan komunikan.




1. Aspek – aspek komunikasi yang efektif

a. Kejelasan (clarity) : Bahasa ataupun informasi yang disampaikan
harus jelas. Dalam kehidupan sehari – hari , sering kita mendengar
ucapan – ucapan, seperti ini, " Masalahnya ininya belum dianukan "
atau " Apa arti ini dan diapakan? " Akan lebih mudah dipahami
maknanya bila, misalnya kata ini diganti buku dan kata anu diganti
bagi. Jadi, kalimat itu adalah Masalahnya, bukunya belum bagikan.

b. Ketepatan (accuracy) : Bahasa dan informasi yang disampaikan harus
betul – betul akurat alias tepat. Bahasa yang digunakan harus
sesuai dan informasi yang disampaikan pun harus benar.

c. Konteks (contex) : Bahasa dan informasi yang disampaikan harus
sesuai dengan keadaan dan lingkungan tempat komunikasi terjadi.

d. Alur (flow) : keruntutan alur bahasa dan informasi akan sangat
berarti dalam menjalin komunikasi yang efektif.

e. Budaya (culture) : aspek ini tidak hanya menyangkut bahasa dan
informasi, tetapi juga tata krama atau etika. Bersalaman dengan
satu tangan bagi orang sunda mungkin terkesan kurang sopan , tetapi
bagi etnis lain mungkin suatu hal yang biasa.



2. Strategi membangun komunikasi yang Efektif

a. Mengetahui mitra bicara (audience) : Kita harus sadar dengan siapa
kita bicara, apakah dengan orang tua, anak – anak atau
perempuan,status sosialnya seperti pangkat, jabatan dan semacamnya
petani , pengusaha, guru , kiai , dan lain – lain.

b. Dipahami oleh audience. Berbicara dengan orang dewasa tentu akan
sangat berbeda dengan berbicara kepada anak-anak . berbicara dengan
atasan tentu akan berbeda dengan berbicara pada bawahan atau teman
sederajat.

c. Mengetahui tujuan. Tujuan kita berkomunikasi sangat menentukan cara
kita menyampaikan informasi sehingga komunikasi bersifat
pengumuman.

d. Memerhaitkan konteks. Kontek di sini bisa berarti keadaan atau
lingkungan pada saat berkomunikasi. Konteks sangat berperan dalam
memperjelas informasi yang disampaikan.




3. Efektivitas Komunikasi Verbal

Seperti telah disinggung pada bab sebelumnya, kualitas komunikasi verbal
ditentukan oleh totalitas suara atau tinggi rendahnya dan lemah – lembutnya
suara, keras tidaknya suara dan perubahan nada suara. Akan tetapi ,
tonalitas suara saja tidak cukup karena tonalitas suara bisa membuat
komunikasi verbal kurang hidup.



4. Efektivitas Komunikasi Nonverbal

a. Cara berpakain

Cara berpakaian dapat mengomunikasikan siapa dan apa status
seseorang, baik dalam pekerjaan sehari-hari maupun dalam waktu-waktu
tertentu

b. Waktu

Waktu adalah sesuatu yang sangat berarti. " Time is money" adalah
prinsip yang dipegang oleh para pengusaha bahkan oleh orang-orang
yang memanfaatkan hidupnya untuk produktivitas yang bermanfaat.

c. Tempat

Sama seperti waktu, tempat pun sangat menentukan efektivitas
komunikasi. Kantor adalah tempat bekerja, restoran adalah tempat
makan, lapangan golf adalah tempat olahraga, diskotik atau karaoke
adalah tempat hiburan, dan sebagainya.




5. Pengaruh Budaya dalam Komunikasi

Perbedaan budaya akan memengaruhi kefektifan dalam berkomunikasi. Sebab,
komunikasi akan efektif apabila ia dapat menguraikan nilai-nilai dasar,
motivasi, aspirasi, dan asumsi-asumsi yang didasarkan pada geografi atau
letak suatu negara,fungsi, dan tingkat sosial.




BAHASA DAN KOMUNIKASI

Bahasa itu arbitrari. Artinya, suatu kata tidak akan ad artinya apabila
tidak ada persetujuan dari para pemakainya. Misalnya, kata " rumah " bisa
dipahami oleh bangsa indonesia karena kita semua setuju bahwa bangunan
tempat kita tinggal dirumah.

Pengertian Bahasa

Bahasa dapat dibedakan menjadi dua pengertian. Dalam arti luas, bahasa
adalah alat perhubungan yang tidak terbatas kata-kata, tetapi meliputi
gerak-gerik, mimik, dan panto mimik. Dalam arti sempit, bahasa adalah
hubungan antara suara dan kata-kata. Bahasa juga dapat dibedakan dalam
bahasa lisan dan bahasa tulisan.

Fungsi Bahasa dalam Arti Kehidupan Manusia

Fungsi bahasa dalam kehidupan manusia berbeda-beda, bergantung pada tingkat
perkembangan manusia itu sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa
memiliki fungsi utama, yaitu sebagai alat untuk mengekspresikan berbagai
berbagai macam perasaan dan alat komunikasi.

Bahasa sebagai alat mengekspresikan perasaan

Setiap orang memiliki berbagai macam perasaan. Misalnya kasih
sayang rasa kagum atau heran, rasa senang atau tidak senang,
rasa sedih atau gembira, aman dan tidak aman, atau rasa takut.

Bahasa sebagai alat komunikasi

Sebagai alat komunikasi dengan masyarakat, bahasa dapat :

Memperlancar pergaulan

Memperluas hubungan

Melahirkan gagasan, ide, isi hati, perasaan, inisiatif,
kreativitas

Menambah pengetahuan

Menyampaikan informasi

Faktor-faktor yang Memengaruhi Kelancaran dan Hambatan Berkomunikasi

Kelancaran berkomunikasi dengan lisan bagi setiap orang berbeda-beda, dan
dipengaruhi oleh berbagai faktor berikut.

Faktor pengetahuan

Semakin luas pengetahuan yang dimiliki seseorang, semakin banyak
perbendaharaan kata yang dapat memberikan dorongan baginya untuk
berbicara lebih lancar.

Faktor pengalaman

Semakin banyak pengalaman yang dimiliki seseorang, semakin
menyebabkan seseorang terbiasa menghadapi sesuatu.

Faktor inteligensi

Orang yang inteligensinya rendah, biasana kurang lancar dalam
berbicara karena kurang memiliki kekayaan perbendaharaannya kata
dan bahasa yang baik.

Faktor kepribadian

Orang yang mempunyai sifat pemalu dan kurang pergaulan, biasanya
kurang lancar berbicara.

Faktor biologis

Kelumpuhan organ berbicara dapat menimbulkan kelainan, seperti
Sulit mengatakan kata desis karena ada kelainan pada rahang,
bibir gigi.

Macam-macam Komunikasi dengan Cara Berbicara

Komunikasi dengan cara berbicara dapat digolongkan dalam
beberapa macam, yaitu sebagai berikut.

Dari segi jarak; komunikasi berbicara langsung atau face to
face dan berbicara tidak langsung.

Dari segi sarana/saluran/media; komunikasi berbicara dapat
melalui surat telepon, radio, internet, email, sandi, dan SMS.

Dari segi tujuan; komunikasi berbicara dalam seminar, semiloka,
diskusi panel, rapat kerja, santiaji, kampanye, dalam kelas
wawancara.

Dari segi kedinasan; komunikasi yang membicarakan soal kedinasan
dan membicarakan soal pribadi.

Dari segi bahasa yang digunakan; komunikasi dengan berbicara
melalui bahasa lisan

Dari segi lawan berbicara; komunikasi dengan berbicara satu
lawan satu

Dari segi hierarki; terdiri atas

Komunikasi ke bawah

komunikasi yang turun dari satu level pada level yang lebih
rendah, secara perlahan-lahan menuju ke bawah.

Komunikasi ke atas

komunikasi dengan atasan. Perbedaan status menyebabkan
beberapa kendala dalam berkomunikasi, terutama dalam
mendapatkan umpan balik tentang buah pikiran dan kinerja
bawahan.

Komunikasi sejajar

Komunikai antarteman sekerja, antarbagian, atau dengan
teman kerja lainnya, pimpinan dengan pimpinan, bawahan
dengan bawahan, dan orang tua dengan orang muda.

Komunikasi diagonal

Komunikasi yang memotong rantai perintah organisai yang
dilakukan antara dua orang pada tingkat kedudukan yang
berbeda, pada tugas dan fungsi yang berbeda.



TEKNIK BERBICARA DAN MENDENGARKAN AKTIF

Dalam komunikasi verbal atau berbicara, suara harus mempunyai makna
sehingga maksud pembicaraan dapat dimengerti.

1. Teknik Berbicara Efektif

Sampai saat ini, masih banyak orang yang beranggapan bahwa kemampuan
seseorang berbicara, menyampaian ide dan gagasannya, memengaruhi orang
yang melalui pembicaraan adalah anugrah tuhan yang sifatnya
individual.

Dalam setiap aksen komunikasi, baik informal maupun formal, teknik
berbicara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

Menarik nafas dalam-dalam sebelum memulai berbicara

Mengatur volume berbicara agar lebih keras dari biasanya

Menggunakan kata-kata sehari-hari yang dikenal oleh pendengar

Melayangkan pandangan (ke kiri, kanan, atau tengah) untuk
menemukan pendengar yang paling berminat dan bersimpati terhadap
pembicara kita.

2. Mendengar dengan Aktif

Mendengarkan merupakan hal utam dalam berkomunikasi mendengarkan dengan
aktid berarti mendengar untuk mengerti apa yang dikatakan di balik pesan.
Beberapa tips untuk mendengarkan secara aktif adalah sebagai berikut.

Mendengarkan secara aktif dengan menangkap uangkapan nonverbal
seperti halnya menangkap isyarat verbal.

Penerima pesan mengecek kembali apa yang ada di balik pesan yang
diterimanya untuk mengerti pesan yang dia terima.

Gambaran perilaku merupakan gambaran individual yang sangat
spesifik. Kegiatan mengamati orang lain tanpa membuat keputusan
atau generalisasi tentang latar belakang, orang, atau sifat-
sifatnya merupakan upaya untuk memahami gambaran perilaku.

3. Keterampilan Berbicara

Keterampilan verbal dalam berbicara lisan merupakan kemampuan
mengekspresikan bahan pembicarakan dalam bahasa kata-kata. Tidak ada aturan
yang mengikat atau standar dalam penggunaannya, baik menyangkut panjang
kata-kata maupun perincian uraian yang akan disampaikan. Dalam berbicara ,
kita harus menghindari kata-kata jargon yaitu kata-kata yang di buat
sendiri untuk kalangan sendiri/orang-orang tertentuyang tidak mengerti oleh
orang lain/grup lainnya. Untuk menghindari kata-kata jargon dalam
komunikasi gunakanlah kata-kata yang pendek , sederhana , dan langsung pasa
sasaran.

Teknik yang dapat di manfaatkan dalam meningkatkan efektivitas penampilan
berbicara verbal adalah sebagai berikut.

Percaya diri

Ucapkan kata-kata dengan jelas dan perlahan-lahan

Bicara dengan wajar

Atur irama dan tekanan suara dan jangan menonton

Menarik nafas dalam-dalam

Hindari sindrom em,anu,apa.. jika kehabisan bicara atau lupa

Membaca paragraf yang di anggap penting dalam teks

Menyiapkan air minum(terutama mereka yang sering kehabisan
nafas jika berbicara)

4. Gaya berbicara

Gaya berbicara adalah cara berbicara yang dapat menimbulkan daya tarik
bagi pendengar.gaya berbicara dapat di golongkan sebagai berikut:

1. Gaya berbicara dengan hubungkan suara dengan kata-kata atau gaya
bahasa

a. Gaya bahasa asindenton,bertujuan agar pendengar
memperhatikan kalimat seluruhnya,buka pada bagian-bagian
kalimat.

b. Gaya bahasa polisidenton,bertujuan agar pendengar
mengarahkan perhatiannya pada kalimat demi kalimat.

c. Gaya bahasa klimaks,bertujuan agar para pendengar
tertarik dan memperoleh perbandingan mendalam

d. Gaya bahasa antiklimmaks,berlawan dengan klimaks ,tetapi
pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama.

e. Gaya bahasa hiperbola ,bertujuan menarik perhatian orang
yang mendengar atau menyangatkan.

2. Gaya berbicara dengan geraj air muka (mimik)

Gaya bicara ini tidak menggunakan kata-kata,tidak diam,tetapi
dengan gerak air muka (wajah). Warna muka merah mungkin sedang
marah atau malusedangkan muka wana pucat mungkin sedang
ketakutan,sakit atau kaget.

3. Gaya berbicara dengan gerak anggota badan (panto mimik)

Geleng kepala berarti tidak setuju, menggaukkan kepala berarti
tanda setuju,menggunakan gerak tangan yang menunjukkan
pengertian bicara tertentu,menggaruk-garuk kepala tanda tak
mengerti atau menggigit kuku jari tanda gugup.

4. Gaya berbicara dengan gerak-gerik (panto mimik dan mimik)

Gerak-gerik termasuk bahasa dalam pengertian luas dan sebagai
alat komunikasi.Gerak bukan hasil kebudayaan melainkan tubuh
sendiiri seagai alat kominikasi.



BEBERAPA PENDEKATAN DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI



Sosiolog aimitai etzioni mengatakan bahwa masyarakat kita adalah masyarakat
organisasi. Berikit ini akan di bahas beberapa pendekatan yang berhubungan
dengan pelaksanaan kominikasi dalam suatu organisasi.

1. Pendekatan struktur dan fungsi organisasi

Teori pertama yang memiliki berkaitan ini adalah teori birokrasi yang di
kenalkan olek Mak Weber seorang teoretis terkenal sepanjang zaman. Inti
teori weber mengenai birokrasi adalah konsep mengenai kekuasaan,wewenang
dan legitimasi. Menurut weber kekuasaan adalah kemampuan seseorang dalam
setiap hubungan sosial guna memengaruhi orang lain . ia juga mengemukakan
tiga jenis kewenangan (otoritas) , yaitu:

a. Kewenangan tradisional terjadi ketika perintah atasan sirasakan
sebagai sesuatu yang sudah pantas atau sudah benat menurut
ukuran tradisi.

b. Kewenangan birokratismmerupakan bentuk yang paling relevan dalam
birokrasi karena kekuasan diperoleh dari aturan-aturan birokrasi
yang di sepakati oleh seluruh anggota organisasi.

c. Kewenangan krismatik merupakan kekuasaan yang diperoleh karena
karisma dari kepribadian seseorang.

Selain itu ,weber juga mengemukakan pandangannya mengenai enam prinsip
birokrasi berikut:

a. Birokrasi didasarkan pada aturan-aturan yang memungkinkan si
selesaikannya suatu persoalan.

b. Birokrasi mengenal pembagian kerja secara sistematis terhadap
tenaga kerja

c. Inti birokrasi adalah adanya penjenjangan (hierarki)

d. Pimpinan di angkat berdasarkan kemampuan dan pendidikan mereka.

e. Birokrasi harus memiliki kebebasan untuk mengalokasikan sumber-
sumber yang ada dalam lingkup pengaruhnya

f. Birokrasi mansyaratkan pengelolaan arsip yang rapi




2. Pendekatan hubungan manusiawi (human relation)

Menurut chris agrys praktik organisasi demikian di pandang tidak
manusiawi karena penyelesaian suatu pekerjaan telah mengalahkan
perkembangan individu dan keadaan ini berlangsung secara berulang.

Ketika kompetensi teknik dinomorsatukan, kompetensi antar pribadi di
kurangi. Ada beberapa anggapan dasar dari pendekatan ini :

a. Produktivatas ditentukan oleh norms sosial bukan psikologis

b. Seluruh imbalan yang bersifat nonekonomis sangat penting dalam
memotivasi para karyawan Karyawan biasanya memberikan suatu
reaksi persoalan mengutamakan kelompok dari pada individu

c. Kepemimpinan memberikan peranan yang sangat penting dan mencakup
aspek formal dan informal

d. Komunikasi merupakan proses penting dalam pengambilan keputusan



3. Pendekatan komunikasi sebagai proses pengorganisasian

Pendekatan ini didasarkan pasa anggapanbahwa komunikasi organisasi
merupakan proses pengorganisasian. Inti dari setiap organisasi adalah
bahwa orang bertindak dalam cara tertentu sehingga perilaku mereka
saling terkaitan,perilaku seseorang bergantungan pada perilaku yang
lain. Pemikiran strukturasi dalam organisasi oleh poole dan Mcphee
menjelaskan bahwa struktur organisasi di ciptakan ketika sekelompok
orang saling berkomunikasi melalui saluran tertentu. Komunikasi
tersebut terbagi dalam tiga jenjang yaitu:

a. Konsepsi , yaitu orang-orang membuat berbagai keputusan dalam
pilihan , tahap ini di lakukan oleh top manajemen

b. Implementasi , yaitu penjabaran formal dari konsep yang di
putukan atau di pilih , tahap ini dilakukan oleh middle
manajemen

c. Penerimaan , yaitu tindakan-tindakan yang mengacu pada keputusan-
keputusanorganisasi , tahap ini biasanya di lakukan oleh
karyawab




4. Pendekatan organisasi sebagai kultur

Michael Paconowsky dan Nock o'Donnel Trijullo memandang organisasi
sebagai suatu kultur, dalam arti bahwa komunikasi organisasi merupakan
pandangan hidup (way of life) bagi para anggotanya. Menurut Pacanowsky
dan Trijullo, ada lima bentuk penampilan organisasi

a. Ritual

Bentuk penampilan yang diulang-ulang secara teratur, suatu aktivitas
yang dianggap oleh suatu kelompok sebagai sesuatu yang sudah biasa
dan rutin.

b. Hasrat

Keinginan para karyawan untuk mengubah pekerjaan-pekerjaan rutin
dan membosankan menjadi menarik dan merangkang minat.

c. Sosialitas

Bentuk penampilan yang memperkuat suatu pengertian bersama mengenai
kebenaran ataupun normal dan penggunaan aturan dalam organisasi,
seperti kata susila dan sopan santun.

d. Politik organisasi

Bentuk penampilan yang menciptakan dan memperkuat minat terhadap
kekuasaan dan pengaruh, seperti memperlihatkan kekuatan diri.

e. Enkulturaso

Proses mengajarkan budaya kepada para anggota organisasi.




5. Integritas dalam Komunikasi Organisasi

Pada bagian ini, kita akan membahas lebih lanjut pendekatan sistem
yang menekankan proses integratif dari konsep-konsep sistem.

Teori Integratif yang dikemukakan oleh Richard Farace, Peter Monge,
dan Hamish Russel menunjukkan pendangan umum yang sangat menarik
mengenai konsep sistem dari organisasi. Mereka mendefinisikan
organisaso sebagai suatu sistem yang terdiri atas dua orang (atau
lebih), ada saling ketergantungan, input, proses, dan output.

Dalam teorinya, mereka mengemukakan dua bentuk komunikasi yang
berkaitan dengan dua bentuk informasi, yaitu:

a. Informasi absolut

Keseluruhan informasi yang dikomunikasikan dalam suatu organisasi.

b. Informasi yang didistribusikan

Informasi yang telah disebarkan melalui organisasi.

Kerangka struktural fungsional bagi komunikasi organisasi terletak pada
dimensi analitis yang terdiri atas:

a. Level sistem

Terdiri atas empat sublevel, yaitu individual, dyadic, kelompok,
dan organisasional, dalam suatu prinsip hierarki sistem. Individu
berkomunikasi satu dengan yang lain dalam dyadic, kemudian beberapa
dyadic berkerumun bersama-sama ke dalam kelompok.

b. Level analisis

Pada setiap level analisis, kita dapat mengamati fungsi komunikasi
sekaligus dimensi analisis yang kedua. Di antara berbagai fungsi
komunikasi yang ada, Farace menekankan pada tiga fungsi, yaitu :

Produksi yang mengacu pada pengarahan koordinasi kontrol
terhadap aktivitas organisasi.

Inovasi yang membangkitkan atau mendorong perubahan dan
gagasan baru dalam sistem.

Pemeliharaan untuk melindungi nilai-nilai individual dan
hubungan antarpribadi yang dibutuhkan untuk mempertahankan
sistem.

c. Dimensi struktur

Jika fungsi berkaitan dengan isi pesan, struktur berkaitan dengan
tumbuhnya pola-pola atau aturan-aturan dalam penyampain pesan.
Konsep kunci yang berhubungan dengan komunikasi individual dalam
organisasi adalah beban (load). Ada dua lingkup persoalan berkaitan
dengan muatan tersebut, yaitu :

Underload, yaitu ketika aliran pesan kepada seseorang
berada di bawah kapasitas orang tersebut untuk
memprosesnya.

Overload, yaitu ketika muatan melampaui
kapasitas.

Pengertian mengenai load, underload, dan overload
berhubungan secara optimal dengan komunikasi yang diterima
individu tunggal sehingga konsep ini juga dapat diterapkan
pada seluruh level lainnya, termasuk dyadic, kelompok, dan
organisasional.


MOTIVASI

Setiap orang dalam melakukan suatu tindakan tertentu pasti didorong oleh
adanya motif tertentu. Motivasi biasanya timbul karena adanya kebutuhan
yang belum terpenuhi, tujuan yang ingin dicapai, atau karena adanya harapan
yang diinginkan. Sementara itu, dari sisi pemberi kerja, mereka tertarik
pada elemen motivasi karena ingin mempengaruhi :

Arah dan fokus dari perilaku pekerja yang dapat bersifat positif
atau fungsional maupun bersifat negatif atau disfungsional.

Tingkat usaha yang diberikan, apakah pekerja memberikan komitmen
penuh untuk mencapai keungguhan atau hanya melakukan pekerjaan
sekadarnya saja.

Ketekunan dalam berperilaku, apakah selalu mengulang dan menjaga
tingkat usahanya atau cepat menyerah dan hanya melakukan secara
periodik.



PENGERTIAN MOTIVASI



Motivasi kerja adalah hasil dari kumpulan kekuatan internal dan eksternal
yang menyebabkan pekerja memilih jalan bertindak yang sesuai dan
menggunakan perilaku tertentu. Sementara itu, Newstrom mengemukakan bahwa
sebagai indikator motivasi adalah :

Engagement

Janji pekerja untuk menunjukkan tingkat antusiasme, inisiatif, dan
usaha untuk meneruskan.

Commitment

Suatu tingkatan di mana pekerja mengikat dengan organisasi dan
menunjukkan tindakan organizational citizenship

Satisfaction

Refleksi pemenuhan kontrak psikologis dan memenuhi harapan di tempat
kerja.

Turnover

Kehilangan pekerja yang dihargai.

Senada dengan Robbins dan Judge,McShane dan Von Glinow (2010:132)
memberikan definisi motifasi sebagai kekuatan dalam diri orang yang
memangaruhi arah (direction),intensitas (intensity),dan ketekunan
(persistence) perilaku sukarela .

Sedangkan Colquitt,LePine,dan Wesson (2011:197) memberikan definisi
motifasi sebagai sekumpulan kekuatan energetik yang di mulai baik dari
dalam maupun diluar pekerja di mulai dari usaha yang berkaitan dengan
pekerjaan dan mempertimbangkan arah , intensitas danketekunannya.










KATEGORI TEORI MOTIVASI

Robbin dan Judge (2011:238) mengelompokkan teori motivasi dalam dua
kategori berdasarkan perkembangannya menjadi Early theories of motivation
dan Comtemporary theories of motivation. Sedangkan oleh Kreitnet dan
Kinicki (2010:212) teori motivasi juga di kelompokkan dalam dua kategori
sebagai content theories of motivation pada process theories of motovation.
Mcshane dan Von Glinow (2010:132) melihat teori inti motivasi paa pekerjaan
dalam empat klasifikasi yaitu Employee Engagement,Employee Drives and
needs,Rational Decision Model of Employee Motivationdan Organizational
Justice.




PENDORONG MOTIVASI



Orang-orang cenderung megembangkan motivasional yang menunjukan keinginan
kuat untuk mencapai sesuatu. Newstrom (2011:111) melihat dorongan motivasi
bersumber pada penelitian McCelland yang memfokus pada dorongan untuk
achievement,affiliation,dan power.

Achievement motivatio

Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimemiliki banyak orang
untuk mengejar dan mencapai tujuan menantang

Affiliation

Motivasi untuk berafilasi merupakan suatu dorongan untuk berhubungan
dengan orang atas dasar sosial,bekerja dengan orang yang cocok dan
berpengalaman dengan perasaan sebagai komunitas.

Power

Motivasi akan kekuasaan merupakan suatu dorongan untuk memengaruhi
orang , melakukan pengawasan dan mengubah situasi. Kekuasan
institusional adalah merupakan kebutuhan untuk memengaruhi perilaku
orang lain untuk kebaikan seluruh organisai. Pendapatan lain dari
McsHane dan Von Glinow (2010:134) adalah bahwa sebagai pendorong
motivasi adalah Drives and Needs , dorongan dan kebutuhan pekerja.

Drives adalah penggerak utama perilaku karena membangkitkan emosi
yang menempatkan orang pada tingkat kesiapan untuk bertidak dalam
tingkungan mereka. Needs adalah pengalaman emosional penting di
hubungkan pada tujuan yan di yakini menunju sumber emosi.Tulisan ini
lebih di fokuskan pada membahas four-drive theory dan rational
decision modal.

Fout-drive theory

Merupakan teori motivasi yang di dasarkan pada dorongan dari
pembawaan untuk memperoleh,mengikat,belajar dan mempertahankan yang
berkaitan dengan baik emosi maupun rasionalitas.

o Driver to acquire

Adalah tidak puas karena tujuan motivasi manusia adalah mencapai
posisi lebih tinggi dari pada orang lain ,bukan sekedar memenuhi
kebutuhan fisiologi seseorag.

o Driver to bond

Memotivasi orang untuk bekerja sama dan konsekuensi adalah
kandungan fundamentel dalam keberhasilan organisasi dan
pengembangan masyarakat.

o Driver to learn

Di hubungakan dengan pertumbuhan kebutuhan tingkat tinggi dan
aktualisasi diri.

o Driver to defend

Lebih luas dari pada sekadar melindungi fisik sendiri.

Rational decision model

Teori sebelumnya terutama mejelaskan asal internal motivasi pekerjaan.
Persoalanya adalah bagaimana dorongan dan kebutuhan diterjemahkan ke dalam
usaha dan perilaku spesifik. McShane dan Von Glinow (2010:132) mengungkap
bahwa Rational Decision Modal berkaitan dengan Expectancy The of Motivation
serta Goal Setting Feedback.

o Expectancy theory (teori harapan)

Adalah teori motivasi yang di dasarkan pada gagasan bahwa usaha
kerja diarahkan pada perilaku yang diyakini orang akan menuju
pada hasil yang di harapkan. Expentari theory menawarkan model
berdasarkan logika rasional untuk arah yang di pilih , tingkat
dan ketekunan dari motivasi

o Goal setting (penetapan tujuan)

Adalah proses memotivasi pekerjaan dan mengklarifikasi
persepsi peran mereka dengan mencaptakan sasaran kinerja. Dengan
pedetapan tujuan potensial memperbaiki kinerja dengan dua cara
(i) dengan memperkuat intesitas dan ketekunan usaha , (ii)
dengan memberi pekerjaan persepsi peran yang lebih jelas
sehingga uasaha mereka di kaitkan terhadap perilaku yang akan
memperbaiki kinerja.

Menurut McShane dan Von Glinow (2010:146) terdapat enam
karakteritis suatu tujuan yaitu :

a. Specific goals (tujuan spasifik)

Tujuan spasifik mempunyai tingkat perubahan yang
terukur terhadap kerangka waktu spasifik dan relative
pendek.

b. Relavant goals (tujuan relavan)

Tujuan juga harus relevan dengan pekerjaan individual
dan dalam kontrah merka. Tujuan untuk mengurangi bahan
banyak control atas sisa dalam proses produksi.

c. Challenging goals (tujuan menantang)

Tujuan menantang menyebabkan orang meningkatkan
intensitas dan ketekunan terhadap usaha kerjanya dan
berpikir memalui informasi lebih aktif.

d. Goal commitment (komitmen terhadap tujuan)

Idealnya ,Tujuan seharusnya menantang tanpa menjadi
terlalu sulit sehingga pekejaan kehilangan motivasi
mereka untuk mencapainya.

e. Goal participation (partisipasi teradap tujuan)

Penetapan, Tujuan biasanya lebih efektif apabila
pekerjaan berpartisipasi dalam menentukan tujuan

f. Goal feedback (umpan balik terhadap tujuan)

Adalah setiap informasi yang membiarkan kita mengetahui
apakah kita telah mencapai tujuan atau mengarahkan
dengan baik usaha kita terhadapnya.









FAKTOR PENDORONG MOTIVASI


Baldoni (2005:6) mengemukakan pendapat bahwa terdapat tiga faktor pendorong
utama motivasi yang di sebutnya sebagai beriku :


1. Energize


Adalan apa yang dilakukan pemimpin ketika mereka menetapkan contoh yang
benar ,mengomunikasikan dengan jelas dan menantang dengan cara yang tepat .
dengan demikian energize mengandung makna memberi energi atau tenaga
tambahan kepada bawahan . hal tersbut dilakukan dengan
exemplify,communicate, dan challenge.


a) Exemplify


adalah motifasi dengan melalui dengan memberi contoh yang baik.


b) Communicate


Merupakan sentral kepemimpinan , termasuk bagaimana pemimpin
berbicara,mendengarkan dan belajar.


c) Challenge


Adalah tenaga yang disukai orang.






2. Encourage


Adalah apa yang di lakukan pemimpin untuk mendukung proses motivasi melalui
pmberdayaan ,coaching dan penghargaan. Encourage dilakukan dengan cara
empower,coach,recognize


a) Empower


Adalah suatu proses dimana orang menerima tanggung jawab dan di
beri kewenangan untuk melakukan pekerjaannya.


b) Coach


Merupakan kesempatan bagi pemimpin untuk mengwnal bawahannya
secara pribadi dan menunjukan bagaimana dapat membantu pekerjaan
mencapai tujuan pribadi dan organisasi


c) Recognize


Adalah alasan tunggal yang paling kuat mengapa orang bekerja di
samping keperluan penghasilan.






3. Exhorting


Adalah bagaimana pemimpin menciptakan pengalaman berdasarkan pengorbanan
dan inspirasi yang nyiapkan landasan di mana motivasi berkembang .
exhorting dilakukan melalui sacrifice dan inspire


a) Sacrifice


Adalah suatu ukuran pelayanan kebutuhan orang lain di atas
kebutuhan kita sendiri


b) Inspire


Merupakan turunan motivasi , apabila motivasi dating dari dalam
maka bentuknya adalah self-inspiration





PENDEKATAN DALAM MOTIVASI



Pendekatan yang dapat di lakukan untuk memotivasi pekerja adalah melalui
employee engagement atau keterikatan pekerjaa merupakan motivasi emosional
dan kognitif,self-afficacy untuk menjalankan pekerjaan perasaan kejelasan
atau visi organisasi dan peran spesifik mereka dalam visi tersebut dan
keyakinan bahwa mereka mempunyai sumber daya untuk dapat menjalankan
pekerjaan (McShane dan Von Glinow, 2010:132)

Employee engagement merupakan topik yang sedang hangat di bicarakan dan
kalangan manajer dan eksekutif karene di ninai mampu untuk memperbaiki
efektivitas organisasi.

1. Distributive justice

Menuntukkan kejujuran yang di rasaka antara rasio hasil individual di
bandingkan dengan rasio hasil terhadap kontribusi orang lain. Namun apa
yang dipertimbangkan sebagai jujur bervariasi antara masing-masing orang
dan situasi.

Terdapat tiga macam prinsip yang dapat di terapkan:

a) Equality principle atau prinsip kesamaan ketika kita yakin bahwa
setiap orang dalam kelompok menerima hasil yang sama.

b) Need principle atau prinsip kebutuhan di terapkan ketika kita
yakin bahwa mereka yang mempunyai kebutuhan terbesar harus
menerima hasil lebih banyak dari pada mereka dengan kebuuhan
rendah.

c) Equity principle atau prinsip keadilan berpendapat bahwa orang
harus di bayar proporsional dengan kontribusinya.

Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan orang dalam merespon pada
perasaanunderreward inequity suatu perasaan ketidak adilan karena di
hargai lebih rendah.

a) Reduce our inputs melakukan pekerjaan lebih lambat,memberikan
lebih sedikit saran berharga,kurang terikat dalam
organizational citizenship behaviour.

b) Increase our outcomes minta kenaikan bayaran secara langsung
atau melalui serikat menggunakan sumber daya perusahaan tanpa
kewenangan.

c) Increas the comparison other's input dengan lebih cerdar
minta rekan sekerjaan lebih besar untuk menyesuaikan bayaran
mereka atau hasil lain yang lebih tinggi.

d) Reduce the comparisson other's outcomes minta perusahaan
menurunkan bayaran rekan sekerja

e) Change our perceptions meyakini bahwa rekan sekerja benar-
benar melakukan lebih banyak,bekeja lebih lama atau bahwa
hasil lebih tinggi yang mereka terima benar-benar tidak
terlalu lebih baik dari pada yang kita dapat.

f) Change the comparison other membandingkan diri kita pada
seseorang lainnya yang lebih dekat




2. Procedural justice

Procedural justice merupakan keadilan yang di rasakan dari prosedur yang di
pergunakan untuk memutuskan distribusi sumber daya. Keadilan prosedural
merupakan keadilan atas prosedur yang yang di pergunakan untuk menentukan
distribusi sumber daya. Cara terbaik untuk memperbaiki adalah :

a) Denga mulai memberikan suara kepada selama proses

b) Mendorong mereka untuk menunjukkan fakta dan perspektif atas
masalah nya

c) Pekerja cenderung merasa lebih baik setelah mempunyai kesempatan
berbicara tentang apa yang ada dalam pikirannya




3. Interactional justice

Interactional justice merupakan persepsi individual terhadap tingkatan di
mana mereka di perlukan dengan bermartabat,perhatian,dan rasa hormat.

Pada tataran yang lebih operasional, robbins dan judge (2011:276)
menunjukkan bahwa ada beberapa pendekan yang dapat di lakukan untuk
memotivasikan orang antara lain dengan mengatur job deign, employee
involvement,reward.

a. Job design


Jon design atau rancangan pekerjaan adalah merupakan suatu cara
bagaimana elemen dalam suatu pekeraan diorganisir.untuk
menjelaskan masalah tersebut Telah di bangun job characteristics
model,suatu model yang menganjurkan bahwa setiap pekerjaan dapat
di jelaskan dalam lima dimensi pekerjaan inti yaitu:


1) Skill variety (variasi keterampilan) merupakan tingkatan
keadaan di mana suatu pekerjaan memerlukan variasi
aktivitas yang berbeda.


2) Task identity (identitas tugas) merupakan tingkatan
keadaan di mana suatu pekerjaan memerlukan penyelesaian
keseluruhan dan bagian-bagian pekerjaan yang dapat
diidentifikasi.


3) Task significance(signifikasi tugas) merpakan suatu
tingkatan keadaan di mana suatu pekerjaan mempunyai dampak
substasial pada kehidupan atau pekerjaan orang lain.


4) Authonomy (otonomi) merupakan suatu tingkatan keadaan di
mana suatu pekerjaan memberikan kebebasan substansial dan
keluasaan pada indivisu dalam menjawab pekerjaan .


5) Feedback (umpan balik) merupakan tingkatan keadaan di mana
dalam menjalankan aktivitas pekrjaan yang di perlukan oleh
pekeja sehingga mendapatkan langsung dan jelas tentang
efektivitas kenerja mereka.


Untuk meningkatkan motivasi pekerja dapat di rancang ulang atau
di lakukan redesign dengan cara:

1) Job rotation

Yang merupakan pergeseran pekerja secara periodik dari satu
tugas ke tugas lainnya.

2) Job enlargrment

yang di lakukan dengan menempatkan lebih banyak variasi ke
dalam pekerjaan dengan mengombinasikan tugas khusus dengan
tingkat ke sulitan yang sama.

3) job enrichment

merupakan perluasan pekerjaan secara vertikal yang
meningkatkan tingkatan di mana pekerja mengawasi
perencanaan.



b. Employee involvement

Employee involvement atau pelibatan pekerjaan merupakan
proses partisipatif yang menggunakan masukan pekja dan di
maksudkan meningkatkan komitmen pekerja untuk mencapai
keberhasilan organisasi. Cara dalam melibatkan pekerja dapat
di lakukan dengan :

1) Participative management merupakan suatu proses di mana
bawahan berbagai kekuasaan pengambilan ke putusan pada
suatu tingkatan signifikan dengan atasan langsungnya

2) Representative participation merupakan suatu sistem di
mana pekerjaan bepatisipasi dalam pengambilan ke putusan
organisasi melalukan sekelompok kecil perwakilan
pekerjaan



c. Reward

Reward merupakan panghargaan sebagai dari sistem kompensasi,
salah satu bentuk sistem pengupandi mana variable-pay
program. variable-pay program adalah rencana pembayaran yang
di dasarkan pada bagiandari pembayaran individual. variable-
pay program dapat berbentuk:

1) Piece-rate pay merupakan rencana pembayaran di mana
pekerja di bayar dalam jumlah yang tepat untuk setiap
satuan produksi yang diselesaikan

2) Merit-based pay merupakan rencana pembayaran yang di
dasarkan pada peringkat penilaian kinerja.

3) Bonuses merupakan rencana pembayaran yang menghargai
pekerja atas kinerja yang baru saja di lakukan dari
pada sejarah kinerja sebelumnya.

4) Skill-based pay merupakan rencana pemayaran yang
menetapkan tingkat pembayaran atas dasar berapa banyak
keterampilan yang dimiliki pekerja.

5) Profit-sharing plan merupakan program menyeluruh
organisasi yang membagikan kompensasi berdasar pada
beberapa formula yang di ciptakan .







TANTANGAN DALAM MEMOTIVASI

Memotivasikan orang adalah merupakan aspek kunci bagi manajer yang efektif.
Namun manjer menghadapi dua tantangan (kreitner dan kinicki):

1. Banyak tugas pekerja manjer di rentang luas. Mereka merasa ditarik
dalam multi-dimensi dan menggunakan terlalu banyak waktu untuk
mengatasi persoalan dari pada secara proaktif memfokus pada kwbutuhan
pekerja.

2. Manajer mungkin tidak tahu bagaiman memotivasi orang,selain sekadar
menggunakan pengargaan finansial adalah penting bagi manajer untuk
menggunakan pendekatan yang lebih luas dan terintegrasi ketika
berusaha memotivasi pekerja.

Untuk menghadapi tantangan tersebut ada langkah-langkah yang
dapat di lakukan adalah:

1) Perlunya pemahaman tentang perbedaan antara
motivasidan kinerja

2) Perbedaan individual merupakan salah satu penyebab
rendahnya motivasi yang harus di pertimbangkan

3) Motivasi adalah goal-directed , maka proses dan
penetapan tujuan harus di lakukan melalui prosedur
yang tepat

4) Umpan balik memberikan informasi dan yang di perlukan
untuk menjaga pekerja fokus pada tugas

5) Tidak boleh di lupakan bahwa budaya organisasi
memengaruhimotivasi dan perilaku pekerja secara
signifikan

Akhirnya penting bagi organisasi melatih manajer mereka untuk menilai
orang dengan tepat, tapi ada tiga hal perlu di pertibangkan:

1) Manajer perlu memastikanbahwa tujuan kinerja di
arahkan pada pencapaiaan hasil akhiryang benar

2) Janji peningkatan reward tidak akan memperbaiki
usaha lebih besar dan kinerja baik kecuali reward
di kaitkan dengan jelas

3) Motivasi di pengaruhi oleh persepsi pekerja
tentang kejujuran dalam alokasi reward.










DAFTAR PUSAKA
Khaerul Umam. 2012. Manajemen Organisasi. Bandung : CV Pusaka Setia
Prof. Dr. Wibowo, S.E, M.Phil. 2013. Jakarta : PT Rajagrafindo
Persada
Dr. Suciati, S .Sos, M. Si . 2017. Teori Komunikasi. Yogyakarta :
Mata Padi Presindo


































BIODATA

Nama : Susi Mariani

TTL : Sungai guntung, 17 Febuari 1998

Agama : Buddha

Kewarganegaraan : Indonesia

Alamat : Happy garden blok d no.46

Kota tinggal : Batam

Pekerjaan : Mahasiswa

No. Telp : 082285673736

Email : [email protected]



Riwayat Pendidikan

1. Tk Dharmawanita (2002)

2. SD 006 Tagaraja (2004-2010)

3. SMPN 1 Katemen (2010-2013)

4. SMK Kartini (2013-2016)

5. Universita Putra Batam (Sekarang)







Riwayat Pekerjaan

1. PT. Winner Group


Copyright © 2024 DOKUMEN.SITE Inc.