PT. PLN (Persero) WILAYAH PAPUA PENYUSUNAN ROADMAP LISDES DAN PAPUA BARAT PT.PLN (Persero) WP2B BAB_1 PENDAHULUAN ROADMAP PENGEMBANGAN LISTRIK DESA (RPLD) 2013-2017 PT. PLN (Persero) WP2B Disusun Oleh : LEMBAGA PENELITIAN & PENGABDIAN MASYARAKAT (LP2M) UNIVERSITAS CENDERAWASIH PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. PLN (Persero) WP2B BAB_1 PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 LATAR BELAKANG MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN ROADMAP LISDES (PRL) RUANG LINGKUP WILAYAH DAN KEGIATAN PRL OUTPUT/HASIL KEGIATAN PRL JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PRL SISTEMATIKA DRAFT LAPORAN AKHIR KEGIATAN PRL Disamping itu. perkembangan dunia industri. Oleh karena itu sektor ketenagalistrikan mempunyai peranan yang sangat strategis dan menentukan. sehingga terjadinya kondisi kekurangan pasokan tenaga listrik di beberapa daerah tidak dapat dihindari.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. permintaan terhadap energi listrik pun semakin hari semakin meningkat. sangat tergantung kepada tersedianya energi listrik. Di sisi lain. dalam upaya menyejahterakan masyarakat dan mendorong berjalannya roda perekonomian nasional. juga sangat terbatas. Roadmap ini adalah merupakan perencanaan ketenagalistrikan jangka pendek dengan rentang cakrawala 5 (lima) tahun kedepan yang merupakan bagian dari kombinasi dua perencanaan. transmisi dan distribusi tenaga listrik) dalam periode 5 (lima) tahun ke depan (2013 s. PLN (Persero) WP2B BAB_1 PENDAHULUAN 1. yaitu Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah/Nasional (RUKD/N) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sehingga dapat memberikan informasi dalam pembangunan dan . kemajuan teknologi dan meningkatnya standar kenyamanan hidup di masyarakat. pasca terjadinya krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada beberapa tahun yang lalu. Keberlangsungan berbagai macam bentuk aktivitas di masyarakat dan sektor industri nasional. Investasi yang diharapkan dari pihak swasta terhambat karena dimintanya suatu prasyarat kondisi seperti jaminan Pemerintah. Untuk lebih memfokuskan rencana pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan (pembangkitan.d. Kesemuanya hal tersebut pada akhirnya menyebabkan penambahan pasokan tenaga listrik tidak mampu mengimbangi pertumbuhan permintaan tenaga listrik yang ada. pertumbuhan perekonomian. seiring pertambahan jumlah penduduk. seyogianya energi listrik tersedia dalam jumlah yang cukup dengan mutu dan tingkat keandalan yang baik. Karena peran strategisnya. Akan tetapi. baik yang akan dikembangkan oleh pihak swasta maupun dari PLN sendiri. diperlukan suatu ”Roadmap” dalam pembangunan tenaga listrik. alokasi dana pemerintah untuk berinvestasi pada sektor ketenagalistrikan terutama pembangunan pembangkit baru. 2017) sehingga kebutuhan tenaga listrik setempat dapat segera terpenuhi. pembangunan beberapa pembangkit yang semula sudah direncanakan menjadi terkendala.1 LATAR BELAKANG D ewasa ini ketergantungan terhadap ketersediaan energi listrik semakin hari semakin meningkat. Pemasalahan eksternal yang juga mempengaruhi program pengembangan Listrik Desa di provinsi Papua dan Papua Barat adalah masalah pembebasan lahan yang akan digunakan dalam pembangunan infrastruktur (Pembangkit dan Jaringan Listrik) hampir disetiap desa masyarakat meminta nilai kompensasi atas tanah. sehingga dapat dihindarkan pengembangan sarana kelistrikan di luar Roadmap Lisdes yang dapat mempengaruhi efisiensi perusahaan. Penyusunan Roadmap Lisdes merupakan pedoman pengembangan sistem kelistrikan desa PT PLN (Persero) lima tahun mendatang.14% (papua) dan 46. .35% (Papua barat) Kondisi Geografis di Papua dan Papua Barat yang bergunung-gunung.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. tapi juga memiliki banyak kepulauan menyebabkan banyak daerah-daerah (desa) yang sulit untuk dijangkau. Selain untuk menjelaskan rencana pengembangan sistem. dan proyek-proyek pembangkit yang akan ditawarkan kepada sektor swasta atau Pemda sebagai independent power producer (IPP). dan pembangunan pembangkit baru yang mengaju pada sumber EBT desa setempat). hal ini menjadi kendali tersendiri bagi PLN WP2B dalam usaha untuk melistriki sampai pelosok Papua dan Papua Barat. Rencana Penyusunan Roadmap Listrik Desa (PRL) PT PLN (Persero) Wilayah Papua dan Papua Barat di (WP2B) masa disusun untuk yang menjelaskan menyangkut rencana rencana pengembangan sistem mendatang pengembangan listrik desa. Dalam penyusunan Roadmap ini diindikasikan proyek-proyek pengembangan sistem yang akan dilakukan oleh PLN sendiri (umumnya berupa proyek pengembangan jaringan transmisi/distribusi. PLN (Persero) WP2B BAB_1 PENDAHULUAN pengembangan sektor ketenagalistrikan lima tahun kedepan bagi Pemerintah. dan pelaku usaha lainnya. bangunan dan tanaman yang akan dilalui jaringan JTM dan JTR dengan nilai yang sangat tinggi. Penyusunan Roadmap Lisdes juga dimaksudkan untuk meningkatkan pencapaian target rasio elektrifikasi (RE) dan rasio desa berlistrik (RD) per provinsi. dimana untuk provinsi Papua kondisi RE saat ini tahun 2012 masih cukup rendah sebesar 33. Pemerintah Daerah. Bahkan pusat-pusat pembangkit PLN yang ada sangat sulit untuk di integrasikan atau menyuplai daerah yang satu dengan lainnya. Semua Desa atau Distrik yang ada di Papua dan Papua Barat atau Kabupaten/Kota lama atau pemekaran dengan jumlah ± 50 KK atau jumlah rumah penduduk ± 50 yang ada di daerah perbatasan wilayah NKRI. PLN (Persero) WP2B BAB_1 PENDAHULUAN 1. TUJUAN DAN SASARAN ROADMAP LISDES WP2B Pada dasarnya tujuan yang hendak dicapai dalam penyusunan Roadmap Lisdes PLN WP2B periode 2013-2017 ini adalah : Pencapaian rasio elektrifikasi (RE) dari tahun 2012 sebesar 44. Sedangkan sasaran yang hendak dicapai dalam penyusunan Roadmap Lisdes WP2B periode tahun 2013-2017 adalah : Semua Desa atau Distrik yang ada di Papua dan Papua Barat atau Kabupaten/kota lama atau pemekaran dengan jumlah ± 100 KK atau jumlah penduduk ± 100. 80% pada tahun 2014. Pencapaian rasio desa berlistrik (RD) dari tahun 2012 sebesar 31.3 RUANG LINGKUP PENYUSUNAN ROADMAP WP2B Ruang Lingkup Penyusunan Roadmap WP2B peridoe tahun 2013-2017 terdiri dari ruang lingkup wilayah dan ruang lingkup kegiatan. 1. 85% pada tahun 2014. Kabupaten Jayapura. kabupaten Keerom dan Kabupaten Sarmi) . 80% pada tahun 2013.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. 70% pada tahun 2013. 87% pada tahun 2016 dan 90% pada tahun 2017. 90% pada tahun 2015. Untuk Ruang Lingkup wilayah dibagi dalam 2 wilayah kerja PLN yaitu Wilayah Papua dan Papua Barat dimana setiap wilayah terdiri lagi dari beberapa wilayah survey yaitu : a) Wilayah Kerja Papua : 1.46% menjadi 70% pada akhir tahun 2012. Semua Desa atau Distrik yang ada di Papua dan Papua Barat atau Kabupaten/Kota lama atau pemekaran yang memiliki Potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT). 95% pada tahun 2016 dan 100% pada tahun 2017. 85% pada tahun 2015.2.57% menjadi 60% pada akhir tahun 2012. Wilayah Survey I : (Kota Jayapura. Kabupaten Pegunungan Bintang. 2. Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen) 5. kondisi Geografis. Kerapatan populasi. kemudian dengan metode/kajian least Cost1 dapat dipilih opsi Grid apakah menggunakan Extension atau Isolated. Wilayah Survey II : (Kabupaten Yahukimo. Kabupaten Paniai. Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Puncak Jaya) 3. Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Intan Jaya) 6. Melakukan Kajian Tekno-Ekonomis-Geografis untuk melihat data grid existing dan rencana pengembangan grid.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. Kabupaten Maybrat. Kabupaten Supiori. income dan mata pencaharian masyarakat desa. Kabupaten Dogiyai. Wilayah Survey V : (Kabupaten Nabire. Wilayah Survey VI : (Kabupaten Mimika. dan jika 1 tingkat kepuasan Metode Optimasi yang mengkaji hubungan antara waktu selesainya pekerjaan dengan biaya proyek (Minimum cost project scheduling) . kesanggupan membayar dari masyarakat desa dan dari masyarakat desa kalau dilayani dengan SHS. PLN (Persero) WP2B BAB_1 PENDAHULUAN 2. rasio RE. Kabupaten Mappi dan Kabupaten Bovendigul) b) Wilayah Kerja Papua Barat 1. Wilayah Survey III : (Kabupaten Jayawijaya. 2. Wilayah Survey III : (Kota Sorong. Identifikasi lapangan (survey) desa-desa yang sudah berlistrik dan belum berlistrik. Wilayah Survey VII : (Kabupaten Merauke. Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Lani Jaya) 4. Wilayah Survey I : (Kabupaten Fak-Fak dan Kabupaten Kaimana) Wilayah Survey II : (Kabupaten Manokwari. Wilayah Survey IV : (Kabupaten Biak Numfor. Kabupaten Sorong Selatan. Kabupaten Yalimo. Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Raja Ampat) Sedangkan ruang lingkup kegiatan penyusunan Roadmap Lisdes 2013-2017 PLN WP2B berupa : 1. adakah special request dari Pemda/DPR. Status pasokan existing. Kabupaten Mamberamo Tengah. 3. Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Teluk Bintuni) 3. Melakukan Kajian Sosial Budaya tentang kebutuhan masyarakat akan listrik digunakan untuk apa. Kabupaten Asmat Kabupaten Puncak dan Kabupaten Nduga) 7. koordinat lokasi desa. 5. dengan memperhatikan alokasi APBN tahunan dan target RE untuk lisdes serta kebijakankebijakan khusus (Ibu kota Kabupaten/Distrik dan desa-desa yang berada di perbatasan wilayah negara). 6. kebutuhan fisik Jaringan dan Pembangkit serta besar biaya yang dibutuhkan .PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. 4. Teknis (40%) dan Ekonomis (20%). Melakukan scoring untuk menentukan urutan prioritas listrik desa yang akan dikembangkan setiap tahun berdasarkan aspek Sosial budaya (40%). dan jika bersifat komunal jenis pembangkit apa yang cocok untuk dikembangkan sesuai sumber EBT yang ada di desa terebut. PLN (Persero) WP2B BAB_1 PENDAHULUAN Isolated apakah bentuknya Komunal atau Individu. Membuat daftar kandidat desa yang akan dilistriki baik secara grid extension atau isolated termasuk pengalihan desa yang telah berlistrik dari isolated ke grid. Menyusun Laporan dan Rekomendasi Program Pengembangan Lisdes tahunan selama 5 tahun (2013-2017) yang mencakup nama desa. . PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. PLN (Persero) WP2B Provinsi PAPUA Provinsi PAPUA BARAT 1. . SWOT sebagai pembanding. PLN (Persero) WP2B tahun 2013-2017 berupa : 1.4 OUTPUT/HASIL KEGIATAN PENYUSUNAN ROADMAP LISDES Output/Hasil kegiatan penyusunan Roadmap Lisdes PT. Laporan hasil kegiatan yang berisikan rekomendasi dan prioritas desa-desa seluruh wilayah Papua dan Papua Barat yang akan mendapat perhatian listrik desa. PLN (Persero) WP2B BAB_1 PENDAHULUAN Gambar : Peta Wilayah Kerja PT. prioritas penentuan desa yang akan di listriki dilakukan melalui scoring dan metode AHP. 1. 31 Juli 2012 . Kebutuhan Biaya dalam pembangunan suatu pembangkit Listrik dari Potensi EBT.5 JANGKA WAKTU KEGIATAN PENYUSUNAN ROADMAP LISDES Jangka waktu penyusunan Laporan Roadmap Lisdes 2013-2017 PT. PLN (Persero) WP2B BAB_1 PENDAHULUAN 2. JTM dan JTR jika dilakukan Grid atau Isolated komunal. 4. Peta Potensi Energi terbarukan desa/Kabupaten. Akhir Laporan Akhir 1 s/d.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. PLN (Persero) WP2B dilrencanakan selama ± 75 hari dengan perkiraan alokasi waktu sebagai berikut : TAHAP PERSIAPAN Koordinasi Team Inventarisasi data/informasi Kajian & analisis awal Laporan Pendahuluan 12 Mei – 12 Juni 2012 TAHAP PELAKSANAAN Kegiatan Lapangan (survey) Analisis/Kajian Data Lapangan Draft Laporan Intern Scoring Desa 13 s/d 30 Juni 2012 TAHAP PENYELESAIAN Penyempurnaan Draft Laporan Akhir Seminar Draft Lap. Gambar/Peta lokasi desa beserta koordinatnya 3. 1 Analisis Pengalian Pendapat Masyarakat 2. Transmisi.3 Metode Scoring PLN BAB III KEBIJAKAN-KEBIJAKAN DALAM KETENAGALISTRIKAN 3.3 Kebijakan Pengembangan Energi baru dan terbarukan (EBT) 3.1.3. Kebijakan Pelayanan Penyediaan Tenaga Listrik 3.1. .4 Output/hasil Kegiatan Penyusunan Roadmap Lisdes 2013-2017 1.2.2 Kebijakan Pegembangan Listrik Desa 3.4 Kebijakan Pengembangan kapasitas Pembangkit.3.2 Analisis data 2.2 Pendekatan 3. 1.3.3.1 Kerangka Pikir 3.1 Permasalahan 3.2.4 Produk yang dihasilkan 3. BAB IV KONDISI OBYEKTIF DAERAH SURVEY 4.1.1.2 Upaya Pemecahan Masalah 3.1 Latar Belakang 1.1 Sumber dan Teknik Pengumpulan data 3.2 Analisis AHP 2.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT.6 SISTEMATIKA DRAFT LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN ROADMAP LISDES 2013-2017 WP2B BAB I PENDAHULUAN 1.3 Metodologi 3.2 Tujuan dan Sasaran Penyusunan Roadmap Lisdes 2013-2017 PLN WP2B. 1.3 Metode Pemecahan Masalah 3. dan Distribusi.3.2.3 Ruang Lingkup Wilayah dan Kegiatan Penyusunan Roadmap Lisdes 2013-2017 PLN WP2B.1. PLN (Persero) WP2B BAB_1 PENDAHULUAN 1.5 Jangka Waktu Kegiatan Penyusunan Roadmap Lisdes 2013-2017 PLN WP2B BAB II METODOLOGI DAN PENDEKATAN 3.1 Kota/Kabupaten/Distrik. 6. Indeks Pembangunan Manusia. c. Laut dan Udara b.2. Jalan. (Nabati.1.1 Kesimpulan 6. baru. rencana pasokan untuk Lisdes Isolated. 2. perbatasan. Transpotasi darat.1 Database Daftar Desa yang akan diprogramkan untuk dilistriki setiap tahun (Status desa lama.1. Batas Wilayah. Kondisi Kelistrikan (rasio elektrifikasi) d.2. Identifikasi desa berlistrik dan belum berlistrik (kebutuhan daya) 5. Jumlah Pelanggan.2.3 Asumsi harga satuan per kms/gardu dan Pembangkit/kw dan perkiraan anggaran yang dibutujan pertahun dan per kegiatan ).2. JTR.Biomassa. Hasil Analisis AHP 5. Iklim. . Kondisi Geografis (Luas daerah.2.3. Tingkat Pendidikan. Jembatan dan Perumahan. 3. Ketenagakerjaan) 4.2. kabupaten dan koordinat). Potensi Sumber Daya-EBT Matahari) 4.1. Gardu.2.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT.2 Gambar Lokasi. Sumber daya air (Air bersih) e. kecamatan. Infrasturktur Wilayah a. Neraca daya setiap kabupaten Dokumentasi Setiap Desa/Kabupaten Kusioner. PLN (Persero) WP2B BAB_1 PENDAHULUAN 4. Kondisi Demografis (Jumlah dan struktur penduduk.1.4.3 Hasil Analisis Scoring PLN BAB VI.1. curah hujan dan Topografis) 4. ROADMAP PENGEMBANGAN LISTRIK DESA WP2B 2013-2017 5. Hasil Analisis Prioritas Desa untuk LISDES 5.1. 6. Jaringan Telekomunikasi BAB V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 6.2 Rekomendasi 6.2. Air dan Kebutuhan JTM.Angin. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN : 1.1 Hasil Analisis Penggalian Pendapat Masyarakat 5.2. PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. PLN (Persero) WP2B BAB_1 PENDAHULUAN . 3. KONDISI PERMINTAAN DAN PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK 2.1. RASIO ELEKTRIFIKASI 2. PRIORITAS PENGEMBANGAN INFRASTUKTUR KETENAGALISTRIKAN KEDEPAN.2. . KONDISI INFRASTRUKTUR KELISTRIKAN WP2B 2.4.2. sektor publik rata-rata 55 ribu pelanggan per tahun.1 menunjukkan perkembangan jumlah pelanggan menurut sektor pelanggan dalam lima tahun terakhir.6 juta menjadi 42.8 48. diikuti sektor bisnis dengan rata-rata 61 ribu pelanggan pertahun. Usaha penyediaan tenaga listrik yang telah dilakukan oleh swasta. tetapi juga dilakukan oleh pihak lain seperti swasta.687.65 juta tiap tahunnya. dan Pemda.5 jita per tahun.5 Komersial 1.508.2 juta atau bertambah rata- rata 1.6 39. Penambahan pelanggan terbesar masih terjadi pada sektor rumah tangga.954.2 Sumber : RUPTL 2011-2020 2007 34. koperasi. Perkembangan Jumlah Pelanggan (Ribu Unit) Jenis Pelanggan 2006 Rumah Tangga 32.108.1 1.1.3 35.6 37.3 2010 39. yaitu rata-rata 1.621.1 Publik 928.164.562.633.2. .1 KONDISI INFRASTRUKTUR KETENAGALISTRIKAN WP2B 2.2 Total 35.0 1.3 2009 36.8 46.897.4 2. tabel 2. transmisi dan distribusi tenaga listrik secara terintegrasi yang tenaga listriknya dijual langsung kepada konsumen di suatu wilayah usaha khusus yang dikenal dengan istilah pembangkit terintegrasi atau Private Power Utility (PPU).1 988.6 1.835.1 Jumlah Pelanggan R ealisasi jumlah pelanggan secara nasional selama tahun 2006-2010 mengalami peningkatan dari 35.3 1.1.770.4 Industril 46.052.182.4 1. dan terakhir sektor industri rata-rata 550 pelanggan pertahun.128.887.585. penyediaan tenaga listrik tidak hanya semata-mata dilakukan oleh PT PLN (Persero) saja.621. Tabel 2. koperasi atau Pemda tersebut diantaranya adalah membangun dan mengoperasikan sendiri pembangkit tenaga listrik yang tenaga listriknya di jual kepada PT PLN (Persero) atau lebih dikenal dengan pembangkit swasta atau Independent Power Producer (IPP) atau membangun dan mengoperasikan sendiri pembangkitan.4 42.1 1.1.147.7 47.2 Sistem Pembangkit Dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik WP2B.2 46.5 1.6 2008 35. Agats. total kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik WP2B adalah sebesar 205 MW dan beban puncak 176. Merauke. yaitu Sistem Jayapura. Dari 15 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Papua. Agats. Urefasei. Nabire.2 Kapasitas Terpasang Pembangkit WP2B tahun 2012 Provinsi PLN PLTD PLTG PLTGU (MW) (MW) (MW) Total PLTU PLTA/M PLTP Kapasitas (MW) (MW) (MW) (MW Kapasita Total s IPP PLN-IPP (MW) (MW) Papua Papua Barat 139 62 201 Sumber : Masterplan 2010-2014 2 2 4 141 64 0 0 141 64 205 Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Papua dipasok oleh beberapa sistem terisolasi. Tabel 2. Merauke. Sarmi. Biak.Sampai tahun 2012. Tanah Merah. Genyem.1 : Kondisi Kelistrikan Papua . dan 5 sistem lainnya (Sistem Jayapura.6 MW yang terdiri atas provinsi Papua 141 MW dan Papua Barat 64 MW. dan Serui) berada dalam kondisi “Surplus”. Nabire. Serui. dan Arso) berada pada kondisi “Defisit”. Wamena. Tanah Merah. 10 sistem (Sistem Biak. Wamena. Timika. (masterplan ketenagalistrikan 2010-2014). Keppi. Warbor. Urefasei. Sarmi. Genyem. Gambar 2. Keppi. dan Arso. Warbor. Timika. Bintuni. dan 2 sistem lainnya (Sistem Manokwari dan Sorong) berada pada kondisi “Defisit.Sumber : Data Tahun 2010 Sedangkan Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Papua Barat dipasok oleh beberapa sistem terisolasi. yaitu Sistem Manokwari. Wondama. dan Kaimana) berada dalam kondisi “Surplus”. 5 sistem (Sistem Bintuni.Dari 7 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Papua Barat. Fak-Fak. Teminabuan. Wondama. Gambar 2. dan Kaimana.2 : Kondisi Kelistrikan Papua Barat . Sorong. Teminabuan. Fak-Fak. 2.3%. .925 kms yang terdiri atas Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 261.163 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 353.762 kms.1.3 Sistem Distribusi Sampai dengan akhir tahun 2008. Pada periode tersebut kenaikan rasio elektrifikasi untuk wilayah Papua dan Papua Barat masing-masing meningkat dari 62.999 kms. yaitu dari 60.531 kms Gambar 2. Total panjang jaringan distribusi tenaga listrik tersebut mengalami penambahan sebesar 55.4% pada tahun 2011.9 % pada tahun 2007 menjadi 69.3 Jalur Sistem Distribusi 2. dan JTR sepanjang 3. total panjang jaringan distribusi tenaga listrik yang telah dibangun oleh PT PLN (Persero) adalah sepanjang 614.836 kms sejak tahun 2004 atau mengalami peningkatan sebesar 10% selama periode 5 tahun Sedangkan hasil yang dicapai dalam pembangunan distribusi tenaga listrik untuk wilayah papua untuk JTM sepanjan 1. Perkembangan rasio elektrifikasi secara nasional dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.3% menjadi 66.2 RASIO ELEKTRIFIKASI Rasio elektrifikasi didefinisikan sebagai jumlah rumah tangga yang sudah berlistrik dibagi dengan jumlah rumah tangga yang ada. Dengan mempertimbangkan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata tumbuh sebesar 6. Kebutuhan tenaga listrik akan semakin meningkat sejalan dengan perkembangan ekonomi dan pertumbuhan penduduk.1% pertahun dan pertumbuhan penduduk secara nasional tumbuh sebesar 1. Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini memerlukan dukungan pasokan energi yang handal termasuk tenaga listrik. prakiraan kebutuhan tenaga listrik nasional sesuai Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 20082027 diperkirakan akan mencapai rata-rata sebesar 9.2% tersebut juga memperhatikan banyaknya daftar tunggu calon pelanggan PT PLN (Persero) yang jumlah kapasitasnya telah mencapai kurang lebih sekitar 6.000 MW akibat diterapkannya pembatasan penjualan tenaga listrik (suppressed demand) pada tahun-tahun sebelumnya . Kondisi pertumbuhan penyediaan tenaga listrik yang rendah tersebut juga merupakan akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada periode tahun 1998/1999. mengakibatkan kekurangan pasokan tenaga listrik di beberapa daerah terutama di luar sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali tidak dapat dihindari.4% per tahun. Semakin meningkatnya ekonomi pada suatu daerah mengakibatkan konsumsi tenaga listrik akan semakin meningkat pula. Kondisi ini tentu harus diantisipasi sedini mungkin agar penyediaan tenaga listrik dapat tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga yang memadai.2 % per tahun. Ketidakseimbangan antara permintaan dengan penyediaan tenaga listrik tersebut. Sementara itu pengembangan sarana dan prasarana ketenagalistrikan khususnya penambahan kapasitas pembangkit selama lima tahun terakhir (2004-2008) hanya tumbuh rata-rata sebesar 4.13%. Tingginya perkiraan pertumbuhan rata-rata kebutuhan tenaga listrik nasional yang sebesar 9. dimana pada saat itu pertumbuhan kapasitas terpasang hanya tumbuh sebesar 1.3 KONDISI PERMINTAAN DAN PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK Permintaan tenaga listrik dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 7% per tahun.3% pertahun.2. 2.000 MW tahap I. mempertahankan tingkat keandalan yang diinginkan dan efisien serta meningkatkan kualitas pelayanan. maka pembangkit BBM tersebut di non-operasikan. Pengembangan PLTU batubara skala kecil dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar minyak pada sistem skala kecil untuk menekan biaya operasi sistem kelistrikan. Mempertimbangkan tingginya pertumbuhan tenaga listrik. dengan melakukan sewa pembangkit yang menggunakan bahan bakar MFO. Sebagai pengembang PLTU batubara skala kecil ini adalah PT PLN (Persero) atau swasta. Pengembangan pembangkit BBM. dikecualikan untuk penangulangan daerah krisis penyediaan tenaga listrik jangka pendek (satu hingga dua tahun ke depan) sambil menunggu selesainya pembangunan pembangkit non-BBM yang telah direncanakan. pengembangan PLTU batubara skala kecil ini dapat juga dimanfaatkan untuk mengganti peranan sebagian PLTD yang ada di sistem kelistrikan di Luar Jawa-Madura-Bali yang dominasinya masih cukup tinggi. Apabila pembangkit non-BBM yang telah direncanakan tersebut telah beroperasi. meningkatkan cadangan dan terpenuhinya margin cadangan dengan mengutamakan pemanfaatan sumber energi setempat atau energy baru terbarukan serta meniadakan rencana pengembangan pembangkit BBM. maka program percepatan pembangunan pembangkit 10. Disamping itu. Apabila dengan pertimbangan pemenuhan tenaga listrik secara terintegrasi dengan sistem .000 MW tahap II yang komposisi energi primernya beragam (tidak hanya batubara) ditawarkan untuk dikembangkan oleh PT PLN (Persero) maupun swasta dengan memberikan fasilitas sebagaimana yang telah dilaksanakan dalam program percepatan pembangunan pembangkit 10. Pengembangan sarana distribusi tenaga listrik diarahkan untuk dapat mengantisipasi pertumbuhan tenaga listrik.4 PRIORITAS KEDEPAN PENGEMBANGAN INFRASTUKTUR KETENAGALISTRIKAN Pengembangan kapasitas penyediaan tenaga listrik diarahkan pada pertumbuhan yang realistis dan diutamakan untuk menyelesaikan krisis penyediaan tenaga listrik yang terjadi di beberapa daerah. memberikan akses listrik kepada seluruh masyarakat dan mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan. 2014 sebagai berikut: 1. Transmisi tenaga listrik 60 kms 3.kelistrikan lain di nilai kurang/tidak efisien. Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: PLTS 50 WP tersebar sebanyak 33. Pengertian dari jaringan terisolasi adalah jaringan distribusi tenaga listrik yang berdiri sendiri dan tidak terhubung langsung dengan JTN dengan wilayah pelayanan terbatas.250 kVA) Jaringan Tegangan Menengah 6.400 unit (126. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Papua.7 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2012) 2.850 kms PLTD 22 unit (6.500 kW).733 unit . Pembangkit tenaga listrik sebesar 208 MW (sekitar 32. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010. Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: PLTS 50 WP tersebar sebanyak 32. Gardu induk 130 MVA 4.7 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2012 2.9% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6. Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Papua dan Papua Barat sebesar 1.5% pertahun.7% maka permintaan tenaga listrik pada sistem tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 6.450 kms Jaringan Tegangan Rendah 5. Transmisi tenaga listrik 355 kms 3.975 unit PLTS terpusat 15 kW 9 unit PLTMH 2. Sedangkan untuk wilayah Provinsi Papua Barat. maka jaringan terisolasi dapat diterapkan. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut: 1.130 kW PLTAngin 2.130 kW Gardu distribusi 2. Pembangkit tenaga listrik sebesar 100 MW (sekitar 34. 070 kW.800 kW PLTAngin 2. . PLTS terpusat 15 kW 8 unit PLTMH 1. 2 Analisis data .4.2. PLN (Persero) WP2B BAB_3 PENDEKATAN & METODOLOGI 3.1 3.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT.4.2 Metode Pemecahan Masalah PENDEKATAN METODOLOGI 3.1 Upaya Pemecahan Masalah 3.2.3 3.2 3.4 KERANGKA PIKIR PERMASALAHAN 3.1 Sumber dan Teknik Pengumpulan data 2. 5. Status Pasokan Existing 3. 2. PLN (Persero) WP2B BAB_3 PENDEKATAN & METODOLOGI 3. 2 2. KAJIAN SOSIAL BUDAYA Lihat kebutuhan masyarakat (listrik digunakan untuk apa ?) Apakah ada Special request dari PEMDA. dll DATA DESA Status Desa sudah berlistrik atau Belum Rasio elektrikasi (RE) Kerapatan Populasi Pendapatan Perkapitas (Income) Mata Pencaharian Umum 1 METODE (Observasi Lapangan) Data Primer/Sekunder 1. Kondisi Geografi Desa 4. Nama Desa & Koordinat Lokasi 2. 3. 4. dan ekonomis = 20%) 6 . Sudah diputuskkan cara elektrifikasinya (Grid extension atau isolated) 3. 2. 3. DPR ? Kesanggupan Membayar ? Apakah puas kalau dilayani dengan Solar Home System (SHS) ? METODE (Wawancara) 1. Sumber Potensi EBT METODE (Kajian Least cost) GRID extension 4 KANDIDAT DESA 1.1 KERANGKA PIKIR 1. Kebutuhan Fisik Jaringan. desa-desa tsb langsung masuk prioritas tanpa scoring ROADMAP LISDES 2013-2017 1. 4. Estimasi Kebutuhan Biaya METODE SCORING (aspek SB=40%.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. Urutan Prioritas Tahunan 2. Pembangkit 3. Lihat data Grid existing dan rencana Pengembangan Grid 2. Perkiraan alokasi APBN tahunan/Target RE untuk Lisdes 3. Daftar Panjang desa yang akan di listriki tetapi belum diurut prioritasnya 2. 4. Kebijakan Khusus untuk melistriki Ibukota Kabupaten/Kecamatan dan Perbatasan Wilayah negara. 6. Termasuk Pengalihan Lisdes dari Isolated ke Grid ISOLATED Individu Komunal Jenis Pembangkit sesuai Potensi EBT Desa 5 PRIORITAS DESA 1. Teknis = 40%. Penerangan/Usaha Ada/tidak ada Sanggup/Tidak sanggup Puas/Tidak Puas dgn SHS 3 KAJIAN TEKNO-EKONOMI-GEOGRAFIS 1. 3. 3.2 PERMASALAHAN Pada Anggaran Dasar PLN tahun 2008 Pasal 3 disebutkan bahwa tujuan dan lapangan usaha PLN adalah menyelenggarakan usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu yang memadai serta memupuk keuntungan dan melaksanakan penugasan Pemerintah di bidang ketenagalistrikan dalam rangka menunjang pembangunan dengan menerapkan prinsip-prinsip perseroan terbatas.” Selain visi tersebut. Kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan energi listrik (listrik hanya digunakan sebagai penerangan) Potensi Ekonomi masyarakat. saat ini PLN tengah bercita-cita untuk berubah menjadi perusahaan kelas dunia. bebas subsidi. Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi. ramah lingkungan dan dicintai pelanggan. PLN (Persero) WP2B BAB_3 PENDEKATAN & METODOLOGI 3. 4. maka PLN WP2B akan: 1. maka visi PLN adalah sebagai berikut: “Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh-kembang. 2. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan Dalam mengaktualisasikan visi dan misi tersebut PT. . Berkenaan dengan tujuan dan lapangan usaha PLN tersebut di atas. berorientasi pada kepuasan pelanggan. PLN (Persero) WP2B ternyata menemui beberapa kendala dan permasalahan khususnya dalam pengembangan program Listrik Desa (Lisdes).PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. Untuk melaksanakan penugasan Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik dan mengacu kepada visi tersebut. menguntungkan. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait. Permasalahan khusus Lisdes Isolated adalah: Kondisi ekonomi masyarakat desa di WP2B (pendapatan perkapita yang masih relatif rendah. anggota perusahaan. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. dan pemegang saham. Permasalahan yang dihadapi di bagi dalam 2 (dua) kategori yaitu : permasalahan Khusus dan permasalahan Umum. Permasalahan Umum : Biaya pembangunan yang sangat tinggi disebabkan kondisi geografis desadesa di WP2B yang jauh dan sulit dijangkau dengan transportasi darat. Dalam hal ini project yang mempunyai nilai biaya total terkecil adalah yang dipilih. Metode Least Cost2 digunakan untuk menentukan pilihan pengembangan Listrik desa apakah Grid Extension atau Isolated.2. maka digunakan perbandingan present value total biaya antara dua project. apabila tidak tersedia pembangkit terdekat dan lebih ekonomis dengan memilih pembangkit sendiri yang sesuai dengan kondisi setempat. Melakukan ekspansi Grid. Isolated Komunal atau Individu. PLN (Persero) WP2B BAB_3 PENDEKATAN & METODOLOGI Animo masyarakat menerima Program Lisdes Kemudahan perijinan pembangunan pembangkit atau jaringan yang akan melalui hutang lindung/taman nasional/lahan/tanaman milik masyarakat.1 Upaya Pemecahan Masalah Melihat ruang lingkup permasalahan yang ada diatas maka upaya-upaya yang diambil oleh PLN (Persero) WP2B dalam pengembangan program listrik desa adalah : 1. apabila tersedianya pembangkit terdekat dan terpenuhi aspek teknis dan lebih ekonomis. Lingkup wilayah yang luas. Membangun sistem isolated. 2.2 Metode Pemecahan Masalah Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah diatas adalah : 1.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. Untuk mengukur pemilihan project mana yang lebih diutamakan. 3. Secara matematis rumus Leas cost Method adalah : ∑ ( ) 2 Metode Biaya terkecil biasanya digunakan untuk memilih ukuran kriteria investasi terutama dalam membandingkan 2 project atau lebih yang merupakan mutually exclusive project.2. misalnya yang berbeda teknologinya atau sistemnya. (jarak dari desa satu ke desa yang lain) 3. . EBT skala kecil) c. Ada b. Desa baru (belum berlistrik) b. Hybrid. isolated dan migrasi dari isolated ke grid).Rp. Relatif Mudah b. 100% 50% 20% 8 100% 50% 10 3. < Rp. dimana masing-masing aspek telah ditentukan prosentase bobot masing-masing yaitu : sosial budaya (40%). Teknis dan Ekonomis. 250 s/d 500 KK c. Adapun item-item yang digunakan dalam pembobotan untuk setiap aspek tersebut diatas dapat dilihat pada tabel berikut : ASPEK SOSIAL BUDAYA (BOBOT= 40) 1. RE > 60% Permintaan Pemda/DPRD a. Metode Scoring. < 250 KK Pendapatan Perkapitas rata-rata setahun kabupaten/Kecamatan/desa (kemampuan ekonomi) a. 2 6. JUMLAH NILAI SOSIAL BUDAYA ASPEK TEKNIS (BOBOT =40) 1. adalah metode pembobotan yang digunakan untuk menentukan urutan prioritas tahunan desa-desa yang mendapat prioritas pengembangan Listrik Desa (dipasok dari grid. Kompensasi/Hutan produksi c. Mutu Tegangan a. Tidak ada Jumlah Kepala Keluarga/Penduduk Desa a. Teknis (40%) dan Ekonomis (20%). 50 juta a. PLN (Persero) WP2B BAB_3 PENDEKATAN & METODOLOGI 2. Isolated (Individu) Beban GI Penyulang a. > Rp. Status Desa belistrik a. 18 kV<Tegangan Ujung <19 Kv c. 3. Tegangan Ujung >19 kV b. isolated (Genset. Ekspansi GRId b. Metode ini dilaksanakan berdasarkan aspek sosial budaya. 50 juta b. Hutan Lindung/Sosial 100% 20% 12 100% 20% 9 100% 20% 5 100% 50% 20% 4 100% 50% 20% 4 100% 50% 20% 4 9 12 BOBOT 6 NILAI 6 2. 0 – 50% KHA b. 4. 10 juta . 50% s/d 80% KHA 100% 50% 20% 40 BOBOT 8 34 NILAI 4 10 2. Rp. Desa Lama (sudah berlistrik) RE Kabupaten lokasi Desa berada a. 10 juta Perizinan ROW Jaringan Distribusi a. RE =< 60% b. 4 . 1 5.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. > 500 KK b. Tegangan Ujung <18 Kv Rencana Pasokan a. Siaga (Cadangan Terbatas) c. JUMLAH NILAI EKONOMIS Jumlah Total 20 16 82 Hasil pembobotan scoring kemudian dimasukkan ke tabel usulan Pembangunan Listrik pedesaan Provinsi Papua dan Papua barat sebagi rekomendasi hasil kajian team (lemlit UNCEN) kepada pihak PLN WP2B selaku pemberi kegiatan. JTR+Gardu c. JTM+JTR+Gardu Kebutuhan Pembangkit dan Jaringan distribusi bila dipasok dari Isolated a. c. 10 km < Desa < 30 Km c. PLN (Persero) WP2B BAB_3 PENDEKATAN & METODOLOGI 4. 4 100% 50% 20% 4 100% 20% 4 100% 50% 20% 4 100% 20% 4 4 4 2 3. . Jarak Lokasi dengan Jaringan Existing a. Tidak ada Potensi EBT dan Energi Marjinal Setempat a. Desa > 30 Km Kebutuhan Jaringan Distribusi (lengkapi bila dipasok dengan Grid) a. >80% KHA Kondisi Pasokan a. Desa < 10 km b. Hanya JTR b. Mencukupi b. tidak ada 100% 50% 20% 40 BOBOT 4 32 NILAI 4 2. 4. Pembangkit isolated (JTM+JTR+Gardu) Infrastruktur lainnya (kemudahan mencapai lokasi) a. Darat b. Kritis (Kurang pasokan) 20% 14 100% 50% 20% 14 JUMLAH NILAI TEKNIS ASPEK EKONOMIS (BOBOT =20) 1. 5. Pembangkit Isolated+JTR b. ada b.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. Air c. 3 PENDEKATAN Pendekatan yang digunalan dalam perencanaan Listrik Desa adalah : 1. dinas ESDM. Grid Extension Vs Isolated.4 METODOLOGI Metodologi yang digunakan dalam perencanaan pengembangan listrik desa WP2B selama tahun 2013-2017 adalah sudah sangat jelas dalam paparan diatas. 3. BUMN/BUMD (PLN cabang) data sekunder juga dapat diperoleh dalam websitewebsite di internet berupa Distrik dalam Angka.1 Sumber dan Teknik Pengambilan Data Sumber data berupa data primer dan data sekunder. PLN (Persero) WP2B BAB_3 PENDEKATAN & METODOLOGI 3. data sekunder dapat diperoleh pada instansi-instansi pemerintah (Bapeda. Kecamatan dan Desa Perbatasan Wilayah NKRI (jika ada maka desa ibu kota kabupaten. Kabupaten dalam Angka atau Provinsi dalam Angka.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. 4. Program respek). evaluasi apakah elektrifikasi sebuah dsa lebih fesible dilaksanakan dengan grid extension atau isolated dengan melihat situasi terpencil dari desa. dimana pengambilan data primer dilakukan melalui wawancara dan observasi ke desa-desa menggunakan instrument kusioner/cheklist. evaluasi kapan suatu lisdes yang isolated akan dapat di integrasikan ke grid sejalan dengan pengembangan sistem kelistrikan. dengan menggunakan suatu metode scoring yang transparan dibuat urutan priorita desa untuk di listriki. Isolated masuk ke Grid. Scoring Prioritas. Untuk pengambilan data sekunder dilakukan melalui kajian pustaka dengan mencari data-data yang ada hubungannya dengan desa yang akan disurvey. . kantor distrik. apakah ada kebijakan khusus Lisded. kendala alam (hutan lindung. 3. kecamatan. rencana grid extension. BPS. Kebijakan khusus.4. pulau terpencil) dll. 3. misalnya wajib melistriki semua ibu kota Kabupaten. dan perbatasan Wilayah NKRI langsung masuk prioritas utama tidak melalui tahapan scoring) 2. 4. PLN (Persero) WP2B BAB_3 PENDEKATAN & METODOLOGI 3. .2 Data Analisis Data yang diperoleh melalui hasil survey (kusioner) kemudian dianalisa menggunakan metode-metode yang telah disebutkan diatas.PENYUSUNAN ROADMAP LISDES PT. kemudian hasil analisa tersebut sejauh mungkin di verifikasi/komparasi dengan metode-metode yang lain agar hasil yang dicapai benar-benar valid sesuai keinginan dan kenyataan yang ada.