LAPORAN HASIL STUDI KASUS LAPORAN HASIL STUDI KASUS SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYYAH

June 11, 2018 | Author: Y. AF. S.E.Sy., M.E | Category: Documents


Comments



Description

LAPORAN HASIL STUDI KASUS Perusahaan Transportasi PT. Primajasa Perdanarayautama

Diajukan sebagai tugas terstruktur pada mata kuliahManajemen kuliahManajemen Strategik Dosen Pengampu : Yudistia Teguh,S.Sy., M.E.Sy

Disusun Oleh : Lani Hartati

Riki Aryani

NIM. 1617. 1617.02.1.011

NIM.1617.02.1.0166

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYYAH BANDUNG 2018

ANALISIS STRATEGI PT. PRIMAJASA PERDANARAYAUTAMA (Manajemen Strategik) Lani Hartati1 & Riki Aryani2 Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Bandung Jl. KH.Ahmad Dahlan (Banteng Dalam) No.6 Bandung 40264

ABSTRAK Analisis strategi meliputi analisis strategic goals (seperti : visi, misi, dan tujuan strategik), analisis lingkungan internal dan analisis lingkungan eksternal perusahaan.

Analisis

lingkungan

internal

dilakukan

untuk

menentukan

keunggulan dan kelemahan dari perusahaan. Sedangkan analisis lingkungan eksternal perusahaan dilakukan untuk mengetahui peluang dan ancaman yang berasal dari faktor-faktor eksternal perusahaan. Dari analisis-analisis tersebut perusahaan dapat membuat sebuah matrik untuk membantu dalam merumuskan strategi sebuah perusahaan. Salah satunya adalah matrik SWOT, yang menganalisis

Strength

(kekuatan),

Weakness

(kelemahan),

Opportunities

(peluang), dan Threats (ancaman) bagi suatu perusahaan. Bentuk dari strategi dapat bervariasi dari satu industri ke industri lainnya. Ada sejumlah strategi umum diterapkan pada berbagai bentuk industri. Dan adapun strategi fungsional yang diterapkan oleh setiap bidang fungsional untuk kegiatan-kegiatan jangka pendek yang harus dilakukan untuk mengimplementasi strategi umum sebuah perusahaan. Di sini yang menjadi objek penelitian kami adalah perusahaan transportasi

yang

sudah

berdiri

sejak

1991

yaitu

PT.

Primajasa

Perdanarayautama. Kata Kunci : Analisis Lingkungan Internal, Analisis Lingkungan Eksternal, Matrik SWOT, Strategi Umum, Strategi Fungsional 1

Alamat : Jl. Nyengseret Selatan No. 418/198-B RT 04/03 Bandung, Email [email protected], Telp. 085880528060 2 Alamat : Jl. Ciwaruga No. 54 RT 02/02 Parongpong, Bandung Barat, Email [email protected], Telp. 085793131067

: :

1

A. PENDAHULUAN Salah satu perusahaan jasa transportasi yang sukses dan terkenal adalah PT.Primajasa, keberhasilan yang saat ini diraih PT.Primajasa sebagai perintis transportasi darat di Indonesia ini tidak terlepas dari kekuatan-kekuatan internal yang dimiliki perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk meminimalisir kelemahan-kelemahan yang ada. Selain itu perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang dapat memanfaatkan peluang sekecil apapun yang dapat menjadi senjata utama bagi kesuksesan perusahaan serta kemampuan perusahaan untuk selalu waspada dan mengantisipasi setiap ancaman yang muncul dalam industri yang menyebabkan ketatnya persaingan. Seluruh aspek keberhasilan dan kegagalan perusahaan dapat diidentifikasi melalui analisis internal dan eksternal dengan menggunakan Matrik SWOT. Matrik SWOT yaitu metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi

Kekuatan

(Strength),

Kelemahan

(Weakness),

Peluang

(Opportunity), dan ancaman (Threat). Oleh karena itu, matrik SWOT akan sangat berguna untuk mengevaluasi perusahaan tranportasi PT.Primajasa yang akan kami analisis faktor internal dan eksternalnya.

B. KAJIAN TEORI Manajemen Strategik terdiri dari analisis (analysis), keputusan (decisions), dan aksi (actions) dari organisasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif (competitive advantage). Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa manajemen strategik fokus dengan analisis mengenai strategic goals (seperti : visi, misi, dan tujuan strategik) bersamaan dengan analisis lingkungan internal dan eksternal. Kemudian manajemen puncak harus membuat keputusan strategik yang ditujukan

2

kepada dua pertanyaan dasar, yaitu : “Dalam industri apa kita harus bersaing? Bagaimana kita harus bersaing dalam industri tersebut?”. 3 Setelah pengambilan keputusan, perusahaan harus melakukan aksi untuk mengimplementasikan strategik dengan mengalokasikan sumber daya dan mengorganisasikannya dengan kapabilitas yang dimilikinya untuk melaksanakan strategik yang telah dirumuskan. Dalam mengelola strategik tidak hanya terbatas kepada proses, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana tingkat pengelolaannya, yang juga memerlukan suatu tingkat pemikiran yang berbeda serta meningkat dari waktu ke waktu sesuai dengan kondisi yang dialami perusahaan. 4 HI Ansof mendefinisikan manajemen strategik sebagai proses manajemen, hubungan antara perusahaan dengan lingkungan, terdiri dari perencanaan strategik, perencanaan kapabilitas, dan manajemen perubahan. Pearce dan Robinson mendefinisikan manajemen strategik sebagai seperangkat keputusan dan tindakan yang menghasilkan formulasi dan implementasi dari rencana yang didesain untuk mencapai tujuan.5 Fred R. David mendefinisikan manajemen strategik sebagai seni dan ilmu mengenai perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya.6 Proses manajemen strategik terdiri atas tiga tahapdiantaranya adalah 7: 1. Formulasi

strategi,

meliputi

mengembangkan

visi

dan

misi,

mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan alternatif strategi dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan. 3

Amarullah Hamali, Manajemen Strategik Teori dan Aplikasi, (Bandung : Universitas Nasional Pasim, 2012), hlm. 6-7 4 Ibid, hlm. 7 5 Ibid., hlm. 9 6 Taufiqurokhman, Manajemen Strategik, (Jakarta : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama, 2016), hlm. 15 7 Eddy Yunus, Manajemen Strategik, (Yogyakarta : Penerbit Andi, 2016),hlm.27

3

2. Implementasi strategi, meliputi menetapkan tujuan tahunan, membuat kebijakan, memotivasi karyawan dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dijalankan. 3. Evaluasi strategi, meliputi meninjau ulang faktor ekstenal dan internal yang menjadi dasar strategi saat ini, mengukur kinerja dan mengambil tindakan korektif. Sedangkan menurut Wheelen, manajemen strategik meliputi empat elemen dasar yaitu 8: 1. Analisis Lingkungan (Environmental Scanning) 2. Perumusan Strategi (Strategy Formulation) 3. Implementasi Strategi (Strategy Implementation) 4. Evaluasi dan Pengendalian (Evaluation and Control) Analisis dan perumusan strategi merupakan langkah dalam proses manajemen strategik yang dilakukan untuk mempertimbangkan alternatifalternatif strategi dan memilih mana yang dipergunakan dalam perusahaan. Salah satu kerangka kerja yang dapat membantu dalam perumusan strategi yaitu matrik SWOT yang menganalisis Strength (kekuatan),

Weakness (kelemahan),

Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman) suatu perusahaan. Matrik ini digunakan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta menentukan strategi yang paling cocok digunakan untuk sebuah perusahaan. Tujuannya adalah untuk memaksimumkan kekuatan dan peluang yang dimiliki perusahaan dan meminimalkan kelemahan dan ancaman yang ada di perusahaan. Matrik SWOT dapat membantu para manajer mengembangkan empat tipe strategi diantaranya yaitu 9:

8

Ibid.,hlm. 22 https://id.scribd.com/doc/307320818/Modul-Manajemen-Strategik. Diakses pada tanggal 3 Mei 2018.

9

4

1. Strategi SO (Strength-Opportunity) Strategi ini menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk meraih peluang-peluang yang ada di luar perusahaan. 2. Strategi WO (Weakness-Opportunity) Strategi ini bertujuan untuk memperkecil kelemahan-kelemahan internal perusahaan dengan memanfaatkan peluang-peluang eksternal. 3. Strategi ST (Strength-Threats) Melalui

strategi

ini

perusahaan

menggunakan

kekuatan-kekuatan

internaluntuk mengatasi dari ancaman-ancaman eksternal. 4. Strategi WT (Weakness-Threats) Strategi ini merupakan taktik untuk bertahan dengan cara mengurangi kelemahan internal serta menghindari ancaman. Dalam membuat matrik SWOT ada delapan langkah yang perlu dilakukan yaitu10 : 1. Buat daftar peluang eksternal perusahaan. 2. Buat daftar ancaman eksternal perusahaan. 3. Buat daftar kekuatan kunci internal perusahaan. 4. Buat daftar kelemahan kunci internal perusahaan. 5. Cocokkan kekuatan-kekuatan internal dan peluang-peluang eksternal kemudian catat hasilnya dalam sel strategi SO. 6. Cocokkan kelemahan-kelemahan internal dan peluang-peluang eksternal kemudian catat hasilnya dalam sel strategi WO. 7. Cocokkan kekuatan-kekuatan internal dan ancaman-ancaman eksternal kemudian catat hasilnya dalam sel strategi ST. 8. Cocokkan kelemahan-kelemahan internal dan ancaman-ancaman eksternal kemudian catat hasilnya dalam sel strategi WT.

10

Ibid.

5

Strength (S)

Weakness (W)

Tentukan

faktor-faktor

kekuatan internal.

Tentukan

faktor-

faktor

kelemahan

internal. Opportunities

Strategi SO

(O)

Ciptakan

Tentukan faktor-

menggunakan

faktor

internal

peluang

eksternal.

Strategi WO strategi

yang

kekuatan untuk

memanfaatkan

peluang

Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan

internal

untuk memanfaatkan

eksternal.

peluang eksternal.

Threats (T)

Strategi ST

Strategi WT

Tentukan faktor-

Ciptakan

faktor

menggunakan

ancaman

eksternal.

internal

strategi

untuk

yang

kekuatan mengatasi

ancaman eksternal.

Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan unuk

internal

menghindari

ancaman eksternal.

Dari tahapan pembuatan matrik SWOT tersebut, maka terlebih dahulu perusahaan harus melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Dari analisis internal akan menghasilkan kekuatan dan kelemahan perusahaan.Sedangkan dari analisis lingkungan eksternalperusahaan akan menghasilkan peluang dan ancaman bagi perusahaan. Dari matrik SWOT tersebut kemudian diidentifikasi semua aspek dalam matrik tersebut. Kemudian dibuatlah strategi yang sesuai dengan aspek-aspek yang ada dalam matrik SWOT. Pada pembuatan strategi dengan menggunakan

6

matrik SWOT, haruslah terlebih dahulu dirumuskan dengan jelas hal-hal yang menjadi isu strategik untuk pencapaian visi dan misi perusahaan. Bentuk dari strategi dapat bervariasi dari satu industri ke industri lainnya, dari perusahaan ke perusahaan lainnya dan dari situasi ke situasi yang berbeda. Sehingga setiap perusahaan mempunyai strategi sendiri yang berbeda dengan pesaingnya. Namun, ada sejumlah strategi yang umum diterapkan pada berbagai bentuk industri. Strategi tersebut dikenal dengan strategi generik atau umum. Strategi generik menurut Wheelen dan Hunger terdiri dari tiga macam yaitu11 : 1. Strategi stabilitas. Pada prinsipnya, strategi ini menekankan pada tidak bertambahnya produk, pasar, dan fungsi-fungsi perusahaan lainnya, karena perusahaan berusaha untuk meningkatkan efisiensi di segala bidang dalam rangka meningkatkan kinerja dan keuntungan. Stategi ini risikonya relatif rendah dan biasanya dilakukan untuk produk yang tengah berada pada posisi kedewasaan (mature). 2. Strategi ekspansi menitik beratkan pada pertambahan pada produk, pasar dan fungsi-fungsi perusahaan lainnya sehingga aktivitas perusahaan meningkat. Tetapi, selain keuntungan yang ingin diraih lebih besar, strategi ini juga mengandung resiko yang kegagalan yang tidak kecil. 3. Strategi penciutan, dimana adanya pengurangan produk, pasar dan fungsifungsi dalam perusahaan, khususnya yang mempunyai cash flow negatif. Strategi ini digunakan beberapa alasan yaitu, adanya kesempatan yang lebih baik di bidang lain, kekuatan yang tidak mampu menghadapi persaingan, unit bisnis merugi terus, dan unit bisnis tidak dapat memenuhi target yang telah ditentukan. Sedangkan Glueck menambahkan satu strategi selain tiga strategi diatas yaitu strategi kombinasi, yaitu gabungan strategi-strategi di atas pada situasi dan

11

Husein Umar, Strategic Management in Action, (Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2001), hlm. 33

7

kondisi yang berbeda dikarenakan terjadinya perubahan yang cepat dan adanya tahap-tahap kehidupan yang berbeda dari sebuah produk. Sedangkan

menurut

M.

Porter,

supaya

perusahaan

memperoleh

keunggulan bersaing berdasarkan salah satu dari tiga strategi generik berikut12 : 1. Keunggulan biaya, adalah strategi yang lebih memperhitungkan para pesaing daripada pelanggan. Perusahaan fokus pada harga jual yang murah pada pembeli. Persyaratan strategi ini diantaranya adalah : a. Keterampilan dan Sumber Daya Umum yang diperlukan, seperti investasi modal yang terus menerus dan akses modal, keterampilan perekayasaan proses, supervisi tenaga kerja yang ketat, produk didesain untuk kemudahan dalam produksi dan sistem distribusi dengan biaya rendah. b. Persyaratan organisasi umum, seperti pengendalian biaya yang ketat, laporan yang sering dan laporan pengendalian yang rinci dan insentif berdasarkan target kuantitatif yang ketat. 2. Diferensiasi, adalah mengambil pelanggan sebagai titik utama. Strategi ini menitikberatkan pada membangun persepsi pembeli akan keunggulan kualitas, desain produk, teknologi, jaringan distribusi, bahan atau pelayanan. Persyaratan strategi ini diantaranya adalah : a. Keterampilan dan Sumber Daya Umum yang diperlukan, seperti kemampuan pemasaran yang kuat, bakat yang kreatif, perekayasaan produk, kemampuan yang kuat dalam riset dasar, reputasi korporat untuk kepemimpinan mutu dan teknologi, strategi yang lama dalam industri atau gabungan yang unik dari keterampilan yang diambil dari usaha-usaha yang lain, dan kerjasama yang kuat dari saluran-saluran. b. Persyaratan organisasi umum, meliputi koordinasi yang kuat antara fungsi-fungsi dalam riset dan pengembangan produk dan pemasaran,

12

https://id.scribd.com/doc/307320818/Modul-Manajemen-Strategik. Diakses pada tanggal 3 Mei 2018.

8

pengukuran dan insentif yang subyektif, dan suka menarik tenaga yang kreatif. 3. Fokus Strategi ini dipakai oleh bisnis yang ingin menghindarkan diri dari konfrontasi langsung dengan pesaingnya dengan cara mengkonsentrasikan diri pada pangsa pasar yang kecil (niches). Prinsip dasarnya dengan menggunakan strategi kepemimpinan biaya menyeluruh (low cost). Adapun setelah penentuan strategi umum juga harus dirumuskan juga strategi fungsional. Menurut Peace dan Robinson, strategi fungsional adalah kegiatan-kegiatan jangka pendek yang harus dilaksanakan oleh setiap bidang fungsional dalam suatu perusahaan guna mengimplementasikan strategi umum.13 Strategi ini harus dikembangkan dalam bidang-bidang kunci manajemen pemasaran, keuangan, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan (R&D) dan sumber daya manusia serta harus konsisten dengan sasaran jangka panjang dan strategi umum. Strategi fungsional dalam produksi/operasi berkenaan dengan hal-hal berikut 14: 1. Fasilitas dan Peralatan. Melibatkan keputusan-keputusan menyangkut lokasi perusahaan, ukuran perusahaan, penggantian peralatan dan utilitas fasilitas yang harus konsisten dengan strategi umum dan strategi-strategi operasi lainnya. 2. Pembelian Berkaitan dengan berapa banyak sumber yang dibutuhkan, penyeleksian pemasok, hubungan perusahaan dengan pemasok, dan tingkat pembelian di muka yang tepat.

13

Amarullah Hamali, Manajemen Strategik Teori dan Aplikasi, (Bandung : Universitas Nasional Pasim, 2012), hlm. 118 14 Ibid., hlm. 119

9

3. Perencanaan dan pengendalian operasi Memberikan pedoman bagi operasi untuk menyesuaikan sumber daya produksi/operasi dengan permintaan menyeluruh jangka panjang, dan juga menentukan

apakah

produksi/operasi

akan

berorientasi

kepada

permintaan, sediaan atau subkontrak. Strategi fungsional dalam pemasaran berkenaan dengan hal-hal berikut15 : 1. Produk Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan yang akan dipenuhi oleh produk/jasa. Strategi ini harus menyajikan pernyataan komprehensif mengenai konsep produk/jasa dan mengenai pasar sasaran yang akan dilayani perusahaan. 2. Distribusi Mengidentifikasi di mana, kapan, dan oleh siapa produk/jasa ditawarkan. Strategi ini berpedoman kepada keputusan-keputusan mengenai saluran untuk memastikan konsistensi dengan keseluruhan usaha pemasaran. 3. Promosi Menetapkan bagaimana perusahaan akan berkomunikasi dengan pasar sasaran. Strategi ini berkaitan dengan penggunaan iklan, penjualan tatap muka, promosi penjualan dan pemilihan media. 4. Harga Penetapan harga berorientasi pada biaya, pasar atau persaingan (industri). Dengan berorientasi biaya, keputusan penetapan harga akan dipusatkan pada biaya total dan biasanya menyangkut keuntungan yang wajar dan kisaran harga sasaran. Dengan berorientasi pasar, harga ditetapkan berdasarkan permintaan konsumen. Dengan berorientasi persaingan, harga dipusatkan pada keputusan harga pesaing. Strategi fungsional dalam keuangan memedomani para manajer keuangan dalam investasi modal jangka panjang, pembiayaan utang, alokasi deviden dan manajemen modal kerja. Komponen modal kerja harus disusun berdasarkan 15

Ibid, hlm. 120

10

proyeksi yang akurat tentang arus kas dan harus memberi pedoman bagi manajemen kas untuk menjaga dan membangun saldo kas yang dibutuhkan bagi operasi sehari-hari. 16 Strategi dalam riset dan pengembangan (R&D) berkenaan dengan hal-hal berikut17 : 1. Riset dasar atau pengembangan proses dan produk Strategi ini harus menjelaskan mana yang akan lebih diutamakan, riset dasar ataukah riset pengembangan produk. 2. Cakupan Waktu Apakah upaya-upaya ini difokuskan untuk jangka pendek atau untuk jangka panjang? 3. Kesesuaian Organisasi Penentuan kegiatan R&D apakah akan dilaksanakan sendiri atau diserahkan

pihak

luar,

apakah

R&D

harus

disentralisasi

atau

didesentralisasi, mana yang lebih diutamakan, R&D proses atau R&D produk. 4. Sosok dasar R&D Penentuan sosok R&D, apakah ofensif atau defensif. Jika ofensif, perusahaan lebih mengutamakan inovasi teknologi dan pengembangan produk baru. Sedangkan jika defensif, mengutamakan modifikasi produk dan kemampuan untuk meniru atau membeli teknologi baru. Strategi fungsional di bidang Manajemen dan Sumber Daya Manusia berkaitan dengan hal-hal berikut18 : 1. Rekruitment, seleksi, dan orientasi Strategi ini menetapkan parameter dasar untuk menerima karyawan baru dan mengadaptasi mereka dengan “cara mengerjakan sesuatu” di perusahaan. 16

Ibid, hlm. 121 Ibid, hlm. 121-122 18 Ibid, hlm. 122-123 17

11

2. Pengembangan karir dan pelatihan Strategi ini memedomani tindakan-tindakan yang dilakukan bagian personalia untuk memenuhi kebutuhan mendatang perusahaan akan SDM sesuai strategi umum. 3. Kompensasi dan tunjangan Strategi ini menetapkan standar pemberian kompensasi seperti gaji dan bonus kerja serta pemberian tunjangan seperti tunjangan kesehataan dan kecelakaan. 4. Evaluasi, disiplin dan pengembangan 5. Hubungan karyawan dan ketentuan tentang kesempatan kerja yang adil

C. DESKRIPSI KASUS 1. Profil Perusahaan a) Sejarah Berdirinya Perusahaan PT. Primajasa Perdanarayautama didirikan pada tanggal 6 September 1991 oleh H. Amir Mahpud, SE. sebagai direktur utama dan Bapak Arief RH Mahpud, MBA pada tanggal 31 Mei 1991 dihadapan notaris Bapak Behaki Umar, SH. Dengan akte pendirian nomor 6, berkedudukan di DKI Jakarta berkantor di Jl.Mayjen Sutoyo nomor 32, Cawang Jakarta. Perusahaan didirikan atas keinginan luhur untuk turut memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan negara dalam sektor transportasi serta ikut berpartisipasi mewujudkan kondisi ideal sistem transportasi nasional dengan motto “Ekonomis, Tepat Waktu, dan Aman”. PT. Primajasa Perdanarayautama menyelenggarakan kegiatan pokok perusahaan yaitu dalam bidang Angkutan Umum (Public Transportation) yang meliputi Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Luar Provinsi (AKAP), Taksi, Pariwisata, dan Angkutan Karyawan. PT. Primajasa Perdanarayautama berafiliasi dengan perusahaan besar yaitu Group Mayasari Bhakti Utama sebagai salah satu pelopor

12

perusahaan Angkutan Umum Bus Kota di Jakarta sejak tahun 1967 dan yang terbesar sampai dengan sekarang, dipimpin oleh H. Mahpud sebagai Presiden Direktur. PT. Primajasa Perdanarayautama melayani masyarakat di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. b) Visi dan Misi Perusahaan Visi dan Misi umum PT. Primajasa Perdanarayautama adalah “Prima dalam Kerja, Terdepan dalam Pelayanan”.Adapun visi dan misi khusus perusahaan adalah sebagai berikut : Visi Menjadi perusahaan Transportasi Darat yang Terkemuka dan Terpercaya di Indonesia yang dilandasi nilai nilai Religius. Misi •

Pelayanan Masyarakat



Mematuhi seluruh perundang-undangan yang berlaku



Selalu memperhatikan dan memelihara lingkungan hidup



Mengikuti perkembangan ilmu & teknologi serta tuntutan pelayanan yang semakin meningkat



Menciptakan pelayanan angkutan Taksi yang Professional

c) Struktur Organisasi Perusahaan Terlampir

2. Faktor Lingkungan Internal dan Eksternal Perusahaan a. Faktor Lingkungan Internal PT.Primajasa Cabang Bandung 1) Manajemen dan Sumber Daya Manusia a) Manajemen Perusahaan Sistem manajemen yang digunakan di PT.Primajasa adalah sistem Syariah, dimana perusahaan lebih mementingkan aspek kemaslahatan baik bagi para karyawan maupun pelanggannya. Seluruh karyawan yang saat ini bekerja diperusahaan mayoritas

13

99% beragama muslim, perusahaan ini juga mengadopsi sistem manajemen yang berasaskan pada kekeluargaan yang menjadikan karyawannya tak hanya sebatas karyawan yang bekerja dengan formalitas, lebih dari itu diperusahaan ini seluruh karyawan diberikan keleluasaaan, karena perusahaan tidak memperkerjakan karyawan selama 8 jam full untuk produktif bekerja namun pencapaian target-target hasil yang telah ditentukan tetap menjadi prioritas utama dan wajib dicapai setiap karyawan. Dalam memperkerjakan karyawan, perusahaan sangat memprioritaskan skill/kemampuan dibanding aspek pendidikan formal khususnya bagi pekerja mitra bus, karena orang-orang yang terjun sebagai mitra bus (driver dan kondektur) haruslah benarbenar memiliki kemampuan yang sangat expert di bidangnya agar dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan yang mengancam keamanan pelanggan. Namun, untuk karyawan yang bekerja sebagai staff

Back Office

dan

Front Office

perusahaan

mengedepankan skill disertai pendidikan yang seimbang untuk meningkatkan produktifitas dalam bekerja. Meskipun perusahaan memiliki jam kerja 24 jam nonstop, tetapi pembagian pekerjaan tidak memberatkan karyawan karena untuk Back Office perusahaan menetapkan jam kerja 20 jam/hari dengan 3 shift dan untuk Front Office perusahaan menetapkan jam kerja 24 jam/ hari dengan 3 shift.

b) Sumber Daya Manusia Untuk

mendapatkan

Sumber

Daya

Manusia

yang

berkualitas, PT. Primajasa selalu mendidik dan melatih karyawan diseluruh

cabang

PT.Primajasa

juga

baik

secara

bekerjasama

internal dengan

maupun

eksternal.

produsen

untuk

pengembangan keahlian teknis bagi karyawan teknik. Selain itu, perusahaan juga mendidik crew bus secara internal dua kali dalam

14

kurun waktu satu bulan dan mengirimkan secara terbatas pengemudi

untuk

ikut

serta

dalam

pendidikan

yang

diselenggarakan pemerintah. Dalam hal ketenagakerjaan, perusahaan telah memberikan pelayanan BPJS Kesehatan untuk menjamin kesehatan para karyawan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan kecelakaan.

2) Produksi/Operasi PT.Primajasa menawarkan moda transportasi darat dengan berbagai jurusan dari JABODETABEK menuju berbagai daerah di Provinsi Banten dan Jawa Barat seperti Tasikmalaya, Merak, Serang Bekasi, Bandung, Garut, dsb. PT. Primajasa memiliki 50 pool atau tempat pemberhentian yang tersebar diseluruh wilayah Jakarta, Provinsi Banten dan Jawa Barat. PT.Primajasa memiliki 1000 unit Bus untuk mengantarkan penumpang ke berbagai tujuan dan armada taksi berjumlah sekitar 500 unit. Armada bus Primajasa melalui 23 rute perjalanan, dimana 90% merupakan rute baru yang jarang dilewati kompetitor. PT.Primajasa Perdanarayautama Cabang Bandung saat ini telah memiliki 8 rute trayek dan memiliki armada sebanyak 185 Unit Bus dan 20 Unit HS (Mobil Kecil) : Reguler

: 145 unit

MODA

: 40 unit

HS (Mobil Kecil)

: 20 unit

Jumlah

karyawan

serta

mitra

(awak

bus)

PT.PrimajasaPerdanarayautama Cabang Bandung saat ini mencapai adalah 500 orang. Untuk

menjalankan

kegiatan

operasinya,

perusahaan

menggunakan chassic bus buatan pabrikan Hino asal Jepang yang 15

sudah terkenal kehandalannya di Indonesia. Varianyang digunakan oleh PT.Primajasa antara lain adalah Hino RKT, Hino RG, dan Hino RK8. Dalam usahanya perusahaan juga melakukan inovasi produk dari tahun ke tahun. Pada mulanya PT.Primajasa hanya bermodal kendaraan 25 unit bus dengan trayek jurusan Bogor ke Tanggerang via Jakarta. Sekitar tahun 2001 Primajasa membuka trayek ditempat keramaian seperti mall, bukan dari terminal ke terminal karena Primajasa menganalisa penumpang yang naik bus dari terminal ke terminal akan mengalami titik jenuh. Pada saat pemerintah membangun jalan Tol Cipularang, Primajasa sudah memiliki desain trayek baru yang melalui Tol Cipularang dengan membuka trayek Jababeka Bandung, Kota Harapan Indah-Bandung dan BandungBandara Soekaro Hatta. Adapun inovasi inovasi produk pelayanan PT.Primajasa saat ini telah beragam, seperti Primajasa Red White Star (Pariwisata), Primajasa Tour (City Miles). Inovasi terbaru dari PT.Primajasa adalah Angkutan MODA. Angkutan MODA adalah angkutan yang disediakan PT.Primajasa khusus perjalanan langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta secara langsung melalui poin ke poin tertentu. Selain itu, dibulan Juni 2018 akan launching trayek baru yaitu Cirebon dan Kuningan. Kelas yang dilayani oleh Bus Primajasa adalah kelas ekonomi, AC, eksekutif dan exlclusive. Dengan fasilitas masing kelas bus sebagai berikut : •

Kelas Ekonomi Non AC dengan jumlah 57 seat



Kelas AC Ekonomi dengandengan jumlah 57 seat



Kelas AC Reguler dengan jumlah 45 seat



Kelas Eksekutif dengan jumlah 39 seat, Fasilitas : AC, Smoking Area, Toilet

16



Kelas Exclusive (MODA) dengan jumlah 39 seat, Fasilitas : AC, Toilet, Smoking Area Dalam operasinya, PT. Primajasa sangat mengutamakan

pelayanan

bagi

para

pelanggannya.

PT.Primajasa

melakukan

pelayanan untuk memenihi kebutuhan penumpang dengan cara menyediakan bus berkapasitas antara 39 sampai 57 penumpang dan waktu keberangkatan setiap 15 menit. Pembelian tiket dapat dilakukan langsung di loket shuttle bus atau juga melalui layanan informasi dan reservasi telepon khusus untuk MODA juga dapat melalui booking Traveloka. Untuk memaksimalkan pelayanan, PT.Primajasa memiliki prinsip untuk tidak membuat penumpag menunggu. Oleh karena itu, PT.Primajasa selalu memberangkatkan armadanya tepat pada waktu dan jadwal meskipun hanya memberangkatkan satu orang penumpang.

3) Pemasaran a) Harga Daftar harga Tiket bus PT.Primajasa Perdanarayautama Trayek Bandung bulan April 2018 adalah sebagai berikut : No

Trayek

Kelas

Harga Tiket

1

Bandung – Tanjung Priok

AC 2-3

Rp. 68.000

2

Bandung – Lebak Mulus – Ciputat

AC Exc

Rp. 80.000

3

Bandung – (Jakarta) Pool Cililitan

AC Exc

Rp. 80.000

4

Bandung – Cikarang

Ekonomi

Rp. 30.000

AC 2-2

Rp. 52.000

5

Bandung – Jababeka

AC 2-2

Rp. 52.000

6

Bandung – Kota Harapan Indah

AC 2-2

Rp. 58.000

7

Bandung – Kali Deres

AC Exc

Rp. 80.000

8

Bandung – Bandara Soekarno Hatta

AC Exc

Rp. 115.000

17

Pada dasarnya harga yang berlaku untuk transportasi bus Primajasa ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat, karena harga yang ditawarkan sudah ekonomis bagi pelanggan.

b) Target Pasar Target pasar PT.Primajasa ini adalah seluruh lapisan masyarakat kelas bawah, menengah, hingga kelas atas. Karena produk pelayanan yang disediakan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Sesuai dengan prinsip utama PT.Primajasa ini adalah ETA (Ekonomis, Tepat Waktu dan Aman) maka perusahaan menjamin bahwa tidak ada angkutan transportasi lain yang lebih murah dari pada yang ditawarkan perusahaan terlebih dengan fasilitas dan pelayanan yang tepat waktu.

c) Sistem Pemasaran Strategi promosi yang dilakukan perusahaan sejauh ini adalah

dengan

mendapatkan

melakukan

pelanggan,

inovasi-inovasi

perusahaan

hanya

produk.

Untuk

mengandalkan

Eksistensi dan Konsistensi yang telah dibangun sejak awal perusahaan berdiri. Saat ini, perusahaan tidak menggunakan fasilitas promosi apapun baik dalam bentuk iklan atau sejenisnya untuk memasarkan produk atau jasa yang ditawarkan karena perusahaan yang berdiri sejak 1991 ini telah dikenal masyarakat sejak dulu, sehingga walau tanpa promosi di media massa ataupun promosi langsung, para pelanggan selalu datang dengan sendirinya. Namun, ketika launcing pelayanan atau trayek baru, perusahaan selalu memberikan informasi tersebut secara langsung kepada para pelanggan selain itu perusahaan juga selalu

18

mencantumkannya di website PT.Primajasa. Sehingga informasi trayek baru selalu diterima oleh konsumen secara langsung. Dengan tidak menggunakan media promosi apapun, perusahaan dapat menghemat pembiayaan untuk keperluan promosi sehingga ini lebih menguntungkan perusahaan. Walaupun tanpa adanya promosi yang signifikan, namun permintaan konsumen terhadap jasa transportasi PT.Primajasa tidak

pernah

menurun

dan

konsumen

selalu

konsisten

menggunakan produk pelayanan PT.Primajasa. Karena kunci utama

pemasaran

yang

dilakukan

PT.Primajasa

adalah

memberikan pelayanan semaksimal mungkin sehingga konsumen tidak pernah beralih ke Jasa Transportasi lain.

4) Keuangan a) Sumber Modal Sumber modal PT.Primajasa Perdanarayautama ini berasal dari modal pribadi pemilik perusahaan dengan modal awal 25 unit Bus yang selanjutnya berkembang hingga saat ini mencapai 750 unit armada diseluruh cabang.

b) Posisi Kemampulabaan Perusahaan Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1991 ini pernah mengalami pasang surut dalam hal kemampulabaan. Namun meskipun demikian rata-rata perusahaan selalu mendapatkan laba dan hampir jarang sekali mengalami kerugian meskipun pada saat negara mengalami krisis moneter. Walaupun dalam perjalanan usahanya perusahaan juga mengalami penurunan omzet, namun hal tersebut tidak membuat perusahaan menjadi kolaps karena laba masih selalu didapat perusahaan.

19

Seluruh hal ini terbukti, dengan tidak pernahnya perusahaan mengalami kemacetan untuk menggaji seluruh karyawannya. Juga dengan perkembangan pertambahan armada dari tahun ke tahun.Dapat disimpulkan bahwa kemampulabaan perusahaan selalu stabil bahkan meningkat dari tahun ke tahun.

5) Research and Development PT.Primajasa

Perdanarayautama

menjalankan

fasilitas/

kegiatan R & D yang dikelola hanya di Kantor Pusat yaitu di Pool Jakarta. Untuk cabang Bandung saat ini belum memiliki divisi R & D secara khusus. Meskipun demikian, kegiatan R&D selalu dilakukan perusahaan dengan bantuan laporan-laporan Ka Wil dari masingmasing cabang. Kegiatan pengembangan yang dilakukan perusahaan meliputi inovasi-inovasi produk,trayek, dan pengembangan bidang usaha baru yang dalam proses inovasinya memerlukan waktu analisis yang cukup lama. Inovasi/pengembangan yang telah dilakukan PT.Primajasa diantaranya : •

Pembukaan Trayek baru Kota Jababeka-Bandung



Penambahan titik pemberangkatan dari pusat perbelanjaan Carefour-Tangerang



Pengembangan bidang usaha Tour & Travel PRIMAJASA TOUR



Pengembangan bidang usaha Pariwisata White Red Star



Angkutan

Pemadu

MODA

Bandung

Supermal-Bandara

Soekarno Hatta •

Reservasi booking tiket online yang bekerjasama dengan Traveloka

20



Launching

trayek

baru

Cirebon-Kuningan

yang

akan

diresmikan pada bulan Juni 2018. Inovasi ini memerlukan waktu analisis selama 2 tahun.

b. Faktor Lingkungan Eksternal PT.Primajasa Cabang Bandung 1) Letak dan Kondisi Gedung Perusahaan PT.Primajasa Perdanarayautama Cabang Bandung terletak di Jl.Soekarno Hatta No.181 Bandung. PT.Primajasa berada pada letak yang sangat strategis karena posisi kantor perusahaan berada tepat dipinggir jalan sehingga mudah diakses oleh konsumen. PT.Primajasa cabang Bandung ini berada dikawasan padat penduduk. Disekitar kantor PT.Primajasa ini terdapat banyak PO-PO kecil jasa Tour dan Travel serta jasa transportasi lintas pulau. Kantor perusahaan terdiri dari Gedung Front Office, Pool yang menampung armada bus serta tempat parkir karyawan dan konsumen, Gedung Back Office yang terletak di bagian paling belakang sejajar dengan Gudang dan Bengkel untuk perbaikan armada.

2) Pangsa Pasar PT.Primajasa memiliki pangsa pasar yang tinggi dibanding para pesaingnya, karena permintaan konsumen akan produk pelayanan yang ditawarkan perusahaan juga tinggi. Dengan pengaruh harga yang ditawarkan perusahaan kepada masyarakat yang

sangat ekonomis

maka perusahaan dengan mudah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dalam industri jasa transportasi banyak sekali kompetitor yang aktraktif dengan persaingan yang ketat. Kompetitor jasa transportasi bagi PT.Primajasa sangat banyak karena PT.Primajasa bukanlah satu satunya jasa angkutan tranportasi darat yang ada di Indonesia. Selain para kompetitor transportasi darat, kompetitor transportasi laut dan

21

udara juga sangat menimbulkan persaingan yang semakin ketat, dimana transportasi udara yang memiliki keunggulan kecepatan waktu dan tanpa macet yang sangat mengancam perusahaan. Justru karena persaingan antar perusahaan transportasi inilah, PT. Primajasalebih memilihkonsen kepada perkembangan rute-rute di daerah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten yang memberikan peluang cukup besar. Hal ini bukan berarti bahwa PT. Primajasa tidak mampu bersaing dengan kompetitor justru PT. Primajasa ingin memanfaatkan potensi wilayah Jawa Barat yang cukup luas.Luasnya wilayah Jawa Barat memberikan peluang bagi PT. Primajasa untuk menciptakan rute-rute baru. Munculnya para kompetitor baru dibidang yang sama, dan para kompetitor yang mencoba memasuki beberapa rute yang dirintis oleh PT.Primajasa juga sempat menjadi ancaman, tetapi perusahaan kompetitor tidak mampu mengimbangi PT. Primajasa karena mereka hanya mengoperasikan armada kurang dari 10 unit setiap harinya, sedangkan PT.Primajasa mampu mengoperasikan 80 unit per hari. Sehingga PT.Primajasa tetap unggul dan mampu bersaing ketat diindustri jasa tranportasi dengan pangsa pasar yang tinggi.

3) Teknologi Dalam

perkembangan

bisnisnya

PT.Primajasa

selalu

memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saingnya dengan para kompetitor. Perusahaan menggunakan teknologi informasi sebagai sarana.

4) Coroprate Social Responsibility Dalam hubungannya dengan masyarakat, PT.Primajasa juga melakukan tanggung jawab sosial nya kepada masyarakat salah satunya dengan program pemberian beasiswa yang dilakukan sejak

22

tahun 2005 kepada 500 pelajar se-Indonesia. 70% penerima beasiswa diantaranya siswa SD yang mendapatkan juara I hingga juara III dengan mendapat beasiswa senilai Rp.1 juta – Rp.1,5 juta, untuk SMP juara I hingga juara III mendapat beasiswa senilai Rp.1, 25 Juta – Rp.1,75 juta dan untuk SMA juara I hingga juara III mendapat beasiswa senilai Rp.1,5 Juta – Rp.2 juta. Untuk mahasiswa satu orang mendapat Rp.3,5 Juta dengan IPK minimal 3.3

D. PEMBAHASAN 1. Analisis Lingkungan Internal PT.Primajasa Perdanarayautama Cabang Bandung a. Analisis Manajemen dan Sumber Daya Manusia Kekuatan : 1) Konsep manajemen yang diterapkan telah efektif Konsep manajemen syariah dan kekeluargaan yang diterapkan di PT.Primajasa merupakan salah satukekuatan utama yang mendorong keberhasilan perusahaan. Karena diperusahaan tersebut seluruh karyawan benar-benar dibuat nyaman ketika bekerja seperti halnya dengan keluarga sendiri dan diberikan keleluasaan untuk bekerja dari 8 jam kerja per hari yg biasa ditetapkan perusahaan hanya 4 atau 5 jam yang digunakan untuk bekerja secara efektif. Para karyawan diberikan jatah cuti sebanyak 12 hari dalam 1 tahun. Selain itu, seluruh kebutuhan karyawan sudah difasilitasi perusahaan sehingga seluruh karyawan menjadi sangat loyal terhadap perusahaan. Semua hal itu terlihat jelas ketika kami melakukan studi

kasus di PT.Primajasa.

Seluruh karyawan benar-benar sangat humble dan terlihat seperti tidak ada batasan antara atasan dan bawahan. Seluruh elemen karyawan bekerja sebagai Core Team. 2) Karyawan yang bekerja diperusahaan sudah profesional sesuai skill dan kemampuannya

23

Setiap

karyawan

yang

bekerja

diPT.Primajasa

sudah

profesional dan expert di bidangnya, terlebih para supir dan kondektur yang

sangat

diperhatikan

kemampuannya.

Perusahaan

tidak

sembarangan memperkerjakan karyawan melainkan melalui tahap seleksi dan selanjutnya diberikan pelatihan-pelatihan agar seluruh karyawan menjadi lebih profesional dan expert di bidangnya. Kelemahan : 1) Pendidikan formal karyawan rendah Hampir 70% karyawan PT.Primajasa terdiri dari Mitra Bus (Supir dan Kondektur) untuk itu, perusahaan lebih mementingkan skill dan kemampuan mengemudi bagi para mitra bus dibandingkan dengan pendidikan formal. Dalam melakukan perjalanan, perusahaan harus menjamin keselamatan para pelanggannya, sehingga tidak bisa memperkerjakan karyawan yang tidak memiliki skill karena hal itu dapat mengancam keselamatan konsumen. Namun, untuk karyawan Front Office dan Back Office perusahaan sangat mempertimbangkan keseimbangan skill dan pendidikan formal. Walaupun ini menjadi kelemahan bagi perusahaan, tetapi faktor internal ini merupakan kelemahan kecil dan tidak terlalu memiliki dampak bagi perusahaan 2) Gedung perusahaan kurang terawat Jika kita melihat kondisi gedung PT.Primajasa cabang Bandung ini, pasti kita langsung tertuju pada gedung Front Office perusahaan yang terlihat usang. Menurut kami, jika perusahaan lebih merawat gedungnya sendiri maka itu akan menjadi daya tarik yang lebih bagi para konsumen. Namun hal ini juga tidak terlalu berpengaruh bagi perusahaan karena, biarpun gedung kantor tidak menarik, permintaan konsumen terhadap pelayanan PT.Primajasa tetap tinggi.

24

b. Analisis Produksi/Operasi Kekuatan : 1) Perusahaan mengutamakan pelayanan bagi pelanggan Menurut kami, seperti visi misi PT.Primajasa “Prima dalam Kerja, Terdepan dalam Pelayanan”. Perusahaan ini memang benarbenar sangat mengedepankan pelayanan terbaik bagi konsumennya. Ini terbukti dengan prinsip pelayanan ETA (Ekonomis, Tepat Waktu, dan Aman) bagi konsumen. Dengan memberikan harga yang dapat dijangkau

seluruh

lapisan

masyarakat,

perusahaan

ini

tetap

mengedepankan pelayanan terlebih pada Tepat Waktu dalam hal pelayanan. Setiap armada harus meluncur sesuai dengan jam dan jadwalnya meskipun hanya mengangkut 1 orang penumpang. Hal ini menjadi kekuatan utama bagi keberhasilan yang telah dicapai perusahaan. 2) Perusahaan mendapatkan input yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan PT.Primajasa mendapatkan input kendaraan bus dari Pabrikan Hino asal Jepang. Bahkan PT.Primajasa pernah mendapatkan penghargaan dari Hino sebagai Pembeli terbanyak. Selain input dasar yang terkenal handal, PT.Primajasa juga selalu melakukan Cheking harian terhadap kendaraan yang akan digunakan untuk meminimalisir terjadinya kerusakan yang menyebabkan kecelakaan. Hal ini juga merupakan kekuatan utama perusahaan, karena armada merupakan faktor terpenting bagi keberlangsungan perusahaan. Kelemahan:-

c. Analisis Pemasaran Kekuatan : 1) Target pasar perusahaan tercapai dan segmentasi pasar luas

25

Target pasar PT.Primajasa adalah seluruh lapisan masyarakat dari kalangan bawah hingga kalangan elit. Menurut kami, target pasar ini sudah tercapai dengan adanya fasilitas bus yang tersedia untuk kelas Ekonomi untuk masyarakat kalangan bawah, kelas Reguler untuk masyarakat kalangan menengah, dan kelas Eksekutif untuk masyarakat elit. Hal ini menjadi kekuatan utama bagi perusahaan karena target pasar yang tercapai ini membuat tingkat permintaan konsumen tinggi sehingga segmentasi pasar pun menjadi luas. Ini membuktikan bahwa perusahaan telah berhasil menguasai pasar. 2) Eksistensi Perusahaan yang sudah dikenal masyarakat. Karena perusahaan telah berdiri sejak tahun 1991 dan sudah banyak dikenal masyarakat, maka tanpa melakukan promosi pun perusahaan sudah memiliki tingkat permintaan yang tinggi. Sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan promosi. Hanya saja, menurut kami, jika perusahaan tetap melakukan strategi promosi misalnya di media sosial, peluang untuk lebih meningkatkan permintaan konsumen akan lebih besar lagi. Perusahaan akan lebih dikenal lagi apalagi di kalangan anak-anak muda yang selalu memanfaatkan teknologi informasi. Kelemahan : 1) Perusahaan tidak melakukan kegiatan promosi Menurut kami, walaupun permintaan konsumen terhadap penawaran perusahaan sudah tinggi, namun seiring perkembangan zaman, perusahaan juga harus melakukan strategi promosi yang dapat tetapmeminimalisir pengeluaran biaya, karena peluang untuk lebih meningkatkan permintaan konsumen akan lebih besar. Walaupun ini merupakan kelemahan kecil bagi perusahaan, karena tidak terlalu berdampak dan tidak menghambat perusahaan. Namun, kelemahan

26

kecil ini bisa saja menjadi ancaman jika ada kompetitor yang mampu memanfaatkan peluang.

d. Keuangan Kekuatan : 1) Kondisi keuangan perusahaan yang selalu stabil Tidak semua perusahaan selalu berada dalam kondisi yang stabil dalam aspek keuangan. PT.Primajasa merupaka salah satu perusahaan

yang

selalu

memiliki

kestabilan

dalam

kondisi

keuangannya walaupun pada saat negara sedang berada dalam krisis moneter, hal ini menjadi kekuatan utama karena keuangan yang selalu stabil menandakan bahwa perusahaan selalu bisa bertahan meski dalam kondisi negara yang sedang memburuk. Kelemahan : -

e. Research and Development Kekuatan : 1) Perusahaan melakukan inovasi dan pengembangan produk Salah satu kekuatan utama perusahaan adalah melakukan inovasi produk dan pengembangan produk yang membuat menarik minat dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Pengembangan produk yang dilakukan PT.Primajasa selalu menjadi perintis trayek yang belum pernah ada sebalumnya. Sehingga konsumen hanya akan datang ke PT.Primajasa untuk menggunakan pelayanan yang ditawarkan perusahaan karna perusahaan lain tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Kelemahan : 1) Perusahaan Cabang tidak memiliki divisi R&D

27

Menurut kami, perusahaan cabang juga perlu adanya divisi R&D karena kondisi setiap wilayah berbeda-beda. Sehingga divisi R&D di pusat tidak mengetahui hal-hal yang terjadi pada perusahaan cabang secara mendalam. Hal ini menjadi kelemahan yang kuat bagi perusahaan.

2. Analisis Lingkungan Eksternal PT.Primajasa Perdanarayautama Cabang Bandung a. Peluang : 1) Letak perusahaan yang strategis Posisi letak perusahaan yang berada tepat dipinggir jalan kawasan padat penduduk menjadi peluang yang sangat kuat bagi perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya. Dengan letak yang strategis ini, memudahkan akses konsumen yang akan menggunakan jasa transportasi PT.Primajasa 2) Wilayah Jawa Barat yang sangat luas Sangat luasnya wilayah Jawa Barat memberikan peluang kepada PT. Primajasa untuk menciptakan rute-rute baru di daerah Jawa Barat.Hal ini juga menjadi salah satu alasan PT. Primajasa memilih untuk lebih fokuspada pengembangan rute perjalanan di daerah Jawa Barat.PT.Prima Jasa juga berencana mengembangkan rute ke daerah Cianjur dan Sukabumi selain rute Cirebon-Kuningan yang akan segera launching di Juni 2018. 3) Pangsa pasar perusahaan tinggi Pangsa pasar PT.Primajasa yang tinggi dibanding para pesaingnya menjadi peluang utama keberhasilan yang saat ini diraih oleh

PT.Primajasa.Tingginya

pangsa

pasar

PT.Primajasa

ini

disebabkan oleh inovasi-inovasi produk rintisan PT.Primajasa dan

28

kepuasan pelayanan yang dirasakan konsumen yang menyebabkan permintaan konsumen meningkat. 4) Penggunaan Teknologi Dalam menjalankan usahanya, perusahaan juga memanfaatkan teknologi, salah satunya dengan bekerjasama dengan traveloka untuk reservasi tiket sehingga konsumen tidak perlu datang ke pool untuk memesan tiket. Peluang ini, masih jarang digunakan perusahaan transportasi lain. Maka dari itu, peluang penggunaan teknologi ini sangat penting bagi PT.Primajasa yang sudah satu langkah lebih maju dibanding pesaingnya. 5) Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sebagai perusahaan yang telah sukses dalam bisnisnya, PT.Primajasa juga menjalankan kewajiban sosialnya, hal ini akan menambah peluang kesempatan untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan membangun citra perusahaan yang baik.

b. Ancaman : 1) Adanya pesaing yang mencoba menyaingi trayek rintisan PT.Primajasa Kesuksesan PT.Primajasa menimbulkan semangat pesaing untuk berusaha menyaingi dengan membuka trayek perjalanan yang sama. Namun, perusahaan-perusaahaan pesaing itu belum mampu menyaingi

PT.Primajasa

mengingat

armada

yang

dimiliki

PT.Primajasa jauh lebih unggul dan lebih banyak. Sehingga hal ini hanya merupakan ancaman kecil bagi PT.Primajasa. 2) Transportasi udara dan kereta api yang lebih cepat dan tanpa macet Hal ini menjadi salah satu ancaman bagi PT. Primajasa. Untuk itu mereka tidak mengambil rute-rute di luar provinsi Jawa Barat, DKI

29

Jakarta dan Banten, mengingat bahwa rute-rute yang jangkauannya lebih jauh bahkan sampai lintas pulau bisa juga menggunakan transportasi udara dan kereta api untuk mempercepat waktu tempuh. Walaupun dengan harga yang mahal orang mungkin bisa saja lebih memilih menggunakan transportasi udara atau keretaapi karena ingin lebih cepat sampai tujuan dan terbebas dari macet. Oleh karena itu, PT. Primajasa lebih memilih berkonsentrasi untuk trayek di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Bukan karena PT. Primajasa tidak mampu bersaing dengan transportasi lainnya tetapi menurut PT. Primajasa wilayah Jawa Barat juga

memberikan

peluang

yang

sangat

besar

dalam

bisnis

transportasi.Masih banyak daerah di Jawa Barat yang belum tersentuh oleh armada-armada transportasi yang mumpuni.Inilah yang juga menjadi PR besar untuk PT. Primajasa. 3) Banyaknya Perusahaan transportasi yang ada di Indonesia Meskipun banyak transportasi yang ada di Indonesia, namun PT.Primajasa yang lebih mengedepankan pelayanan sesuai dengan motto mereka “Ekonomis, Tepat waktu dan Aman”, selalu berusaha melakukan pelayanan yang prima. Memberikan harga yang bisa terjangkau di berbagai kalangan dengan pemilihan kelas bus, tepat waktu dalam pemberangkatan penumpang, dan selalu dilaksanakannya pemeriksaan dan perbaikan rutin terhadap kendaraan. Walaupun sampai terjadi kemogokan ketika perjalanan, penumpang tidak akan menunggu terlalu lama karena waktu keberangkatan bus setiap 15 menit sekali, sehingga penumpang bisa menggunakan bus selanjutnya. Pada setiap keberangkatan, walaupun penumpang hanya ada 1 orang bus harus tetap berangkat sesuai dengan waktu keberangkatan.Hal-hal inilah yang membuat PT. Primajasa ini berbeda dengan perusahaan yang lain. Sehingga terdapat banyaknya

30

perusahaan transportasi di Indonesia bukan ancaman yang besar bagi PT. Primajasa.

3. Analisis Matrik SWOT Dari analisis faktor-faktor internal dan eksternal diatas, maka dapat dibuat matriks SWOT sebagai berikut : Strength (S)

Weakness (W)

1. Konsep manajemen yang

1.

diterapkan

perusahaan

sangat efektif

kurang terawat

2. Karyawan

yang

profesional

2.

sesuai

formal

3. Pelayanan

terbaik

karyawan

bagi pelanggan

rendah

4. Input produk yang

3.

berkualitas

Perusahaan tidak

5. Target pasar sesuai

melakukan

segmentasi

kegiatan

pasar luas

promosi

6. Eksistensi

4.

perusahaan sudah

yang dikenal

masyarakat 7. Kondisi

Mayoritas pendidikan

skillnya

dan

Gedung

Perusahaan cabang

tidak

memiliki divisi R&D

keuangan

selalu stabil 8. Inovasi

dan

pengembangan produk

31

Opportunities

Strategi SO

Strategi WO

(O) 1. Letak

1. Pertahankan

&

1. Manfaatkan

perusahaan

tingkatkan kualitas

fungsi

yang strategis

pelayanan dan input

strategis

produk

perusahaan

2. Wilayah Jawa Barat

yang

sangat luas 3. Pangsa

pasar

yang tinggi 4. Penggunaan Teknologi 5. Tanggungg jawab

sosial

dan

pelayanan

untuk

letak

dengan

mempertahankan

perbaikan

pangsa pasar.

gedung

2. Tingkatkan inovasi

lebih menarik 2. Dengan

pengembangan produk

agar

dengan

memanfaatkan

menggunakan

wilayah

Jawa

teknologi

Barat yang luas,

perusahaan

3. Pertahankan

yang baik

eksistensi

rute-rute baru di

perusahaan dengan

Jawa Barat.

terus

3. Bentuk

meningkatkan tanggung sosial

jawab kepada

masyarakat

divisi

R&D di daerah cabang

untuk

mempermudah

4. Manfaatkan kondisi keuangan

ciptakan

yang

mengelola pengembangan

selalu stabil untuk

teknologi

lebih meningkatkan

perusahaan.

dan

bagi

memperluas

pangsa pasar

32

Strategi ST

Threats (T)

1. Pesaing yang

1.

Strategi WT

Tingkatkan

daya

mencoba

saing

menyaingi

inovasi

trayek rintisan

pengembangan

skill karyawan

perusahaan

produk

agar perusahaan

2.

2. Persaingan

dengan

1. Perbanyak

dan

Pertahankan

dan

tingkatkan

udara

dan

pelayanan

kereta

api

agar dapat unggul

cepat

terbaik

dalam persaingan

lebih 3.

dapat bersaing

kompetitor Indonesia 2. Bentuk

divisi

yang untuk

agar

dapat

berinovasi dan

perusahaaan

stabil

transportasi di

menambah armada

unggul

Indonesia

baru

kompetitor

untuk

4.

dari

3. Lakukan

menghindari kompetitor

di

R&D dicabang

Manfaatkan keuangan

3. Banyaknya

meningkatkan

dengan

transportasi

yang

pelatihan untuk

yang

perawatan

mencoba

gedung

menyaingi.

fasilitas lainnya

Tingkatkan yang

input

berkualitas

dan

minimal 1 tahun sekali.

untuk meningkatkan daya saing

dengan

perusahaan transportasi lain di Indonesia

33

4. Strategi Umum Menurut analisis kami, strategi umum yang dapat digunakan oleh PT. Primajasa adalah strategi ekspansi atau peluasan usaha di mana diadakannya penambahan rute-rute ke daerah Jawa Barat lainnya selain rute CirebonKuningan yang akan segera launching bulan Juni 2018 nanti. Masyarakat akan lebih diuntungkan dengan adanya perluasan usaha karena mereka mempunyai alternatif pilihan lain untuk berkendara. Apalagi jika didukung dengan harga yang relatif terjangkau untuk semua kalangan.

5. Strategi Fungsional Strategi fungsional dalam produksi dan operasi manajemen yang harus diterapkan di PT. Primajasa yaitu : a. Perawatan gedung kantor dan fasilitas pelayanan lainnya minimal 1 tahun sekali. b. Menambah armada bus jika permintaan dari masyarakat meningkat. c. Menambah rute-rute perjalanan ke kota-kota di Jawa Barat yang cukup mempunyai peluang yang besar untuk bisnis transportasi. Strategi fungsional dalam pemasaran yang harus diterapkan di PT. Primajasa : a. Meningkatkan akses booking online agar memudahkan masyarakat dalam pembelian tiket. b. Penetapan harga berorientasi pada persaingan, agar harga dapat bersaing dengan perusahaan lain. c. Harus punya tenaga yang fokus di bidang pemasaran untuk meningkatkan daya beli masyarakat. d. Meningkatkan promosi pada media-media sosial. Strategi fungsional dalam Riset dan Pengembangan (R&D) yang harus diterapkan PT.Primajasa :

34

a. Perusahaan perlu mempunyai divisi R&D yang dapat langsung melakukan riset di wilayah perusahaan cabang Bandung. b. R&D yang dilakukan perusahaan sebaiknya lebih kepada sisi Ofensif yaitu perusahaan lebih mengutamakan inovasi teknologi dan pengembangan produk baru. Strategi fungsional dalam Manajemen dan Sumber Daya Manusia yang harus diterapkan PT.Primajasa : a. Meningkatkan pelatihan bagi karyawan agar lebih profesional. b. Perlu diadakan evaluasi dan disiplin kerja.

E. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil analisis internal dan analisis eksternal PT.Primajasa Perdanarayautama Cabang Bandung yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan PT.Primajasa Perdanarayautama adalah faktor pelayanan yang selalu mengedepankan kepentingan konsumen. Namun,

PT.Primajasa

Perdanarayautama

sampai

saat

ini

tidak

menggunakan media promosi apapun untuk kegiatan pemasarannya, dan tidak pula didukung oleh tenaga pemasaran yang ahli. Karena PT.Primajasa hanya mengandalkan eksistensi perusahaan yang sudah dibangun sejak tahun 1991.

35

DAFTAR PUSTAKA

https://id.scribd.com/doc/307320818/Modul-Manajemen-Strategik.

Diakses

pada tanggal 3 Mei 2018. Hamali, Amarullah. 2012. Manajemen Strategik Teori dan Aplikasi. Bandung : Universitas Nasional Pasim. Taufiqurokhman. 2016. Manajemen Strategik. Jakarta : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof Dr. Moestopo Beragama. Yunus, Eddy. 2016. Manajemen Strategik. Yogyakarta : Penerbit Andi. Umar, Husein. 2001. Strategic Management in Action. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

36

LAMPIRAN-LAMPIRAN

37

Lampiran 1

DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL PT. PRIMAJASA PERDANARAYAUTAMA

IDENTITAS RESPONDEN

Nama

: Tri Oktaviandi

Jabatan

: Assistan General Affairs & Humas

Diharapkan Bapak/Ibu dapat menjawab secara lengkap, objektif dan benar adanya. Peneliti

Lani Hartati 1617.02.1.011

Riki Aryani 1617.02.1.016

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH Jl.KH. Ahmad Dahlan (Banteng Dalam) No.6 Bandung Telp.(022)-7272951 2018 38

A. PROFIL PT.PRIMAJASA

1. Bagaimana latar belakang sejarah berdirinya PT.Primajasa? 2. Bergerak dibidang apa PT.Primajasa ini? 3. Apa visi, misi, dan tujuan dari PT.Primajasa? 4. Bagaimana struktur organisasi PT.Primajasa ini? B. ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL PT.PRIMAJASA

1. Manajemen dan Sumber Daya a. Konsep manajemen apa yang digunakan PT.Primajasa? b. Apakah perusahaan sudah memiliki cabang atau anak perusahaan? c. Berapa luas lahan PT.Primajasa di Pool Soekarno Hatta ini? d. Berapa jumlah tenaga kerja di PT.Primajasa? e. Berapa jumlah armada yang tersedia di PT.Primajasa? f. Bagaimana tingkat keterampilan dan produktifitas karyawan yang ada saat ini? g. Apakah perusahaan memberikan fasilitas jaminan kesehatan bagi para karyawan dan konsumen? 2. Produksi/Operasi a. Apa saja yang dibutuhkan perusahaan untuk kegiatan operasi? b. Bagaimana perusahaan memperoleh input tersebut? c. Fasilitas dan pelayanan apa saja yang disediakan perusahaan untuk konsumen? d. Apakah perusahaan menggunakan media teknologi dalam proses operasi? e. Apakah harga yang telah ditetapkan perusahaan sesuai dengan daya beli konsumen? 3. Pemasaran a. Bagaimana penetapan harga yang dilakukan perusahaan untuk masing-masing produk pelayanan? b. Kegiatan promosi apa saja yang sudah dilakukan perusahaan? c. Strategi promosi apa yang dilakukan perusahaan saat ini? d. Siapa saja target pasar dari PT.Primajasa?

39

4. Keuangan a. Dari mana saja sumber modal yang digunakan PT.Primajasa? b. Bagaimana alokasi anggaran perusahaan saat ini? c. Bagaimana posisi kemampulabaan perusahaan saat ini? d. Pernahkan perusahaan mengalami krisis hingga menghambat jalannya kegiatan usaha? e. Apakah modal yang dimiliki perusahaan saat ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan perusahaan? 5. Research and Development a. Apakah perusahaan melakukan kegiatan R & D? b. Adakah divisi khusus yang menangani kegiatan R & D ? C. ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL PT.PRIMAJASA

1. Apakah perusahaan memiliki pangsa pasar yang luas? 2. Apakah letak perusahaan berdiri sudah strategis? 3. Siapa saja pesaing PT.Primajasa? 4. Apakah perusahaan memiliki pesaing yang dianggap paling berat bagi perusahaan? 5. Bagaimana posisi perusahaan saat ini diantara para pesaingnya? 6. Apakah tingkat penawaran konsumen tinggi bagi perusahaan? 7. Bagaimana hubunguan antara perusahaan dengan konsumen? 8. Apakah perusahaan memiliki mitra bisnis dalam menjalankan usahanya? 9. Apakah perusahaan memiliki investor bagi usahanya? 10. Apakah perusahaan memiliki sumber penghasilan lain diluar usaha?

40

Lampiran 2

STRUKTUR ORGANISASI PT. PRIMAJASA PERDANARAYAUTAMA

41

Lampiran 3

DENAH LOKASI PT. PRIMAJASA PERDANARAYAUTAMA

42

Lampiran 4

DENAH BACK OFFICE PT. PRIMAJASA PERDANARAYAUTAMA

43

Lampiran 5

DOKUMENTASI

44

Lampiran 6

SURAT KETERANGAN PENELITIAN

45

Copyright © 2024 DOKUMEN.SITE Inc.