Efektifitas Terapi Aroma Bunga Lavender (Lavandula Angustifolia) terhadap PenurunanSkala Nyeri pada Klien Infark Miokard Dasna1, Gamya Tri Utami2, Arneliwati3 Mahasiswa/Perawat RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru1 Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau2,3 Email :
[email protected] Abstract This study aimed to determine the effectiveness of aroma therapy lavender flowers (Lavandula angustifolia) to decrease pain scale client myocardial infarction. Design of the study was Quasi- Experimental with Pre test and post test desain with control group were divided into experimental group and control group. The study was conducted on clients who have pain with nursing diagnosis of myocardial infarction in the Cardiovascular Care Unit ( CVCU ) Arifin Achmad Pekanbaru hospital. The number of samples were 30 people, consist of 15 in the experimental group and 15 control group by purposive sampling with the inclusion criteria. Measuring instrument used the observation sheet Descriptive Pain Scale (Descriptive Verbal Scale). The experimental group was given treatment with lavender aroma therapy by inhalation. The analysis used univariate and bivariate with Mann-Whitney test and Wilcoxon test. The results showed a significant difference intensity scale pain scores between the experimental group and the control group with p value 0.009 (p value <0.05), which means aromatherapy lavender (Lavandula angustifolia) is effective in reducing pain intensity scale on the client myocardial infarction. Researchers suggest that administration of lavender aroma therapy can be applied to clients with experience pain myocardial infarction in hospitals and in the community. Keywords : Therapy Lavender Flowers, painful, myocardial infarction PENDAHULUAN diremas-remas, ditekan, ditusuk, panas Penyakit jantung merupakan atau ditindih barang berat. penyebab utama morbiditas dan Nyeri dada yang dirasakan mortalitas. Di Amerika pada tahun serupa dengan angina, tetapi lebih 2011, terdapat 30,5% kematian yang intensif dan menetap lebih dari 30 disebabkan oleh penyakit jantung pada menit (Siregar, 2011). Penanganan usia diatas 65 tahun dan 11,6% pada rasa nyeri harus dilakukan secepat usia lebih dari 18 tahun, lebih tinggi mungkin untuk mencegah aktivasi daripada kematian yang disebabkan saraf simpatis, karena aktifasi saraf oleh kanker dan rokok di Negara simpatik ini dapat menyebabkan tersebut (U.S Department of Health and takikardi, vasokontriksi, dan Human Services, 2013). peningkatan tekanan darah yang pada Infark miokardium merupakan tahap selanjutnya dapat memperberat salah satu penyakit dengan rawat inap beban jantung dan memperluas terbanyak di Amerika. Laju mortalitas kerusakan miokardium. Tujuan awal (30 hari) pada infark miokardium penatalaksanaan nyeri adalah adalah 30%, dan separuh kematian menurunkan kebutuhan oksigen terjadi sebelum klien mencapai rumah jantung dan untuk meninggkatkan sakit. Walaupun laju mortalitas suplai oksigen ke jantung (Reza, dkk, menurun sebesar 30% dalam 2 dekade 2011). terakhir, sekitar 1 diantara 25 klien Terapi non farmakologis dengan yang tetap hidup pada perawatan awal, cara relaksasi menggunakan aroma meninggal dalam tahun pertama setelah terapi lavender adalah metode yang infark miokardium (Alwi, menggunakan wewangian lavender 2006).Keluhan khas infark miokardium untuk meningkatkan kesehatan fisik ialah nyeri dada retrosternal seperti dan emosi. Aroma lavender adalah aroma alami yang di ambil dari 612 tanaman aromatik lavender TUJUAN PENELITIAN (Koensoemardiyah, 2009). Pengaruh terapi aroma bunga Berbagai efek aroma lavender lavender (Lavadula Angustifolia) yaitu sebagai antiseptik, antimikroba, terhadap penurunan skala nyeri pada antivirus dan anti jamur, zat analgesik, klien infark miokard. anti radang, anti toksin, zat balancing, immunostimulan, pembunuh dan pengusir serangga, mukolitik dan MANFAAT PENELITIAN ekspektoran. Kelebihan minyak lavender dibanding minyak essensial Hasil dari penelitian ini lain adalah kandungan racunnya yang diharapkan dapat meningkatkan mutu relatif sangat rendah, jarang pelayanan kesehatan dan sebagai menimbulkan alergi dan merupakan pertimbangan dalam memberi asuhan salah satu dari sedikit minyak essensial keperawatan sebagai upaya yang dapat digunakan langsung pada mengurangi skala nyeri pada klien, kulit (Frayusi, 2012). terutama pada klien yang terdiagnosa Studi pendahuluan dilakukan di infark miokardium, menambah ruang CVCU RSUD Arifin Achmad literatur tentang terapi non yang sejak Januari 2013 hingga Juli farmakologi dan skala nyeri pada klien 2014 memiliki klien dengan diagnosa infark miokardium yang dapat infark miokardium sebanyak 302 orang. dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai Studi pendahuluan dilakukan dengan bahan bacaan dan menambah ilmu teknik wawancara kepada sepuluh orang pengetahuan dan dapat digunakan klien infark miokardium yang masuk sebagai dasar untuk penelitian sejak tanggal 14 Juni 2014 hingga 14 selanjutnya terkait dengan efektivitas Juli 2014. Penilaian respon nyeri terapi non farmakologi aroma bunga dilakukan dengan menggunakan Verbal lavender terhadap penurunan skala descriptive scale dan didapatkan bahwa nyeri pada pasien infark miokardium. dari sepuluh orang klien terdapat dua orang yang mengalami nyeri ringan, METODOLOGI PENELITIAN tujuh orang yang mengalami nyeri sedang dan satu orang yang mengalami Desain Penelitian merupakan bentuk nyeri berat. rancangan yang digunakan dalam Pemberian terapi non farmakologi prosedur penelitian (Nursalam, 2008). yang biasanya diajarkan perawat kepada Penelitian ini termasuk penelitian klien dengan keluhan nyeri adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik relaksasi tarik nafas dalam. rancangan penelitian Quasi Pemberian aromaterapi lavender masih Experimental dengan pendekatan Pre jarang di gunakan di rumah sakit and post test only non equivalent sebagai alternatif yang dapat control group (Darma, 2011). mengurangi nyeri karena aromaterapi Sedangkan Sampel yang digunakan lavender masih belum dipopulerkan sebanyak 30 orang responden, yakni sebagai bentuk upaya perawatan dalam 15 responden kelompok eksperimen mengurangi respon nyeri yang dan 15 responden kelompok kontrol. dirasakan klien. Oleh karena itu, peneliti Kriteria inklusi pada penelitian klien tertarik untuk mengadakan penelitian mederita infark miokard tipe I, hari guna mengetahui “efektifitas terapi serangan kedua atau lebih, mengalami aroma bunga lavender (Lavandula nyeri sedang sampai berat terkontrol Angustifolia) terhadap penurunan skala yaitu melaporkan skala nyeri di nyeri pada klien infark miokardium”. rentang antara 4 sampai 9, bersedia 613 menjadi responden, klien sudah laki-laki 13 86,7 10 66,7 23 77,7 0,25 perempuan 2 13,3 5 33,3 7 23,3 7 diberikan obat penghilang nyeri atau Total 15 100,0 15 100,0 30 100,0 menggunakan Non-rebreathing mask Usia responden (NRM). Prosedur Tahap awal 1. 21-40 3 20,0 1 6,7 4 13,35 responden dibagi menjadi 2 tahun 2. 41-65 11 73,3 13 86,7 24 80,0 0,41 kelompok. Penomoran ganjil untuk tahun 4 responden kelompok kontrol dan 3. >65 1 6,7 1 6,7 2 6,7 Total 15 100,0 15 100,0 30 100,0 penomoran genap untuk responden kelompok eksperimen. Setelah itu Hasil analisis pada tabel diatas responden yang dicari yang sesuai didapatkan distribusi jenis kelamin kriteria inklusi dan eksklusi yang telah responden pada kelompok eksperimen dibuat peneliti. Untuk eksperimen dan kelompok kontrol mayoritas pertama di jelaskan kepada keluarga adalah berjenis kelamin laki-laki tentang maksud dari penelitian, tujuan sebanyak 23 orang (77,7%). penelitian dan dampak yang akan Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh responden jika bersedia didapatkan jenis kelamin pada berpartisipasi dalam penelitian. kelompok eksperimen dan kelompok Setelah mendapatkan kesedian dari kontrol adalah homogen (p value keluarga, peneliti meminta responden 0,257). untuk mengisi data pada lembar data demografi serta menandatangangi Sedangkan hasil analisis pada informed consent. Peneliti melakukan tabel diatas didapatkan distribusi usia pre test dengan mengukur skala nyeri responden pada kelompok eksperimen klien dengan menggunakan skala dan kelompok kontrol mayoritas nyeri deskriptif (Verbal Descriptive adalah berusia 41-65 tahun sebanyak Scale) selanjutnya kelompok 24 orang (80,0%). Berdasarkan hasil eksperimen diberikan terapi aroma uji homogenitas didapatkan usia bunga lavender (Lavandula responden pada kelompok eksperimen Angustifolia) dengan inhalasi lansung dan kelompok kontrol adalah menggunakan alat steam atau homogen (p value 0,414). penguapan yang diisi 5 tetes minyak esensial lavender dan diisi air 10- 15cc. kemudian letakkan disamping 2. Analisa Bivariat atau sejajar kepala dengan jarak 10-20 Tabel 7 cm selama 60 menit. Setelah Perbandingan skala nyeri pre test intervensi diberikan selanjutnya kelompok eksperimen dan kelompok dilakukan post test, adapun pada kontrol kelompok kontrol hanya dilakukan pre test dan post test tanpa perlakuan Kelompok N Median p value (minimum- aroma terapi bunga lavender. maksimum) Skala Eksperimen 15 6 (5-6) 0.717 nyeri Kontrol 15 5 (5-6) HASIL PENELITIAN pre test 1. Analisa Univariat Tabel 3 Berdasarkan tabel di atas Distribusi frekuensi responden didapatkan median skala nyeri pre test berdasarkan jenis kelamin responden kelompok eksperimen adalah 6 dan kelompok kontrol adalah 5 dengan p Kelompok Kelompok value 0.717. Hasil analisa lebih lanjut Total p eksperimen kontrol Karakteristik (n=30 ) valu skala nyeri pre test antara dua (n=15) (n=15) e N % N % N % kelompok menunjukkan bahwa tidak Jenis ada perbedaan yang signifikan antara kelamin 614 skala nyeri pre test pada kelompok Berdasarkan hasil penelitian yang eksperimen dan kelompok kontrol (p telah dilakukan pada klien infark miokard > 0.05). didapatkan bahwa secara umum distribusi Tabel 8 responden berdasarkan jenis kelamin Perbandingan skala nyeri post test terbanyak adalah laki-laki sebanyak 23 kelompok eksperimen dan kelompok orang (77.7%), sedangkan perempuan kontrol. sebanyak 7 orang (23.3%). Berdasarkan hasil analisa diperoleh data bahwa mayoritas responden adalah laki-laki. Kelompok N Median p value Menurut Suriadi (2004, dalam (minimum- maksimum) Widodo 2007) jenis kelamin bukan Skala Eksperimen 15 5 (4-6) 0.009 termasuk faktor resiko terjadinya nyeri. Ada nyeri pre Kontrol 15 5 (5-6) test beberapa faktor hormonal penting yang berkemungkinan berperan dalam Berdasarkan tabel di atas menerangkan adanya perbedaan antara pria didapatkan median skala nyeri post test dan wanita, yaitu kaum wanita dilindungi kelompok eksperimen adalah 5 dan oleh hormon estrogen sebelum menopause. kelompok kontrol adalah 5 dengan p value 0.009. Hasil uji mann-whitney skala nyeri b. Usia responden post test antara dua kelompok Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang yang telah dilakukan pada klien signifikan antara rata-rata skala nyeri post infark miokard didapatkan bahwa test pada kelompok eksperimen dan secara umum distribusi responden kelompok kontrol (p < 0.05). berdasarkan umur respoden terbanyak adalah dewasa tengah (41-65) sebanyak 24 orang (80.0%), dewasa Tabel 9 awal (21-40) sebanyak 4 orang Perbandingan skor pemberian terapi aroma (13.35%) dan sedangkan dewasa akhir bunga lavender (Lavandula Angustifolia) (>65) sebanyak 2 orang (6.7%). terhadap skala nyeri pada kelompok Nyeri merupakan sesuatu yang eksperimen kompleks, sehingga banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu Kelompok N Median p value faktor yang mempengaruhi nyeri pada (minimum- maksimum) kasus infark miokard adalah usia. Skala Eksperimen 15 6 (5-6) 0.001 Kondisi responden terkait usia oada nyeri pre Kontrol 15 5 (4-6) test peneliti ini sebagian besar usia responden antara 41-65 tahun (80.0%). Usia mempunyai hubungan Berdasarkan tabel di atas dapat pengalaman terhadap suatu masalah dilihat skala nyeri pre test pada kelompok kesehatan atau penyakit dan eksperimen adalah 6 dan skala nyeri post pengambilan keputusan. Seseorang test adalah 5 dengan p value 0.001 (p value yang berusia lebih tua akan mampu < 0.05). Hasil uji wilcoxon dapat merespon terhadap stressor yang disimpulkan bahwa terapi aroma bunga dihadapi daripada seseorang yang lavender (Lavandula Angustifolia) berusia lebih muda. Setiap orang memberikan pengaruh terhadap skala nyeri memiliki cara yang berbeda dalam pada pasien infark miokardium. mengatasi dan menginterpretasikan nyeri. Cara seseorang berespon PEMBAHASAN terhadap nyeri adalah akibat dari 1. Analisa univariat banyak kejadian nyeri selama rentang a. Jenis kelamin hidupnya (Potter & Perry, 2006). 615 oleh karena adanya iskemia berat yang berkepanjangan (Kumar, et al, 2010). Infark 2. Analisa Bivariat miokardium adalah terjadinya penyempitan a. Efektifitas terapi aroma bunga pembuluh darah yang diakibatkan oleh lavender (Lavandula aterosklerosis sehingga otot jantung tidak Angustifolia) terhadap mendapatkan suplai oksigen yang maksimal penurunan skala nyeri pada (Price & Wilson, 2006). klien infark miokard Kejadian infark miokardium diawali Hasil uji Mann-whitney pada dengan terbentuknya aterosklerosis yang pre test skala nyeri kelompok kemudian ruptur dan menyumbat pembuluh eksperimen dan kelompok kontrol darah. Penyakit aterosklerosis ditandai menunjukkan bahwa diperoleh nilai p dengan formasi bertahap fatty plaque di (0,717) > α (0,05) sehingga dapat dalam dinding arteri. Lama-kelamaan plak disimpulkan bahwa tidak ada ini terus tumbuh ke dalam lumen, sehingga perbedaan yang signifikan antara diameter lumen menyempit. Penyempitan skala nyeri pre test pada kelompok lumen mengganggu aliran darah ke distal eksperimen dan kelompok kontrol. dari tempat penyumbatan terjadi Sedangkan hasil uji post test skala (Ramrakha, 2006). nyeri didapatkan p= 0,009 (nilai p Nyeri dada penderita infark value < α=0,05) yang menunjukkan miokardium serupa dengan angina pectoris ada perbedaan antara skala nyeri namun lebih berat dan berlangsung lama setelah pemberian terapi aroma serta tidak berkurang atau hilang dengan lavender (lavandula Angustifolia) pemberian nitrogliserin dan istirahat. Nyeri pada kelompok eksperimen dan yang dirasakan biasanya terdapat pada kontrol. daerah substernal, menjalar ke lengan kiri, Sehingga Ha diterima yakni terapi leher, atau dagu, dan juga bisa dirasakan di aroma bunga lavender (Lavandula daerah dada yang lain. Namun pada lansia Angustifolia) efektif dalam menurunkan biasanya lebih sering mengeluhkan sesak intensitas skala nyeri pada klien infark napas dibandingkan dengan nyeri dada miokard. (Porth, 2005). Hasil uji Wilcoxon sebelum diberi Nyeri merupakan campuran reaksi perlakuan pada kelompok eksperimen fisik, emosi, dan perilaku. Cara yang paling intensitas skala nyeri paling tinggi adalah 6 baik untuk memahami pengalaman nyeri, dan yang paling rendah adalah 5. Sedangkan akan membantu menjelaskan tiga komponen intensitas skala nyeri setelah pemberian fisiologis berikut yakni: resepsi, persepsi, terapi aroma bunga lavender (lavandula dan reaksi. Stimulus penghasil nyeri Angustifolia) yang paling tinggi adalah 6 mengirimkan implus melalui serabut saraf dan yang paling rendah adalah 4. Hasil uji perifer. Serabut saraf memasuki medulla statistik diperoleh nilai p (0.001) < α (0.05), spinalis dan menjalani salah satu dari maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa rute saraf dan akhirnya sampai di perbedaan yang signifikan antara skor dalam massa berwarna abu-abu di medulla intensitas skala nyeri pada klien infark spinalis. Terdapat pesan nyeri dapat miokard sebelum dan setelah pemberian berinteraksi dengan sel-sel saraf inhibitor, terapi aroma bunga lavender (lavandula mencegah stimulus nyeri sehingga tidak angustifolia) pada kelompok eksperimen. mencapai otak atau ditransmisi tanpa Sehingga Ha diterima yakni terapi aroma hambatan ke korteks serebral. Sekali bunga lavender (lavandula angustifolia) stimulus mencapai korteks cerebral, maka efektif dalam menurunkan intensitas skala otak menginterpretasikan kualitas nyeri dan nyeri pada klien infark miokard. memproses informasi tentang pengalaman Infark miokardium adalah terjadinya dan pengetahuan yang lalu serta asosiasi kematian dari otot jantung yang disebabkan 616 kebudayaan dalam upaya mempersepsikan Taroma terapi bunga lavender nyeri (Potter dan Perry, 2005). juga mempunyai beberapa molekul Penurunan skala nyeri pada yang dilepaskan ke udara sebagai uap penderita infark miokard yang air. Ketika uap air yang mengandung mendapatkan terapi aroma bunga komponen kimia tersebut dihirup, lavender dibuktikan dengan penelitian akan diserap tubuh melalui hidung dan yang dilakukan peneliti dimana setelah masuk ke paru-paru yang kemudian diberikan terapi aroma bunga lavender masuk ke aliran darah. Bersamaan saat kepada penderita infark miokard yang dihirup, uap air akan berjalan dengan mengalami nyeri, klien mengatakan segera ke sistem limbik otak yang nyeri yang dirasakan berkurang dan bertanggung jawab dalam sistem dibuktikan klien tampak tenang, tidak integrasi dan ekspresi perasaan, meringis dan rileks. belajar, ingatan, emosi serta Menurut Perez (2003) hal ini rangsangan fisik. Aroma terapi bunga dikarenakan aroma bunga lavender lavender sangat efektif dan bermanfaat tersebut merangsang sensori, reseptor saat dihirup atau digunakan pada dan pada akhirnya mempengaruhi bagian luar, karena indra penciuman organ yang lainnya sehingga dapat berhubungan dekat dengan emosi menimbulkan efek kuat terhadapa manusia dan tubuh akan memberikan emosi. Selain itu aroma ditangkap oleh respon psikologis. reseptor dihidung yang kemudian Pada umumnya masalah yang memberikan informasi ke area otak diderita pada pasien di unit perawatan yang mengotrol emosi dan memori instensif terutama pada klien dengan maupun memberikan informasi ke diagnose medis infark miokard seperti hipotalamus yang merupakan pengatur masalah gangguan pada sesak nafas sistem internal tubuh termasuk suhu gangguan rasa nyaman nyeri, tubuh dan reaksi terhadap stress. gangguan tidur, penyebab gangguan Selain mendapatkan terapi pola tidur itu dikarenakan oleh aroma bunga lavender klien yang penyakit yang dideritanya, lingkungan menderita infark miokard atau unit perawatan instensif, stress mengalami masalah nyeri juga psikologis dan efek berbagai obat dan mendapatkan terapi obat dari ruangan perawatan yang diberikan pada pasien sebagai tindakan intervensi yang kritis tersebu. Pada populasi Eropa dilakukan perawat kepada klien prevalensi gangguan pernafasan selama dirawat di ruma sakit, dimana dalam tidur pada pasien dengan salah satu jenis terapi yang didapatkan masalah pada pasien gagal jantung klien di ruangan yaitu isosorbide sangat tinggi ataupun dengan masalah dinitrate (ISDN). Isosorbide dinitrate jantung lainnya, sehingga penelitian adalah jenis vasodilator, obat ini kualitas tidur harus dilakukan pada mengedurkan pembuluh darah, pasien denga gagal jantung (Schulz, et meningkatkan persediaan darah dan al, 2007). oksigen ke jantung. Obat ini digunakan unutk mencegah sakit di KESIMPULAN dada yang disebabkan oleh angina. Hal inilah yang menjadi salah satu Kesimpulan dari penelitian keterbatasan yang dialami oleh penliti “Efektifitas Terapi Aroma Bunga dalam menerapkan intervensi terapi Lavender (Lavandula Angustifolia) aroma bunga lavender pada klien terhadap Penurunan Skala Nyeri pada infark miokard yang mengalami Klien Infark Miokardium” yaitu hasil masalah nyeri di bagian dada. analisis didapatkan distribusi jenis kelamin responden pada kelompok 617 eksperimen dan kelompok kontrol dalam membuat intervensi berjenis kelamin laki-laki sebanyak 23 keperawatan dalam menurunkan orang. Berdasarkan hasil uji intensitas skala nyeri pada klien Infark homogenitas jenis kelamin kelompok Miokard. eksperimen dan kelompok kontrol Bagi klien dengan Infark adalah homogen (p value 0,257). Miokard yang mengalami masalah Sedangkan analisis responden nyeri yang berada di komunitas berdasarkan usia responden pada disarankan untuk dapat kelompok eksperimen dan kelompok mengaplikasikan terapi aroma kontrol adalah dewasa tengah (41-65 lavender (Lavandula Angustifolia) tahun) sebanyak 24 orang responden. untuk menurunkan intensitas skala Berdasarkan hasil uji homogenitas nyeri dan bagi peneliti selanjutnya didapatkan usia responden pada disarankan untuk dapat melanjutkan kelompok eksperimen dan kelompok penelitian ini dengan jumlah sampel kontrol adalah homogen (p value yang lebih banyak dengan pengkajian 0,414). yang mendalam kepada intensitas Hasil uji Mann-Whitney pada skala nyeri. skor intensitas skala nyeri pre test pada kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan nilai p=0,717 DAFTAR PUSTAKA (nilai p vakue > α=0,05) atau tidak ada perbedaan yang signifikan sedangkan Fenton, D.E. (2009). Myocardial intensitas skala nyeri post test Infarction. Diperoleh pada didapatkan p= 0,009 (nilai p value < tanggal 25 Mei 2014 dari α=0,05) atau ada perbedaan antara http://emedicine.medscape.com/a intensitas skala nyeri setelah rticle/759321-overview pemberian terapi aroma lavender (lavandula Angustifolia) pada Frayusi, A. (2012). Pengaruh kelompok eksperimen dan kontrol. pemberian terapi wewangian Hasil uji Wilcoxon pada skala bunga lavender secara oles nyeri sebelum (pre test) dan sesudah terhadap skala nyeri pada klien (post test) menunjukkan nilai p=0,001 infark miokardium di CVCU (nilai p vakue < α=0,05) atau ada RSUP Dr. M Djamil Padang perbedaan antara intensitas skala nyeri tahun 2011. Skripsi. Universitas sebelum dan sesudah pemberian terapi Andalas. aroma lavender (lavandula Koensoemardiyah. (2009). A-Z Angustifolia) pada kelompok aromaterapi untuk kesehatan, eksperimen. kebugaran, dan kecantikan. SARAN Yogyakarta: Lily Publisher. Bagi perkembangan ilmu keperawatan khususnya tenaga Kumar, V., Abbas, A.K., Fausto, & pengajar dan pelajar disarankan untuk N., Aster. J.C. (2010). Robbins dapat memakai hasil penelititan ini and Cotran Pathologi Basis ofa sebagai salah satu sumber informasi Disease 8th Ed. Philadelphia: mengenai Efektifitas Terapi Aroma Saunders Elsevier. Bunga Lavender (Lavandula Perez, C, (2003) Clinical Angustifolia) terhadap Penurunan Aromatherapy Part I: An Skala Nyeri pada Klien Infark Introduction Into Nursing Miokard. Bagi perawat disarankan Practice. Clinical Journal of untuk dapat memakai hasil penelitian Oncology Nursing Volume 7, ini sebagai salah satu evidence based 618 Number 5. (accessed 16 dipublikasikan. Diperoleh dari November 2013) directori.umy.ac.id/uploads/skrips i2/20111050012-Halaman- Porth, C.M. (2005). Pathophysiology: Judul.pdf pada tanggal 27 Concepts of Altered Health States Oktober 2014 7th Ed. Philadelphia: Lippicott Williams & Wilkins Potter, P. A & Perry, A. G. (2005). Buku ajar fundamental keperawatan. (Ed 4). Jakarta: EGC Price, S. A., & Wilson, L. M. (2006). Patofisiologi. Jakarta: EGC Ramrakha, P. (2006). Oxford Handbook of Cardiology, Oxford University Press. Diperoleh tanggal 25 Mei 2014 dari www.scribd.com Schultz , J., M., & Videbeck, S., L. (2008). Care Planning In Lippincoff’s Maual of Psychistric Nursing Care Plans (8 th ed). Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins. Suriadi. (2007). Perawatan luka. Jakarta: CV. Sagung Seto. Widyastuti, Y. (2013). Efektivitas aromaterapi lavender dalam menurunkan nyeri dan kecemasan pada pasien pre operasi fraktur femur di RS Ortopedi Prof. Dr. R Soeharso Surakarta. Tesis yang 619