Feasibility Study Fly Over Palur

June 16, 2018 | Author: Visiyo Desma Falahis | Category: N/A


Comments



Description

Laporan Hasil Wawancara Feasibility Study Pembangunan Fly Over PalurBAB 1 PENDAHULUAN Studi kelayakan adalah penelitian tentang layak tidaknya suatu gagasan atau usulan proyek diwujudkan menjadi kenyataan. Hal ini dikaitkan dengan tingkat keberhasilan yang hendak diraih. Melihat kegunaannya yang strategis, yaitu sebagai bahan pengambilan keputusan, maka suatu studi kelayakan haruslah mencakup berbagai aspek yang terkait serta memperhatikan mutu dan jangkauan pengkajian. Kriteria studi kelayakan ini secara umum dibagi menjadi dua, yaitu untuk Pemerintah dan lainnya untuk Pihak Swasta. Bagi Pemerintah, keberhasilan dikaitkan dengan manfaat sosial ekonomi. Aspek ini didasarkan pada landasan yang luas, yang melihat biaya dan manfaat investasi dari sudut kepentingan sosial atau masyarakat secara menyeluruh, yang bisa dikaitkan dengan penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan sumberdaya yang melimpah di tempat itu, bisa juga dikaitkan dengan penghematan devisa atau penambahan devisa yang diperlukan oleh pemerintah. Bagi Pihak Swasta, keberhasilan utamanya ditinjau terhadap aspek finansial. Peninjauan dikaitkan dengan tujuan finansial usaha sektor swasta yang menginginkan peningkatan kekayaan perusahaan. Investor akan lebih memperhatikan prospek usaha, yakni tingkat keuntungan yang diharapkan beserta risiko investasi. Semakin tinggi risiko investasi akan semakin tinggi tingkat keuntungan yang diminta oleh para investor. Dalam penerapannya, sulit menentukan suatu kerangka umum yang memuat sistematika dan ketentuan aspek apa yang mendapat sorotan dalam suatu studi kelayakan oleh karena beraneka ragamnya proyek. Oleh karena itu, pengkajian hendaknya disesuaikan dengan jenis proyek serta tujuan yang spesifik. 1 Pada saat jam sibuk pukul 06. serta ditambah dengan saat KA melintas. semakin banyak pula jumlah moda transportasi yang diproduksi.1. Akan tetapi. Terjadinya kesemrawutan kendaraan ( traffic crowded ).1. maka muncul permasalahan sebagai berikut : a. Tawangmangu.00 s/d 18. c. Sebagai contoh di kota Solo. bertambahnya jumlah moda transportasi ini tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur jalan yang memadai.1. b. kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas. Terjadinya antrean pada perlintasan jalan rel (queueing flow ).30 jumlah kendaraan bermotor / tidak bermotor meningkat. Feasibility Study yang Pernah Dilakukan Studi kelayakan yang pernah dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Karanganyar sudah sangat banyak. Dampaknya. khususnya industri otomotif. Rehabilitasi sekolah dan bangunan-bangunan tua dan studi kelayakan pada pemasangan pipa saluran air di Gondosuli Tawangmangu serta studi kelayakan pembangunan Fly Over Palur. Seiring berkembangnya kemajuan industri. antara lain pembangunan talud di Matesih. 2 .Laporan Hasil Wawancara Feasibility Study Pembangunan Fly Over Palur BAB 2 HASIL WAWANCARA 2. kecenderungan globalisasi dan regionalisasi membawa tantangan dan sekaligus peluang baru bagi proses pembangunan nasional dan daerah. Terjadinya hambatan perjalanan ( traffic congestion ). Konsultan 2. terjadilah permasalahan kepadatan. Dewasa ini. tepatnya di perlintasan kereta api Palur dengan jalan raya tidak mampu lagi melayani volume lalu lintas yang ada serta terdapat 3 titik konflik lalu lintas yang berasal dari pertemuan sebidang. Dalam laporan kali ini kami mengambil hasil studi kelayakan pembangunan Fly Over Palur. kecelakaan lalu lintas dan memberikan layanan yang memadai kepada masyarakat. Peningkatan pelayanan mobilitas kepada masyarakat. e. Meningkatkan potensi agrobisnis dan perekonomian masyarakat. mobil penumpang. yang diperlukan untuk pengambilan keputusan pembangunan Fly Over. Sasaran : 1. Oleh karena itu. Berkaitan dengan hal tersebut agar tidak terjadi kemacetan. Mengembangkan potensi daerah Jawa Tengah bagian timur. maka jumlah arus kendaraan bus. maka pemerintah Kabupaten Karanganyar akan merencanakan pembangunan Fly Over yang saat ini sedang dilaksanakan kegiatan studi kelayakannya. b.Laporan Hasil Wawancara Feasibility Study Pembangunan Fly Over Palur Saat ini pembangunan jalan tembus Tawangmangu – Sarangan sudah mulai dilaksanakan yang dalam waktu dekat sudah berfungsi. Mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan yang mungkin timbul akibat peningkatan kepadatan arus lalu lintas. Meningkatkan kuantitas penerbangan pada bandara internasional Adi Sumarmo dari Kabupaten Magetan. dan sekitarnya. Tujuan : 1. Meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di Simpang Palur. 2. Menunjang perkembangan kawasan wisata dan industri di Kabupaten Karanganyar. c. yaitu dengan mempercepat pelaksanaan pembangunan Fly Over Palur. 3. dll akan meningkat. Pada waktuwaktu tertentu akan terjadi kemacetan lalu lintas atau bahkan kecelakaan di perlintasan KA. perlu segera diantisipasi. Mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. 3 . d. sepeda motor. agar kejadian yang tidak diinginkan tersebut tidak terjadi. Manfaat Pembangunan Fly Over antara lain : a. karena semua lalu lintas yang melewati persimpangan dapat berjalan dengan relatif tanpa hambatan. Menyusun laporan hasil Feasibility Study. Aspek Finansial Untuk proyek-proyek pemerintah. karena proyek yang dikerjakan adalah untuk kepentingan orang banyak dan demi kesejahteraan masyarakat. Evaluasi kelayakan non-Cost Recovery Berdasarkan hasil wawancara dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar.2. misalnya penyerapan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan. Mengusulkan rencana desain Fly Over. Jenis-jenis Studi Kelayakan yang Pernah Dikerjakan Jenis-jenis studi kelayakan antara lain : 1.1. misalnya study kelayakan dalam pembuatan gedung pemerintahan. 3. 2. 4 . baik polusi udara dan suara. selain itu. akan banyak masyarakat yang menyekolahkan anakanaknya di sekolah tersebut dengan pertimbangan jarak yang lebih dekat.Laporan Hasil Wawancara Feasibility Study Pembangunan Fly Over Palur 2. 2. Evaluasi kelayakan Cost Recovery 2. sebagai contoh dalam pembangunan sekolah. juga harus memperhatikan masyarakat sekitar. Setelah bangunan sekolah jadi. umumnya tidak menggunakan aspek finansial sebagai tolak ukur. proyek Cost Recovery sejauh ini belum pernah dilaksanakan. apabila berdasarkan hasil Feasibility Study dinyatakan layak untuk dibangun. Aspek Sosial Dalam proses pembangunan tetap juga harus memperhatikan sosial. harus memperhatikan aspek lingkungan yaitu. polusi yang mungkin terjadi dalam pembangunannya. Kriteria Proyek Kriteria proyek yang membutuhkan studi kelayakan antara lain 1.2. juga menimbulkan kesempatan bagi masyarakat untuk berdagang. Aspek Lingkungan Proyek yang berdampak besar terhadap lingkungan. 2. Proses pembangunan sekolah dapat melibatkan masyarakat sekitar. operasi. BCR adalah perbandingan antara nilai ekuivalen dari Benefit (manfaat) dengan ekuivalen dari Cost (biaya) pada suatu titik waktu yang sama. sehingga pembangunan Jembatan Fly Over Palur baru akan dikerjakan pada saat ini. 2. Penggunaan Hasil Studi Kelayakan Hingga saat ini. 2. biaya pembangunan bendungan. baik berupa peningkatan penghasilan.4. hasil Studi Kelayakan Pembangunan Jembatan Fly Over Palur yang dilakukan pada tahun 2007 belum digunakan dikarenakan adanya berbagai kendala. mengoperasikannya dan memeliharanya. mendapatkan lapangan pekerjaan. serta pemeliharaan instalasi hasil proyek. terjadinya pencemaran udara akibat asap. memperoleh kemudahan untuk pelaksanaan pekerjaannya. tidak memikirkan keuntungan finansial yang akan didapat. BCR  Nilai sekarang Benefit (PV)B  Nilai sekarang Biaya (PV)C Apabila : BCR ≥ 1 maka proyek layak untuk dilaksanakan. Disbenefit atau beban adalah kerugian yang ditanggung oleh masyarakat akibat adanya suatu proyek. Sebagai contoh. 5 . BCR < 1 maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. namun lebih kepada misi sosial demi kesejahteraan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut. Parameter Studi Kelayakan Parameter yang digunakan dalam Studi Kelayakan Pembangunan Jembatan Fly Over Palur yaitu 1. atau bentuk lain. Benefit Cost Ratio (BCR) Benefit adalah keuntungan yang diterima oleh masyarakat akibat diselenggarakannya suatu proyek. Biaya adalah pengeluaran yang harus diadakan untuk pelaksanaan proyek. Contoh. atau kebisingan yang dihasilkan oleh instalasi industri hasil proyek.3.Laporan Hasil Wawancara Feasibility Study Pembangunan Fly Over Palur Contohnya pembangunan jalan . Present Equivalent (PE) Indeks profitabilitas menunjukkan kemampuan mendatangkan laba per satuan nilai proyek. usulan proyek ditolak. Net Present Value (NPV) NPV adalah jumlah dari keseluruhan manfaat (benefit) dikurangi dengan keseluruhan biaya (cost) pada suatu titik waktu yang sama. 3. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. NPV   n (C)t (Co)t   t t t  0 (1  i) t  0 (1  i) n Apabila : NPV bernilai positif atau > 0. Analisis Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah arus pengembalian yang menghasilkan Net Present Value. Aliran kas masuk sama dengan aliran kas keluar. 4.Laporan Hasil Wawancara Feasibility Study Pembangunan Fly Over Palur 2. NPV bernilai negatif atau < 0. 6 . maka proyek layak untuk dilaksanakan. misalkan harga sekarang harga yang akan datang ataupun harga tahunan. (C)t   t t  0 (1  i) n  (1  i) t 0 n (Co)t t Indikasi : IRR > arus pengembalian (diskonto) yang diinginkan. IRR < arus pengembalian yang diinginkan. usulan proyek diterima. akan amat membantu untuk memutuskan disetujui tidaknya proyek tersebut. Periode pengembalian dinyatakan dalam tahun. Keterbatasan: a. khususnya dalam analisis pendahuluan oleh karena: a. Tidak mempertimbangkan nilai waktu dari uang. Bagi proyek yang memiliki risiko makin lama makin tinggi. dihitung dari aliran kas bersih per tahun. b. Proyek dengan periode pengembalian lebih cepat akan lebih disukai. dan memberikan pengertian yang mudah tentang waktu pengembalian modal. dengan mengetahui kapan pengembalian modal selesai.Laporan Hasil Wawancara Feasibility Study Pembangunan Fly Over Palur Indikasi: Indek Profitabil itas   (C)t t t  0 (1  i) n IP >1 : Usulan diterima IP <1 : Usulan ditolak 5. Sederhana. 7 . Lewat waktu tersebut usulan akan ditolak. Payback Period Periode pengembalian diartikan sebagai jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal suatu proyek. Perusahaan perlu menentukan batasan maksimum waktu pengembalian. Tidak memberikan gambaran bagaimana situasi aliran kas sesudah periode pengembalian selesai. Jadi berlaku seperti indeksi risiko bagi investor. berarti tidak mengikuti prinsip dasar analisis aspek ekonomi – financial dalam mengkaji kelayakan suatu proyek (proyek) c. menghitungnya tidak sulit. atau perusahaan yang peka terhadap masalah likuiditas padamasa awal proyek. Tidak memberikan indikasi profitabilitas dari unit usaha hasil proyek. b. Keuntungan: Metode ini banyak digunakan. Sulitnya mendapatkan persetujuan dari pusat atas studi kelayakan yang dilakukan. Terkadang studi kelayakan yang dilakukan tidak diterima oleh pusat dengan berbagai alasan. 8 . Kesulitan dalam pengumpulan data. 2.6.5. 4.Laporan Hasil Wawancara Feasibility Study Pembangunan Fly Over Palur 2. contohnya pengambilan sampel yang tidak mudah 3. Studi kelayakan dalam implementasinya bersesuaian dengan keinginan masyarakat. sehingga tidak sesuai lagi dengan hasil survei. terkadang kondisi di lapangan berubah. antara lain : 1. Survei tempat yang membutuhkan waktu lama 2. Pelaksanaan Studi Kelayakan untuk Bangunan Publik Studi kelayakan diimplementasikan setelah disesuaikan dengan keputusan menteri dan disetujui oleh petinggi setempat. Setelah di telaah lebih lanjut. akibatnya harus melakukan survei ulang. Kesulitan-kesulitan dalam Pelaksanaan Studi Kelayakan Dalam penyusunan Studi kelayakan biasanya mengalami kendala dan kesulitan-kesulitan. 2. Hal itu terjadi akibat timbulnya trauma pembangunan di waktu yang lalu ataupun di tempat yang lain. karena pengguna jalan harus menunggu loama untuk melewati Simpang Palur. Tingginya biaya transportasi dapat secara tidak langsung mendorong peningkatan biaya produksi barng/jasa. 3. Dengan lancarnya distribusi barang dan jasa inflasi pada komoditas transportasi dapat ditekan.75 menit. Net Present Value/NPV. 5. dan Internal Rate of Return/Irr) menunjukan bahwa pembangunan jembatan Palur Karanganyar adalah layak.Laporan Hasil Wawancara Feasibility Study Pembangunan Fly Over Palur BAB 3 PENUTUP 3. Durasi kemacetan saat ini terlalu panjang. sehingga kemampuan produksi melemah dan memicu naiknya harga umum. Frekuensi lintasan kereta api terlalu tinggi dalam kurun waktu jam kerja. 6. 9 .1. Kelompok komoditas transportasi di Kabupaten Karanganyar merupakan kelompok komoditas dengan tingkat inflasi paling tinggi. bahkan pernah membutuhkan waktu sampai 15. 4. Kesimpulan Berdasarkan kondisi nyata di lapangan saat ini dan kecenderungan peningkatan kesejahteraan yang diikuti oleh peningkatan jumlah kepemilikan kendaraan bermotor. Kajian dari aspek finansial untuk alternatif 1 maupun alternatif 2 (benefit cost Ratio/BCR. maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Frekuensi kemacetan lalu lintas terlalu tinggi (terlalu sering terjadi kemacetan) dalam kurun waktu jam kerja. Masyarakat sekitar kawasan pembangunan jembatan layang Palur Kabupaten Karanganyar telah memeiliki persepsi yang “negatif” terhadap rencana pembangunan jembatan layang Palur Karanganyar. 2.2. karena kajian tersebut menunjukan bahwa jembatan layang (Fly-Over) Plur adalah layak. jembatan layang Palur Kabupaten Karanganyar jadidibangun. 4. terutama untuk meyakinkan masyarakat bahwa pembangunan jembatan layang (Fly-Over) Palur akan mampu memberikan kehidupan yang lebih baok. Oleh karena itu PERLU DIBANGUN FLY-OVER PADA SIMPANG PALUR atau dengan perkataan lain PEMBANGUNAN FLY-OVER PADA SIMPANG PALUR dinilai SUDAH FEASIBLE. baik sekatrang maupun di waktu yang akan datang.persyaratan berikut ini : 1. 3. 3. Saran Atas dasar kajian dari sisi sosial ekonomi dan finansial jembatan layang (Fly-Over) Palur perlu dibangun. maka perlu sosialisasi secara intensif dan terintegrasi. Tidak merusak keindahan lokasi. disarankan agar FLY-OVER YANG AKAN DIBANGUN dapat memenuhi persyaratan. Tidak memperparah kondisi mutu suara dan udara (dapat mereduksi tingkat polusi udara dan suara) 5. Terkait dengan persepsi negatif yang sudah terbentuk. Polusi udara dan suara yang timbul akibat kemacetan tentu tidak dapat diterima. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan gejolak yang mungkin terjadi terkait dengan rencana pembangunan jembatan layang (Fly-Over) Palur. 8. Tidak menimbulkan masalah sosial dan hukum kelak di kemudian hari. jika dihitung berdasarkan total durasi kemacetan harian dan jumlah kendaraan tang terjebak dalam kemacetan itu. Hal tersebut berarti secara sosial ekonomi dan finansial jembatan layang (Fly-Over) akan memberikan manfaat. Tidak menimbilkan kerugian masyarakat dari segala lapisan Tidak membutuhkan dana yang terlalu besar. 10 . Oleh karena itu.Laporan Hasil Wawancara Feasibility Study Pembangunan Fly Over Palur 7. Pemborosan BBM yang pasti besar akibat kemacetan.
Copyright © 2025 DOKUMEN.SITE Inc.